Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1 Suami Bekas
- Chapter 2: Bab 2 Cibiran Tetangga
- Chapter 3: Bab 3 Bertemu Mantan Istri
- Chapter 4: Bab 4 Kena Omelan
- Chapter 5: Bab 5 Mulai Curiga
- Chapter 6: Bab 6 Hinaan Keluarga untuk Suamiku
- Chapter 7: Bab 7 Aku Tak Terima Hinaan Keluargaku
- Chapter 8: Bab 8 Uang Kaget, Mas?
- Chapter 9: Bab 9 Berita Menggemparkan
- Chapter 10: Bab 10 Jangan Bandingkan Aku!
Lates Chapters
Bab 15 Kenangan Lama antara Mantan Suami dan Istri
“Ayo dimakan, kok cuma diliatin aja, sih. May, kamu mau yang mana? Kuambilkan, ya?” Tantri bersiap menyendokkan nasi untukku. Tapi kutolak halus karena aku tak terbiasa dilayani. “Nggak usah, Tan. Kamu kayak nggak kenal aku aja.” Senyumku. “Iya, aku tahu kamu…
Bab 14 Gelagat Aneh Suamiku
Keesokan paginya, aku bangun lebih dulu. Wanti-wanti jika Mas Dendi pergi seperti kemarin. Kutengok sebelah kiriku, suamiku masih terlelap di alam mimpinya, meski sudah masuk adzan Subuh. “Mas … Mas, bangun. Udah Subuh.” Kugoyangkan tubuhnya pelan. Hanya geliat pelan tubuh Mas…
Bab 13 Undangan Makan Malam
“T-tidak mungkin!” Aku membulatkan kedua mata. Bukan suamiku yang keluar dari dalam mobilnya. Tapi seorang laki-laki muda nan tampan seperti Adnan. “Siapa dia, Tantri?” tanyaku yang juga ditanyakan para pencari berita. “Oh, kenalkan semua. Namanya Egi, dia adalah anak didikku…
Bab 12 Cemburu dengan Mantan Istri
Otak dan tanganku benar-benar tak bisa diajak kerjasama hari ini! Pekerjaanku kacau! Beberapa kali kesalahan yang harusnya tak kubuat malah banyak kulakukan. Berapa kali mataku melihat gawaimu demi menanti kabar Mas Dendi. “Mbak Maya, ini laporan yang Mbak Maya minta.” Adnan memberikanku…
Bab 11 Materi Itu Penting, Mas!
Mood-ku seketika langsung down saat bertemu dengan adikku, Gita di restoran tadi. Adnan pun selama di perjalanan menuju kantor tak banyak bicara, dan aku sangat yakin dia terkejut saat melihat ekspresi mukaku yang tak sedap dipandang. “Emm, Mbak, ini fotonya-” “Letakkan…
Comments
You May Also Like
15 Chapters
Chapter 1: Bab 1 Suami Bekas
"Eh ... eh, Bu-Ibu, liat tuh, suaminya Mbak Maya lagi nyapu teras. Saya kok Ndak habis pikir, ya, Mbak Maya kan cuantik, pinter, dari keluarga mapan, orang tuanya juga terpandang di sini, tapi kok mau-maunya lho nikah sama suami orang, eh, maksudnya bekas…
ReadmoreChapter 2: Bab 2 Cibiran Tetangga
“Aku berangkat dulu, Sayang. Udah nggak usah kamu pikirkan ucapan para ibu-ibu. Kan mereka memang seperti itu dari sananya.” 'Kamu ngomong enak, Mas. Tapi aku yang kesel! Kaya suami mereka baik dan ganteng aja!’ “Iya, Mas. Aku ngerti kok. Mas hati-hati…
ReadmoreChapter 3: Bab 3 Bertemu Mantan Istri
“Tantri?” ucapku dan Mas Dendi bersamaan. Kami saling tukar pandang, Tantri, sahabat sekaligus mantan istri Mas Dendi tiba-tiba saja hadir di depan kami. “Hei, kalian apa kabar? Duh, udah lama banget ya kita nggak ketemu, ada lima tahun?” Tantri sepertinya tak berubah,…
ReadmoreChapter 4: Bab 4 Kena Omelan
Hari ini aku mengayun langkahku ke kantor lebih awal dari biasanya. Mas Dendi pun berangkat lebih awal karena harus kembali ke Bogor urusan izin pertambangan. Kulihat, ibu-ibu yang biasa nongkrong di tukang sayur dekat rumahku sama sekali tak ada. Hah, sungguh indah sekali…
ReadmoreChapter 5: Bab 5 Mulai Curiga
Kuputuskan untuk kembali ke rumah lebih awal. Salah satu keuntungan lain yang kudapat dari bekerja sebagai orang lapangan adalah bisa pulang kapan saja, tentunya setelah mengirim laporan ke kantor pusat. Rasa penasaranku tetap tak bisa hilang, kutelepon kembali suamiku, tapi ponselnya lagi-lagi…
ReadmoreChapter 6: Bab 6 Hinaan Keluarga untuk Suamiku
Aku memberanikan melihat wajah Mas Dendi atas ucapanku soal dana cadangan kami. Jujur, aku takut kalau-kalau Mas Dendi marah karena uang itu kupakai tanpa sepengetahuan dia. “M-Mas … marah, ya?” tanyaku takut-takut. “Kenapa mesti marah? Toh, kamu pakai dana itu untuk…
ReadmoreChapter 7: Bab 7 Aku Tak Terima Hinaan Keluargaku
Beberapa hari sudah Bapak berada di rumah sakit. Dan selama itu pula ibuku selalu menghubungiku atau mengirim pesan supaya dibelikan makanan, minuman, dibawakan baju, serta barang-barang lainnya yang sebenarnya bisa dilimpahkan ke adikku. Pekerjaanku pun menjadi tak keurus karena harus bolak-balik rumah sakit,…
ReadmoreChapter 8: Bab 8 Uang Kaget, Mas?
