Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Semua menyukai Erina.

Pesta Pernikahan Alexander telah usai. Para tamu undangan telah menarik tubuhnya satu persatu untuk pulang. Ellena nampak lelah dengan begitu banyaknya ucapan selamat untuk dirinya. Sementara Alex  terlihat sumringah. Dia tidak membayangkan jika Hari yang ia khawatir ini bisa berjalan lancar dan semenyenangkan ini. Semua orang terus memuji pengantinnya. Bahkan beberapa teman dekatnya yang menyadari jika wanita yang dinikahi Alexander itu bukanlah Via  pun nampak terpukau dan melontarkan banyak pujian padanya.

 

Apalagi desas desus tentang kaburnya Via pun sudah menyebar walaupun baru masih sebagian orang yang mendengarnya.

 

“Tuan Alex . Anda adalah Pria beruntung. Membuang sampah dan mendapatkan Berlian!” Alexander  tersenyum lebar dengan bangga dan semakin berdebar jantungnya.

 

Kembali melirik Ellena yang saat ini tengah sibuk dengan Mamanya. Kenapa harus kawin kontrak? Coba saja kalau bukan, aku pasti akan sangat bahagia. Tak sadar Alexander tersenyum senyum sendiri.

 

“Apa Tuan mulai menyukai Ellena?” Tiba tiba suara Arpha mengejutkan Alexander.

 

“Kau ini. Ada ada saja. Mana mungkin.”

 

Arpha terkikik. “Syukurlah. Kalau begitu, aku masih punya kesempatan.”

 

“Maksudmu apa?” Alex langsung melotot.

 

“Jika anda tak mengharapkan Ellena  maka setelah kalian bercerai ku pastikan Aku akan mengejarnya. Sayang sekali jika berlian seindah itu hanya akan dibuang saja.”

 

“Sialan kau! Yang sudah menjadi milikku, mana boleh orang lain menyentuhnya?” Sewot Alex..

 

Arpha tergelak. “Anda kalah telak.”

 

Alexander hanya tersenyum menanggapi dan kembali menoleh pada Ellena.

 

“Kenapa suaminya begitu bodoh. Sepertinya, Ellena juga wanita yang baik. Apa menurutmu, Tebakan kali ini benar?” Tanya Alexander pada Arpha.

 

“Sepertinya kali ini penilaian anda tidak salah. Lihatlah, Nyonya dan Nona Alin saja sepertinya akan segera jatuh cinta pada wanita itu.” Jawab Arpha.

 

Alexander membenarkan ucapan Arpha, terbukti ketika Mama dan Alin mendekati Ellena.

 

“Hai Ellena.” Alin menyapa.Ellena cepat Mengangguk penuh keanggunan.

 

“Apa kau sudah mengenal siapa aku?” Tanya Alin.

 

Ellena menggeleng sambil melirik Mama yang ada di sisi wanita itu.

 

“Ah, Dia adalah Anak Perempuanku yang artinya kakak Alex.” Mama yang sekarang berkata.

 

“Oh. Kak Alin. Salam kenal.” Ellena langsung menyambut tangan Alin.

 

‘Eh, jangan kau pikir aku menyukaimu ya. Aku belum memastikan siapa kamu. Apakah kamu pantas menjadi bagian dari keluarga kami. Secarakan Kalian hanya kawin kontrak!’ batin Alin, dia hanya tersenyum untuk sekedar basa basi. Misinya tidak lain hanya untuk menyelidiki siapa Ellena.

 

Tapi dia tetap tersenyum senang. Sepertinya, meskipun pikirannya penuh curiga , tapi hati Alin seperti jatuh cinta pada Ellena. Begitu juga dengan Mama. Senyum yang dibuat sesinis sinisnya itu masih menunjukan keikhlasan.

 

“Ellena. Setelah ini kau mau kemana? Apa kau akan ke Apartemen Suamimu atau ikut pulang ke Rumah kami? Kamar kalian sudah kami siapkan sedemikian rupa. Kau pasti senang jika kesana.” Tiba tiba Mama bertanya.

