Table of Contents
Lates Chapters
Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan
Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan BRUK! Tidak disangka oleh siapa pun. Humaira. Ia ada di sana, di sepersekian detik terakhir. Mendorong tubuh jangkung sang penyelamat. Almas jatuh tersungkur, selamat dari incaran pisau. Tapi Humaira yang baru saja masuk dalam…
Bab 5. Kejahatan Yang Mengintai
Tak ingin berlama-lama di kampung yang memberi kenangan buruk ini, Humaira segera kembali ke rumahnya untuk mengemas barang yang ia rasa berharga untuk terakhir kali. Setelah semua barang itu telah masuk ke dalam tas ranselnya yang usang. Humaira segera keluar dari rumahnya, setelah…
Bab 4. Menggoreng Tukang Julid
Tidak mau ambil pusing dengan segala overthinking-nya semalam. Humaira segera bergegas bersiap untuk pergi. Ia akan kembali ke rumah sakit untuk berpamitan dan membawa bayi kembar yang menjadi tanggung jawabnya, tanggung jawab yang paling besar menurutnya. Bayangkan saja, ia tak punya…
Bab 3. Marga As-Sharif
Kedua bola mata Humaira rasanya hampir keluar dari tempatnya. Gadis lusuh itu menggosok kedua telinganya, memastikan bahwa ia tidak salah dengar. "Apa-apaan respon mu itu, Humey? Jangan bilang kamu percaya rumor bahwa Bibimu ini tidak memiliki suami, heh?" Aisha yang gemas segera…
Bab 2. Tawaran Bibi Aisha
Begitu mendengar kabar bahwa bibinya mungkin bisa membantu persoalan hutangnya yang pelik, Humaira tanpa pikir panjang mengemasi barangnya. Ia membawa pakaian dan beberapa benda usang, namun ia sayang. Ia tak sempat memikirkan apa syarat yang akan diajukan oleh sang bibi. Ia hanya mempercayai…
Comments
6 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Terancam Dijual
"Oh jadi ini ini yang dimaksud Pak Broto, penampilan kayak ustadzah tapi jual diri untuk melunasi hutang? Pas pinjam duitnya halal, masa ngembaliinnya pakai uang haram?" "Ditawarin kerjaan nggak mau, eh malah buka baju." Selentingan itu terdengar tak hanya dari satu…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Tawaran Bibi Aisha
Begitu mendengar kabar bahwa bibinya mungkin bisa membantu persoalan hutangnya yang pelik, Humaira tanpa pikir panjang mengemasi barangnya. Ia membawa pakaian dan beberapa benda usang, namun ia sayang. Ia tak sempat memikirkan apa syarat yang akan diajukan oleh sang bibi. Ia hanya mempercayai…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Marga As-Sharif
Kedua bola mata Humaira rasanya hampir keluar dari tempatnya. Gadis lusuh itu menggosok kedua telinganya, memastikan bahwa ia tidak salah dengar. "Apa-apaan respon mu itu, Humey? Jangan bilang kamu percaya rumor bahwa Bibimu ini tidak memiliki suami, heh?" Aisha yang gemas segera…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Menggoreng Tukang Julid
Tidak mau ambil pusing dengan segala overthinking-nya semalam. Humaira segera bergegas bersiap untuk pergi. Ia akan kembali ke rumah sakit untuk berpamitan dan membawa bayi kembar yang menjadi tanggung jawabnya, tanggung jawab yang paling besar menurutnya. Bayangkan saja, ia tak punya…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Kejahatan Yang Mengintai
Tak ingin berlama-lama di kampung yang memberi kenangan buruk ini, Humaira segera kembali ke rumahnya untuk mengemas barang yang ia rasa berharga untuk terakhir kali. Setelah semua barang itu telah masuk ke dalam tas ranselnya yang usang. Humaira segera keluar dari rumahnya, setelah…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan
Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan BRUK! Tidak disangka oleh siapa pun. Humaira. Ia ada di sana, di sepersekian detik terakhir. Mendorong tubuh jangkung sang penyelamat. Almas jatuh tersungkur, selamat dari incaran pisau. Tapi Humaira yang baru saja masuk dalam…
Readmore





