Dibuang Suami Dinikahi Pria Kaya

Seperti hantu

“Aaaaaa…” Erina berteriak. Dengan spontan Erina memegang dadanya dengan satu tangan dan tangan yang yang sebelahnya memegang handuk bagian bawahnya.

 

Alex yang mendengar teriakan Erina pun ikut terkejut.Hampir saja ia loncat karena kaget.

 

Tanpa bicara Erina berlari masuk kembali ke kamar mandi.” Astaga untung saja tapi cepet lihat! kalau enggak?” Erina bergidik ngeri membayangkan tadi jika buka handuk di hadapan Alex. Kesal? Tentu!

 

Dengan cepat Erina mengenakan pakakiannya.

 

Berbeda dengan Alex.Ia tersenyum smirk melihat reaksi Erina.’ Em.padahal tadi pemandangnya  indah.Coba dia gak balik badan pasti_’ Alex geleng geleng kepala saat pikirannya mulai liar.

 

“Wah pasti pencak silat nih dia nanti. Mending kabur ah…!” Alex berbicara sangat pelan mungkin yang bisa hanya dia sendiri.  Sebelum pintu kamar mandi terbuka Alex  segara bagun dan buru buru berjalan keluar.

 

Setelah memastikan berpakian lengkap Erina yang sudah kesal ingin sekali mengomeli Alex. Erina dengan cepat membuka pintu kamar mandi. Betapa terkejutnya Erina saat melihat kamar yang kosong.

 

“Loh! Ko gak ada.Tadi ada disini?”

 

” Gak mungkinkan aku halu.Tadi benarkan ada tuan Alex? Ish…kaya hantu aja bentar ada bentar ilang!”

 

“Pasti udah keluar”. Tebaknya lagi. “

 

Ish..!” Erina  jadi kesal sendiri. Niatnya pengen ngomel malah orang yang mau di omelinnya gak ada.

 

Mama yang baru saja keluar dari kamarnya.Melihat Alex  yang keluar kamar terburu buru memicingkan matanya.Mama ingin bertanya tapi Alex  sudah keburu menuruni tangga.

 

Mama melanjutkan jalannya karena ia juga akan turun belum sampai tangga. Mama melihat Erina keluar kamar dengan terburu buru sama halnya Alex.

 

“Loh Erina kenapa kalian buru buru? Tanya Mama keheranan.

 

“Kalian?” Bukannya menjawab Erina malah balik bertanya.

 

“Ia. Barusan Alex  juga keluar kamar buru buru,kamu juga.”

 

‘ Berati aku bener gak halu. Ih ngeselin banget!’ batin Erina kesal.

 

“Heehee.Gak apa apa mah. Kirain aku Mas Alex belum pulang malahan.” Erina mulai berakting.

 

“Emang tadi gak ketemu di dalam?” Mama tambah heran.

 

” Enggk Ma. Tadi Aku lagi di kamar mandi.”

 

‘ Emang benerkan aku gak bohong.Semoga Mama gak curiga.’ batin Erina.

 

” Ya udah kita kebawah sekarang Erina.” Ajak Mama.

 

“Ayo Ma.” Erina dan Mama berjalan beriringan menuruni anak tangga satu persatu. Karena ini sudah waktunya makan malam jadi mereka langsung menuju dapur.

 

Benar saja Alex sudah duduk manis disana. Walau masih kesal Erina tak mampu berbuat banyak apalagi ada Mama.

 

” Udah pulang mas?” Tanya Erina matanya sedikit melotot melihat  Alex, seperti sedang minta penjelasan.

 

Alex  yang menyadari tatapan Erina hanya menelan ludahnya kasar.

 

Tapi bibirnya tetap tersenyum.

 

” Udah sayang barusan.” jawab Alex.

 

Erina  menganggukan kepalanya, kemudian mengambil tangan Alex dan menciumnya dengan takzim. Alex yang tak mau melewati kesempatan ini balik mencium kening  Erina.

 

‘ Mulai cari kesempatan dalam kesempitan.  Pengen bet nampol dah’ Erina hanya mampu protes dalam hatinya saja.

 

‘ Pintar sekali kalian akting di depan Mama!’ batin Mama. Saat menyaksikan adegan romantis di depan matanya.

 

Mama mendudukan dirinya di kursi yang berseberangan dengan Alex sedangkan Erina mengambil tempat duduk di samping Alex..

 

Erina mulai menyendokkan nasi dan lauk pauk mengisi piring Alex, Erina juga mengambil piring Mama dan mengisinya.Selesai melayani Alex dan Mama kini Erina mengambil makanan untuknya sendiri kemudian ikut duduk di samping Alex..

 

‘ Semoga momen seperti ini akan selalu ada’ batin Alex menikmati perannya sebagai suami.

 

‘ Erina kamu bikin Mama galau’ batin Mama. Ya tentu Mama di buatnya galau karena disalah satu sisi Mama harus waspada tapi di sisi lain Mama juga sudah Menyukai Erina dari awal pertemuan mereka.