 

Tentu saja Ellena terkejut, dia belum siap dengan jawaban untuk pertanyaan ini. Mereka sudah tau belum ya tentang pernikahan ini? Batin Ellena.

 

Alih alih dia menoleh pada Alex  untuk meminta bantuan agar menjawab pertanyaan Mama. Untung Alex  peka. Cepat mendekati mereka.

 

“Mama. Ini adalah hari pernikahan ku. Biarkan kami menikmati malam ini tanpa gangguan. Jadi aku akan membawa Ellena ke Apartemen ku. Disana aku juga sudah menyiapkan kamar begitu indah. Jika sudah beberapa hari aku akan mengajaknya pulang. Mama tidak perlu khawatir.” Ucap Alex.

 

“Oh.. Jadi kalian akan berbulan madu disana? Duh.. Mama kok jadi senang mendengarnya.” Sahut Mama sumringah.

 

Lalu dia mendekatkan mulutnya ke telinga Alex. “Tapi apa benar begitu?” Bisikan Mama penuh penekanan.

 

“Mama! Ya benarlah. Masa enggak. Kan kami baru menikah. Bukannya Mama dan Papa juga dulu begitu? Kak Alin  juga.” Sahut Alex. “Dasar anak pembohong. Kau pikir aku bodoh! Tidak tau apa yang sebenarnya begitu?” Kini Mama berkacak pinggang.

 

“Kau bisa membohongi semua orang, tapi aku tidak! Kau dan dia. ..!”

 

Plup! Alex langsung membungkam mulut Mama. Jika diteruskan ini bahaya!

 

“Sudah Mam. Mama apa apaan sih? Itu dibicarakan nanti saja. OKE!” Alex langsung memanggil Arpha.

 

“Kita pulang ke Apartemen sekarang!”

 

“Baik Tuan.” Alexander menoleh pada Ellena..

 

“Ayo Ellena!” Ellena hanya mengangguk lalu meraih tangan Mama untuk berpamitan. Mama tersenyum, memeluk Ellena dengan hangat.

 

“Jika dia memperlakukanmu dengan tidak baik, beritahu Aku. Aku akan menghajarnya, dan membawamu pulang kerumah.” Bisik Mama.

 

Ellena sempat heran kenapa Mama berpesan seperti itu. Apa pria itu bukan pria baik? Atau Mama menyukai dirinya. Belum sempat Ellena menjawab, Alex sudah menarik tangannya. Mama sendiri menutup mulutnya, heran kenapa dia berpesan seperti itu kepada Wanita yang bahkan belum dikenalnya dengan baik itu.

 

“Sepertinya Mama menyukai Ellena.” Alin berbisik.

 

Mama belaga tersenyum sinis.

 

“Itu hanya trik, agar kita bisa menyelidiki jenis apa wanita itu.” Jawab Mama.

 

Itu tidak sama dengan hatinya. “Benar Ma. Kita tidak boleh mudah percaya lagi. Nanti ujung ujungnya sama seperti Via si ular itu. Kita harus menyelamatkan Alex sebelum jatuh cinta pada istri kontraknya itu.” Sahut Alin.

 

Matanya menatap langkah kaki Alex yang saat ini sudah menjauh dengan menggendong Ellena

 

Alin tersenyum bahagia melihat pasangan pengantin baru itu. Aduh, Sepertinya aku duluan jatuh cinta pada Wanita itu. Dia garuk garuk kepala.

 

“Kau menyukai wanita itu juga kan?” Sekarang giliran Mama yang menyindir Alin.

 

“Oh , tidak semudah itu.” Kilah Alin.

 

Sekarang, mobil yang ditumpangi Alex dan Ellena sudah melaju dengan Arpha berperan sebagai sang sopir seperti saat berangkat tadi.

 

“Maafkan aku. Kau pasti tertekan sekali hari ini.” Ucap Alex.

