Membawa Dua Anak Kiai

By: helga.zey
140 Readers 6 Chapters 9.9

Chicklit

  "Tadi saya lihat ada bayi loh di mobil kamu! Jangan bilang selama ini ternyata kamu hamil duluan, ya?" sahut warga lain, saat melihat Humaira lewat di depan rumahnya.   "Oh, jadi gamis lebar yang dia pakai tuh sengaja buat nutupin perut buncitnya. Aduh-aduh, kalo saya…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan

Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan   BRUK!   Tidak disangka oleh siapa pun. Humaira. Ia ada di sana, di sepersekian detik terakhir. Mendorong tubuh jangkung sang penyelamat.   Almas jatuh tersungkur, selamat dari incaran pisau. Tapi Humaira yang baru saja masuk dalam…

Bab 5. Kejahatan Yang Mengintai

Tak ingin berlama-lama di kampung yang memberi kenangan buruk ini, Humaira segera kembali ke rumahnya untuk mengemas barang yang ia rasa berharga untuk terakhir kali. Setelah semua barang itu telah masuk ke dalam tas ranselnya yang usang. Humaira segera keluar dari rumahnya, setelah…

Bab 4. Menggoreng Tukang Julid

  Tidak mau ambil pusing dengan segala overthinking-nya semalam. Humaira segera bergegas bersiap untuk pergi.    Ia akan kembali ke rumah sakit untuk berpamitan dan membawa bayi kembar yang menjadi tanggung jawabnya, tanggung jawab yang paling besar menurutnya. Bayangkan saja, ia tak punya…

Bab 3. Marga As-Sharif

Kedua bola mata Humaira rasanya hampir keluar dari tempatnya. Gadis lusuh itu menggosok kedua telinganya, memastikan bahwa ia tidak salah dengar.    "Apa-apaan respon mu itu, Humey? Jangan bilang kamu percaya rumor bahwa Bibimu ini tidak memiliki suami, heh?" Aisha yang gemas segera…

Bab 2. Tawaran Bibi Aisha

Begitu mendengar kabar bahwa bibinya mungkin bisa membantu persoalan hutangnya yang pelik, Humaira tanpa pikir panjang mengemasi barangnya. Ia membawa pakaian dan beberapa benda usang, namun ia sayang. Ia tak sempat memikirkan apa syarat yang akan diajukan oleh sang bibi. Ia hanya mempercayai…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
6 Chapters

Chapter 1: Bab 1. Terancam Dijual

Oleh: helga.zey
"Oh jadi ini ini yang dimaksud Pak Broto, penampilan kayak ustadzah tapi jual diri untuk melunasi hutang? Pas pinjam duitnya halal, masa ngembaliinnya pakai uang haram?"   "Ditawarin kerjaan nggak mau, eh malah buka baju."   Selentingan itu terdengar tak hanya dari satu…
Readmore

Chapter 2: Bab 2. Tawaran Bibi Aisha

Oleh: helga.zey
Begitu mendengar kabar bahwa bibinya mungkin bisa membantu persoalan hutangnya yang pelik, Humaira tanpa pikir panjang mengemasi barangnya. Ia membawa pakaian dan beberapa benda usang, namun ia sayang. Ia tak sempat memikirkan apa syarat yang akan diajukan oleh sang bibi. Ia hanya mempercayai…
Readmore

Chapter 3: Bab 3. Marga As-Sharif

Oleh: helga.zey
Kedua bola mata Humaira rasanya hampir keluar dari tempatnya. Gadis lusuh itu menggosok kedua telinganya, memastikan bahwa ia tidak salah dengar.    "Apa-apaan respon mu itu, Humey? Jangan bilang kamu percaya rumor bahwa Bibimu ini tidak memiliki suami, heh?" Aisha yang gemas segera…
Readmore

Chapter 4: Bab 4. Menggoreng Tukang Julid

Oleh: helga.zey
  Tidak mau ambil pusing dengan segala overthinking-nya semalam. Humaira segera bergegas bersiap untuk pergi.    Ia akan kembali ke rumah sakit untuk berpamitan dan membawa bayi kembar yang menjadi tanggung jawabnya, tanggung jawab yang paling besar menurutnya. Bayangkan saja, ia tak punya…
Readmore

Chapter 5: Bab 5. Kejahatan Yang Mengintai

Oleh: helga.zey
Tak ingin berlama-lama di kampung yang memberi kenangan buruk ini, Humaira segera kembali ke rumahnya untuk mengemas barang yang ia rasa berharga untuk terakhir kali. Setelah semua barang itu telah masuk ke dalam tas ranselnya yang usang. Humaira segera keluar dari rumahnya, setelah…
Readmore

Chapter 6: Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan

Oleh: helga.zey
Bab 6. Dasar Pria Tidak Sopan   BRUK!   Tidak disangka oleh siapa pun. Humaira. Ia ada di sana, di sepersekian detik terakhir. Mendorong tubuh jangkung sang penyelamat.   Almas jatuh tersungkur, selamat dari incaran pisau. Tapi Humaira yang baru saja masuk dalam…
Readmore
error: Content is protected !!