 

Makan malam berlangsung dengan hening. Tiga orang itu menikmati hidangannya masing masing. Sesekali Alex melirik Erina  yang sedang pokus dengan makanan di piringnya.

 

Di Tempat lain!.

 

“Kenapa  Kakak begitu ceroboh! Sia sia dong usahaku selama ini!” Ucap seorang wanita di balik telpon.

 

” Awalnya semua rencana berjalan sempurna.Tapi entah apa yang terjadi pernikahan itu tetap berlangsung!” Jawab si lelaki nada suaranya pun sudah naik satu oktap sama emosinya.

 

“Terserlah lah Kak. Yang penting janji Kakak.  Kakak tepati. Aku meminta hakku!”

 

“Kamu gak usah khawatir Kakakakan kasih yang sudah  Kakak janjikan padamu. Tapi ada satu syaratnya!” Dia berseringai di balik telpon.

 

“Syarat apalagi. Kerjaanku udah beres!” Hardiknya.

 

Lekaki itu berbicara memelankan suaranya.Memberitahu rencana yang ia miliki.

 

“Ok aku setuju! Setelah itu selesai berikan hakku!” vanya mematikan sambungan telponnya.Kali ini ia benar benar kesal,tugasnya sudah selesai untuk membuat Alex tergila gila padanya,Dia juga sudah berhasil membuat Alex terpuruk dengan pergi di saat akan melangsungkan pernikahan.

 

‘ Dasar gila’ mengumpati Kakaknya.

 

Ya. Fico memang kesal karena tidak berhasil membuat Alex  jatuh,maka dari itu ia membutuhkan Via  sekali lagi untuk menghancurkan rumah tangga Alex.

 

Di kamar!

 

Suasana malam yang terasa mencekam bagi Alex. Alex tau Erina pasti kesal karena kejadian tadi. Erina lupa bahwa dia memiliki hadiah untuk Erina.

 

Alex berjalan mendudukan dirinya di sofa.Matanya tak sengaja melihat paper bag yang ia bawa tadi.

 

‘ Ya ampun. Aku melupakan hadiah untuk Erina.’ batinnya.

 

Tadi Erina masih di bawah membantu Mama membereskan piring kotor. Beberapa saat pintu terbuka,munculah sosok Erina  yang sedari tadi Alex tunggu tunggu.

 

Erina berjalan memasuki kamar. Wajahnya datar. Ia  berjalan melewati Alex  seolah olah tak melihat keberadaannya.

 

Alex yang kesal karena tidak di anggap. Alex  mengeluarkan suaranya.

 

“Ehm..” Alex berdehem.Tapi Alex  sedikit terkejut dengan reaksi Erina.  Erina  menghentikan langkahnya,kepalanya celingukan menengok kanan dan kiri.

 

“Suara apaan ya tadi? Sepertinya kamar ini berhantu. Hih…!”  Erina berlari melompat ke Kasur menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

 

“Eh! Kurang asem ya kamu. Ngatain aku hantu!” teriak Alex. Alex pun berlari ke arah Erina melompat ke atas kasur. Posisis Alex. kini berada di atas Erina.

 

“Ngomong apa kamu tadi hah!”  Ucap Alex, tangannya menggelitik pinggang Erina.

 

Didalam selimut Erina  tidak tahan menahan geli karena Alex  terus menggelitiknya.

 

” Hahhaahha..” Lepaskan tuan.

 

“Tidak.aku akan menghukummu! Berani beraninya kamu ngatain aku.” Alex menarik selimut yang menutupi tubuh Erina.

 

Erina memegang kedua tangan Erina mengacungkannya keatas. Alex  sedikit menunduk hingga wajahnya dengan Erina hanya berjarak beberapa centi saja,terdengar jelas deru napas mereka masing masing.

 

Melihat hal itu Erina menjadi gugup.Ia menyesali perbuatannya yang awalnya ingin mengerjai Alex. Eh. Malah ia yang di kerjain sekarang.

 

“Tu_tuan mau apa?” tanya gugup.

 

“Aku mau kasih kamu hukuman.”

 

“Ampun tuan.maafkan saya” Erina ketakutan.

 

Alex semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Erina hingga tak ada jarak diantara mereka.Jantung mereka terdengar saling bersautan satu sama lain. Bukan Erina tidak melawan tapi tenaganya kalah dengan tenaga  Alex  yang mengukung tubuhnya.

 

Alex  yang mendapatkan kesempatan seperti ini langsung mencium bibir tipis Erina,mengulumnya dengan rakus tanpa peduli lawannya yang memberontak.

 

‘ Bibirnya membuat candu. Manis,kenyal.

 

Ah..sungguh membuatku terus terbayang’ Batin Alex yang terus merasai bibir Alex.

 

Hingga beberapa saat kemudian Alex melepaskan ciumannya pada Erina.

, jika diteruskan Alex takut tidak bisa mengontrol diri.

