Table of Contents
- Chapter 1: Suasana Club Malam
- Chapter 2: Bab 2. Pertemuan Malam
- Chapter 3: Bab 3. Profesional Kerja
- Chapter 4: Bab 4. Pria di dalam Mobil
- Chapter 5: Bab 5. Pagi yang Membingungkan
- Chapter 6: Bab 6. Kepergian Anggun
- Chapter 7: Bab 7. Pekerjaan yang Berbeda
- Chapter 8: Bab 8. Kemarahan Jesika
- Chapter 9: Bab 9. Tetap Profesional
Lates Chapters
Bab 9. Tetap Profesional
Jesika mendekat dengan langkah tegas, matanya yang tajam tidak pernah lepas dari Anggun yang duduk di meja sambil meneguk minumannya. Dentuman musik dari klub malam semakin menggema, seakan memperkuat ketegangan di antara keduanya. Suasana di sekitar mereka tampak seperti dunia yang terpisah, namun…
Bab 8. Kemarahan Jesika
Anggun mengangkat tubuhnya dari ranjang, matanya masih terasa berat akibat tidur yang tak nyenyak. Suasana pagi itu begitu sepi, hanya suara detak jam di sudut kamar yang terdengar. Saat Anggun baru saja membuka matanya, Mila masuk dengan ekspresi cemas, membawa kabar yang membuat…
Bab 7. Pekerjaan yang Berbeda
Pria itu bangkit dari sofa dengan langkah mantap, mendekat ke meja kecil yang terletak di sisi ruangan. Ia mengambil dua gelas kristal yang berisi minuman berwarna keemasan, tampaknya wiski atau mungkin minuman keras lainnya. Dengan gerakan yang tenang, pria itu kembali ke arah…
Bab 6. Kepergian Anggun
Suasana di club malam itu penuh dengan dentuman musik keras yang menggetarkan lantai, lampu warna-warni yang berkelap-kelip menciptakan suasana yang semarak. Mila, seperti biasa, berada di tengah keramaian, mengenakan pakaian seksi yang menggoda. Matanya berbinar, bibirnya terulas senyum manis yang sudah menjadi bagian…
Bab 5. Pagi yang Membingungkan
Cahaya matahari pagi menembus celah-celah tirai kamar Anggun, menghangatkan ruangan dengan sinarnya yang lembut. Anggun terbangun, tapi seperti kebiasaannya, ia tidak langsung bangkit. Tubuhnya masih terbaring di atas kasur, dengan selimut yang tersampir di pinggang. Rambutnya yang terurai tampak berantakan, namun tidak mengurangi…
Comments
9 Chapters
Chapter 1: Suasana Club Malam
Di sebuah sudut club malam yang dipenuhi dengan lampu gemerlap dan dentuman musik yang memekakkan telinga, seorang gadis muda bernama Anggun Maharani, duduk di kursi bar. Rambutnya tergerai rapi, wajahnya cantik dengan riasan tebal yang tampak sempurna di bawah cahaya lampu warna-warni. Pakaian…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Pertemuan Malam
Di tengah gemerlap lantai dansa, Mila dan Anggun larut dalam setiap dentuman musik yang menghentak. Tawa kecil Mila terdengar di sela-sela gerak tubuh mereka yang mengikuti irama. Anggun, meski sebelumnya tenggelam dalam pikirannya, kini mulai menikmati suasana. Namun, suasana itu mendadak berubah…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Profesional Kerja
Anggun duduk dengan anggun di samping Handoko, menjaga sikapnya tetap tenang meski hatinya terasa bergetar. Dengan senyum menawan yang telah lama ia latih, ia menatap Handoko, mencoba membaca ekspresi pria itu. “Bapak Handoko,” ucapnya lembut dengan nada menggoda. “Apa yang bisa…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Pria di dalam Mobil
Malam itu terasa sunyi, hanya suara langkah kaki Anggun yang beradu dengan trotoar yang terdengar di antara dinginnya udara kota. Jalanan mulai lengang, lampu-lampu jalan berdiri seperti saksi bisu, memancarkan cahaya redup yang membingkai bayangannya. Gaun yang ia kenakan sedikit berkibar tertiup angin…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Pagi yang Membingungkan
Cahaya matahari pagi menembus celah-celah tirai kamar Anggun, menghangatkan ruangan dengan sinarnya yang lembut. Anggun terbangun, tapi seperti kebiasaannya, ia tidak langsung bangkit. Tubuhnya masih terbaring di atas kasur, dengan selimut yang tersampir di pinggang. Rambutnya yang terurai tampak berantakan, namun tidak mengurangi…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Kepergian Anggun
Suasana di club malam itu penuh dengan dentuman musik keras yang menggetarkan lantai, lampu warna-warni yang berkelap-kelip menciptakan suasana yang semarak. Mila, seperti biasa, berada di tengah keramaian, mengenakan pakaian seksi yang menggoda. Matanya berbinar, bibirnya terulas senyum manis yang sudah menjadi bagian…
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Pekerjaan yang Berbeda
Pria itu bangkit dari sofa dengan langkah mantap, mendekat ke meja kecil yang terletak di sisi ruangan. Ia mengambil dua gelas kristal yang berisi minuman berwarna keemasan, tampaknya wiski atau mungkin minuman keras lainnya. Dengan gerakan yang tenang, pria itu kembali ke arah…
ReadmoreChapter 8: Bab 8. Kemarahan Jesika
Anggun mengangkat tubuhnya dari ranjang, matanya masih terasa berat akibat tidur yang tak nyenyak. Suasana pagi itu begitu sepi, hanya suara detak jam di sudut kamar yang terdengar. Saat Anggun baru saja membuka matanya, Mila masuk dengan ekspresi cemas, membawa kabar yang membuat…
ReadmoreChapter 9: Bab 9. Tetap Profesional
Jesika mendekat dengan langkah tegas, matanya yang tajam tidak pernah lepas dari Anggun yang duduk di meja sambil meneguk minumannya. Dentuman musik dari klub malam semakin menggema, seakan memperkuat ketegangan di antara keduanya. Suasana di sekitar mereka tampak seperti dunia yang terpisah, namun…
Readmore





