Table of Contents
Lates Chapters
Bab 36 – Pelukan
Apakah memang waktuku berakhir di sini? Di sisimu? Permainan waktu memang tak bisa kukendalikan. Yang aku mau, kebahagiaan itu tetap hadir untukku dan kamu. * * Dale menatap Elaine dengan pandangan yang sulit Elaine gambarkan. “Semua orang mencarimu. Seharusnya kamu makan bersama…
Bab 35 – Pulang …
Aku hanya ingin pulang. Bawa aku kembali ke asalku, ke tempat di mana seharusnya aku berada. Aku mohon …. * * Itu suara Tommy. Tangan Tommy bergerak dan memegang tangan kanan Elaine. Elaine terkejut dan menatap Tommy. Senyum Tommy terurai manis. Tatapan…
Bab 34 – Menara?
Menara?Jika aku ke sana, bisakah menara itu mengantarkan aku pulang? Aku gembira menikmati hidupku di masa ini, tapi jika aku hanya membawa masalah buatnya … bisakah aku pulang? * * Di depan Elaine, wanita berkulit hitam itu berdiri menatap Elaine dengan…
Bab 33 – Diusir!
Apa yang harus aku lakukan? Kenapa kamu menjauh lagi dan melihatku seperti hama yang harus disingkirkan? Aku bingung denganmu! * * Tidak ada siapapun di sana. Tidak ada Dale. Tidak ada si tampan berwajah dingin itu. Tommy menoleh pada ayahnya. Dia menarik…
Bab 32 – Cinta
Cinta? Tentu aku mengharapkannya. Tetapi cinta itu bukan darimu. Cinta itu … dia … apakah akan hadir untukku? * * Tommy menatap Elaine. Dari pandangannya jelas dia serius dengan ucapannya. ”Sorry, I don’t ….” Elaine tidak mau salah mengira maksud perkataan Tommy.…
Comments
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1 – Menara
Jika aku bisa pergi jauh darimu, aku rela bersembunyi di sebuah menara yang tinggi, dan kamu tak akan mungkin menggapaiku * * Sayup-sayup terdengar suara deburan ombak menghantam bibir pantai, disusul cicit burung camar yang bersahutan. Elaine membuka mata. Suara deburan ombak menderu…
ReadmoreChapter 2: Bab 2 – Hutan
Hutan yang indah dengan aneka flora menakjubkan, tetapi aku … aku sendirian … aku merasa ngeri! * * Pintu terbuka lebar, dingin makin menusuk kulit Elaine. Matahari sudah agak tinggi, tetapi dingin masih sangat terasa. Di hadapan Elaine, padang luas menghijau terbentang, dengan…
ReadmoreChapter 3: Bab 3 – Waktu
Waktu tak mungkin kembali, tak juga bisa diulang. Tapi waktuku … mengapa justru mempermainkan aku? * * “Where am I?” Elaine akhirnya mengucapkan bahasa Inggris juga. “She’s not a fairy. She speaks English, Kerry,” ujar pria muda itu, masih menatap dengan penuh…
ReadmoreChapter 4: Bab 4 – Gaun
Penampilan tidak selalu jadi hal utama. Tapi apa yang kamu pakai, sangat mungkin menunjukkan dari mana kamu berasal. * * Pria tampan itu, yang sedikit lebih tinggi dari Tommy melangkah masuk. Dia melempar tatapan dingin dan kaku, tapi tidak mengurangi ketampanannya. Elaine memandang…
ReadmoreChapter 5: Bab 5 – Dallion
Apakah kenyataan itu? Apakah mimpi itu? Mengapa aku tak mampu membedakannya? * * Kerry yang memang merasa Elaine makhluk istimewa, kembali yakin, Elaine bukan manusia biasa. Dia tidak tahu bagaimana berpakaian seperti wanita lainnya. Kerry pun membantu Elaine mengenakan gaun itu. Dengan…
ReadmoreChapter 6: Bab 6 – Depresi
Kebingungan karena tak paham yang terjadi bukan berarti mengalami depresi. Tidak bisakah kalian mendengar dan memahami? * * “Elaine,” Stephanie membuka suaranya. Lembut dan tenang. “Kami hanya mau kamu jujur. Mungkin kamu ada masalah di keluarga, atau ada sesuatu yang buruk kamu…
ReadmoreChapter 7: Bab 7 – Film
Tidak masuk akal. Seperti sebuah film saja. Jika iya, apa judul film yang sedang aku mainkan? * * “Aku pasti sedang ada di sebuah film, Kerry. Mana sutradaranya? Boleh tidak, aku tahu ini film tentang apa? Aku tidak pernah ikut audisi apapun.…
ReadmoreChapter 8: Bab 8 – Gila?