 

Ellena tersenyum, Alex  mengamati itu. Kenapa senyumnya bisa mendadak semanis ini? Oh, mungkin karena baru kali ini aku melihat senyumnya dengan sedekat ini. Kemarin kemarin, dia belum pernah tersenyum seperti ini juga.

 

“Tidak apa apa Tuan Alex. Aku baik-baik saja.”

 

“Tapi kau harus berpura pura bahagia.”

 

“Tidak apa apa. Bukankah itu sudah menjadi syarat utama darimu. Aku harus berpura pura. Dan aku bisa berpura pura bahagia dengan baik tadi di sana.”

 

Ah, itu sebenarnya bukan jawaban yang diinginkan Alex. Sial, rupanya dia hanya berpura pura bahagia. Ternyata cuma aku yang merasa Bahagia. Alexander seketika menepuk pipinya sendiri. ‘Astaga! Apa yang kupikirkan? Sadar Alex. Ini hanya pernikahan kontrak. Kau bahkan tidak mengenal wanita ini sebelumnya.’

 

“Tuan Alex. Kau kenapa?” Tanya Ellena saat melihat Alelx memukul pipinya sendiri.

 

“Oh, tidak apa apa. Hoam…!” Sekarang pria itu menutup mulutnya yang menguap.

 

“Haha.. aku hanya mengantuk. Aku hanya ingin mengusir rasa kantukku.”

 

“Oh, baiklah. Anda bisa segera beristirahat setelah sampai nanti.” Yang di depan Arpha terkikik, itu sempat dilirik oleh Alex.

 

“Kau sedang menertawakan aku?”

 

Alex memukul kepala Arpha.

 

“Tidak. Hanya saja, kalian berdua adalah pasangan terlucu yang pernah kutemui. Haha.. Kawin kontrak!”

 

“Kau mau aku pecat ya? Beraninya kau membuly ku?”

 

“Ampun Bosku?!” Arpha meminta ampun berkali kali tapi diselingi gelak tawa.

 

“Kata katamu menyinggungku Bodoh!”

 

“Sudah Tuan.” Ellena melerai.

 

“Yang dikatakan Tuan Arpha benar. Kita memang cuma pasangan kawin kontrak. Tidak harus tersinggung. Tidak ada yang tau ini, selain kita bertiga.”

 

Yakin? Mama dan kak Alin sudah tau Bodoh! Mereka sudah tau dan curiga! Alex berteriak, tapi hanya di pikiran saja.

 

“Hem.. tapi aku sedih mendengarnya Ellena. Sekretaris sialan ini menyakiti hatiku. Apa kau pikir aku menginginkan posisi Seperti ini? Tentu saja Tidak!”

 

Ellena tersenyum. “Tidak apa apa. Tuan Arpha hanya ingin menghibur kesedihan anda. Ada baiknya peristiwa ini. Kedepannya, anda harus berhati-hati mencari calon pendamping. Jangan melihat manis mulutnya dan Wajah indahnya. Anda adalah orang terhormat, harus gadis yang benar benar baik dan berbudi pekerti yang baik yang pantas untuk menjadi istri anda.” Ceramah Sok ustadzah Ellena.

 

Padahal dalam hati menjerit. Jangan seperti saya! Salah menilai Bryan Sialan itu! Dasar sialan kau Bryan! Ellena jadi ingat Bryan. Hatinya kembali berdenyut nyeri. Kalau bukan karena perbuatannya, mana mungkin Ellena bisa terjebak disini. Menikah kontrak dengan pria ini dan harus berpura pura bahagia.

 

Yang di depan membatin. ‘Seperti anda contohnya Nona.

 

” “Apa kau juga sudah salah memilih pasangan?” Tanya Alex membuat Ellena yang sedang menahan perih dihatinya seketika berkaca kaca.

 

“Ya. Aku salah satu contohnya. Aku termakan janji manis. Bodohnya, aku sudah tau, tapi aku masih bertahan. Hingga pada akhirnya hanya menyisakan kehancuran.”

 

Kini mereka semua terdiam. Sama sama menikmati perihnya luka akibat sebuah pengkhianat. ______

 

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…
error: Content is protected !!