 

Alex segera bagun dan berlari kekamar mandi sebelum Erina  pencak silat.Dan benar saja saat Alex  berhasil menutup pintu. Terdengar teriakan Erina

 

“Tuaannn!”

Lates Chapters

Melahirkan( happy ending)

Hampir seperempat jam, akhirnya mobil Alex tiba di klinik. Alex  memarkirkan mobilnya. Alex  keluar, lalu memanggil suster untuk membantu Erina. Dua orang suster mengikuti Alex …

Erina kontraksi.

Erina menunggu Alex di dalam mobil. Erina  sudah tidak sabar untuk menyantap belalang goreng. Air liurnya sudah ingin menetes membayangkan betapa renyahnya belalang berpadu gurih,…

Perkara belalang goreng.

Hoam. Erina menutup mulutnya. Saat ini Erina  baru saja bagun tidur siang, Erina tersenyum pertama kali ketika membuka mata pemandangan indah ada di hadapannya. Bagaimana…

Mengunjungi Via.

Lubis  memperhatikan gambar yang di tunjuk Alika, raut wajahnya seketika berubah. Lubis memperhatikan foto USG yang ada di tangannya. Mata berbinar memancarkan kebahagian. "Alika! Apa…

Lubis meminta maaf.

Dokter Lidia tersenyum, lalu pandangannya mengarah ke layar. "Sepertinya Dede bayi masih malu malu, tuh liat di sembunyikan." ucap Dokter Lidia terkikik pelan. Posisi bayi…

Periksa kandungan.

Pemberitaan pagi ini di penuhi pemberitaan tentang klarifikasi Alex kemarin malam. Berbagai judul yang muncul membuat Alex  geleng geleng kepala. ‘Klarifikasi mantan tunangan via terkait…

Klarivikasi Alex.

Alex  mulai kesal, para wartawan tidak ada satupun yang pergi, mereka masih menunggu Alex. "Jo. Kita pulang sekarang, jika menunggu mereka mau sampai kapan?" Alex.mulai…

Viral.

Pagi ini dihebohkan dengan berita Viral seorang model hamil di luar nikah. Bahkan vidionya sudah tersebar di berbagai aplikasi di medsos. Berita di TV pagi…

Hancurnya Via.

Via masih saja mengelak tidak mau mengakui kebenarannya. Lubis mulai jengah. Lalu Alika yang sedari diam, mulai berbicara. "Lebih baik sekarang kita cek ke Dokter,…

Kabar kehamilan Via.

Kamu itu kenapa Vi? ko muntah muntah gini kaya orang hamil aja." Tanya Alika  Istri Lubis.Alika membantu Vanya memijat tengkuknya. Tadi selepas Via berlari ke…

Air mata bahagia.

Begitu sampai di rumah sakit Alex langsung membawa Erin ke IGD. "Sus. Tolong istri saya!" Teriak Alex  memanggil Suster jaga. Suster yang mendengar pun langsung…

Trauma Erina.

Erina  begitu bahagia berada dalam keluarga Alexander, mempunyai Mertua yang baik, Kakak Ipar  juga baik. Itu idaman semua wanita di seluruh penjuru dunia. Tidak terbayangkan…

Berita mengejutkan.

Terserah kamu sayang, kalau memang kamu suka ambil aja." "Mas! Ini cantik banget." Erina  menunjukan aksesoris Hp yang berpasangan, Asesoris itu berupa casing kapel, yang…

Hari terakhir bulan madu.

Mas. Ayo bangun!’’ Erina  mengguncang tubuh suaminya yang masih bergulung di bawah selimut. Perlahan Alex membuka matanya, ‘’ Mau kemana Yank? Ko udah cantik.’ Tanya…

Bulan madu yang tertunda.

ini Erina dan juga Alex  sedang duduk di balkon kamar, menikmati indahnya malam sambil bercengkrama. Mereka bercerita hal apa saja yang membuat mereka tertawa, bahkan…

POV Via.

Pov Via. Malam ini Via menghabiskan malam panas nya bersama dengan David. Awal pertemuan mereka sungguh di luar dugaan. Via yang sedang galau karena Alex…

Siapa dalang di balik semua ini?

Keesokan hari saat Alex ingin berangkat kerja, seorang perawat masuk dalam ruang rawat Erina. "Permisi Tuan, Maaf. Anda diminta keruangan Dokter Nando sekarang." Ucap Perawat…

Penyusup.

Siapa Dia? Di rumah sakit Mama sangat telaten mengurusi Arumi walaupun Mama sendiri terlihat masih sangat lemas tapi Mama lebih mementingkan menantu kesayangannya dibanding dirinya…

Keguguran.

Dengan langkah gontai Alex keluar dari ruangan dokter, hatinya begitu hancur sekarang rasa bersalah dan menyesal menyelimuti hatinya. Andai saja! andai saja waktu bisa diputar…

Penyelamatan part1

Sam sudah mengatur strategi agar dia bisa dengan leluasa masuk dan mengecek setiap ruangan yang ada di gedung tersebut. Dengan sengaja Sam melempar batu ke…
error: Content is protected !!