Otakku baik-baik saja, tubuhku juga tidak sedang sakit. Hati dan jiwaku kalut, itu benar. Tapi aku tidak gila! Aku masih waras! * * Stephanie membuka pintu kamar selebar-lebarnya. Seorang pria dengan tas hitam besar masuk ke dalam kamar. Elaine yakin itu pria…
ReadmoreChapter 9: Bab 9 – Malu
Mata itu, wajah itu … membuat aku terpaku dan … bertingkah bodoh di depannya. Sedang jantungku melaju begitu cepat. Apa yang terjadi dengan hatiku? * * Elaine melihat pada Kerry yang meneliti pergelangan tangannya. Kerry memegang tangan Elaine, memutarnya ke kiri dan…
ReadmoreChapter 10: Bab 10 – Kuda
Berlari, melompat, dan menerjang angin! Kuda-kuda itu bebas di udara terbuka … Lalu aku? Aku terjebak dengan semua yang tidak mungkin aku pahami. * * Air mata kembali tumpah. Elaine menangis lagi di dalam kamar. Dia duduk sambil sibuk mengusap wajahnya yang…
ReadmoreChapter 11: Bab 11 – Terpesona
Gagah dan tampan. Debaran makin kuat di jantungku saat memandangmu … Tapi hatiku ciut ketika kamu di depanku … Aku tahu kamu ingin aku lenyap dari hadapanmu. Sayangnya, aku sungguh terpesona! * * Degupan kencang seketika merambah dada Elaine. Beberapa kuda berlari…
ReadmoreChapter 12: Bab 12 – Obat
Aku seperti setengah gila! Masih belum tahu apa yang terjadi denganku. Bagaimana aku yakin jika aku memang berada jauh di negeri orang, dan terjebak di masa lalu? Siapa yang akan menjelaskannya padaku? * * Tangisan Elaine terdengar hingga keluar kamar. Kerry yang…
ReadmoreChapter 13: Bab 13 – Nyata
Apa boleh buat? Rumah besar klasik, peternakan kuda, gaun panjang, dan kehidupan koboi, itu memang ada di depan mata. Nyata. Terima saja! Bukankah semua yang diijinkan terjadi pasti ada maksud baik di dalamnya? * * Dentingan piano terdengar mengalun manis dari rumah…
ReadmoreChapter 14: Bab 14 – Tatapannya
Jantungku seperti hampir berhenti saat mata tajammu menatapku. Percikan dan letupan, rasanya memenuhi hatiku hingga ingin meluap. Apakah mungkin aku jatuh cinta? * * Tubuh Elaine sedikit oleng dan terdorong ke belakang. Elaine merasa hampir tidak mampu menyanggah dirinya, pasti dia akan…
ReadmoreChapter 15: Bab 15 – Alright
Aku baik-baik saja. Aku berusaha menikmati semua yang tidak masuk akal yang ada di depanku. Apa lagi yang akan hadir? Entahlah, tapi aku harus baik-baik saja! * * Pintu kamar Dale terbuka. Elaine melangkah masuk dengan hati berdebar ke dalam kamar dan…
ReadmoreChapter 16: Bab 16 – Permohonan
Tidak ada pilihan. Masa lalu adalah masa kini bagiku. Aku harus menjalaninya. Menolak tidak ada guna, melawan pun tidak ada daya. Permohonanku, di masa lalu yang jadi masa kiniku, aku ingin hidupku berarti. * * Ruang kerja Erick sangat rapi dan nyaman.…
ReadmoreChapter 17: Bab 17 – Pelayan
Rumah besar dan indah. Begitu luas dengan banyak barang dan pekerjaan. Bekerja di sana, mengapa tidak? Aku pasti mampu jadi pelayan yang bisa diandalkan. * * Erick masih belum berbicara apa-apa atas permintaan Elaine. Yang Elaine ucapkan itu menunjukkan dia punya karakter dan…
ReadmoreChapter 18: Bab 18 – Diterima
Tidak pernah aku kira, aku tinggal di rumah besar dan luas. Sangat indah. Seharusnya aku bak putri yang tinggal di istana. Sayangnya, aku memaksa diriku menjadi pelayan … * * ”Ayolah, Dale. Jangan sampai kita lambat. Mama dan papa pasti sudah menunggu.”…
ReadmoreChapter 19: Bab 19 – Mulai
Tak bisa mengelak, hidupku sekarang ada di masa lampau. Aku akan menulis setiap peristiwa menjadi sejarah yang tidak akan aku lupakan. Apakah akan berguna? Siapa yang tahu. * * Elaine berdiri di halaman belakang rumah besar Dallion. Dia memandang pada hamparan alam…
ReadmoreChapter 20: Bab 20 – The Room
Jangan biarkan kamarnya kotor, atau dia akan menerkam kamu! Bisakah kamu membuat dia tersenyum? * * Elaine terhenyak. Seketika langkahnya terhenti dan seperti membeku. Tatapan tajam menghujam lagi-lagi dari pria paling tampan di rumah itu. ”Good morning, Sir.” Dengan cepat Elaine memberi…
Readmore