Mataku membulat lebar saat tahu apa isi amplop coklat yang diberikan kedua laki-laki tadi. Apa aku sedang bermimpi atau ini sebuah delusi? Aku kembali menghubungi suamiku, tapi ponselnya masih tak aktif. Rasa was-was dan takutku semakin besar, apalagi saat kulihat tetanggaku, Bu…
ReadmoreChapter 9: Bab 9 Berita Menggemparkan
Beberapa minggu ini otak dan fisikku memang terkuras habis karena harus bolak-balik ke rumah sakit dan juga melayani berbagai permintaan ibuku, tapi semua rasa itu lepas dan hilang saat mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka. Entah siapa yang memberikan uang sebanyak itu, yang pasti…
ReadmoreChapter 10: Bab 10 Jangan Bandingkan Aku!
Aku sangat terkejut saat melihat Tantri keluar dari mobil mewah itu. Apakah dia yang memiliki restoran ini? Kulihat Adnan semangat sekali mengambil foto-foto Tantri. Aku lekas kembali ke kursi, menyiapkan segalanya. Kulihat Tantri perlahan mulai masuk ke restoran ini dikerubungi mungkin oleh fans…
ReadmoreChapter 11: Bab 11 Materi Itu Penting, Mas!
Mood-ku seketika langsung down saat bertemu dengan adikku, Gita di restoran tadi. Adnan pun selama di perjalanan menuju kantor tak banyak bicara, dan aku sangat yakin dia terkejut saat melihat ekspresi mukaku yang tak sedap dipandang. “Emm, Mbak, ini fotonya-” “Letakkan…
ReadmoreChapter 12: Bab 12 Cemburu dengan Mantan Istri
Otak dan tanganku benar-benar tak bisa diajak kerjasama hari ini! Pekerjaanku kacau! Beberapa kali kesalahan yang harusnya tak kubuat malah banyak kulakukan. Berapa kali mataku melihat gawaimu demi menanti kabar Mas Dendi. “Mbak Maya, ini laporan yang Mbak Maya minta.” Adnan memberikanku…
ReadmoreChapter 13: Bab 13 Undangan Makan Malam
“T-tidak mungkin!” Aku membulatkan kedua mata. Bukan suamiku yang keluar dari dalam mobilnya. Tapi seorang laki-laki muda nan tampan seperti Adnan. “Siapa dia, Tantri?” tanyaku yang juga ditanyakan para pencari berita. “Oh, kenalkan semua. Namanya Egi, dia adalah anak didikku…
ReadmoreChapter 14: Bab 14 Gelagat Aneh Suamiku
Keesokan paginya, aku bangun lebih dulu. Wanti-wanti jika Mas Dendi pergi seperti kemarin. Kutengok sebelah kiriku, suamiku masih terlelap di alam mimpinya, meski sudah masuk adzan Subuh. “Mas … Mas, bangun. Udah Subuh.” Kugoyangkan tubuhnya pelan. Hanya geliat pelan tubuh Mas…
ReadmoreChapter 15: Bab 15 Kenangan Lama antara Mantan Suami dan Istri
“Ayo dimakan, kok cuma diliatin aja, sih. May, kamu mau yang mana? Kuambilkan, ya?” Tantri bersiap menyendokkan nasi untukku. Tapi kutolak halus karena aku tak terbiasa dilayani. “Nggak usah, Tan. Kamu kayak nggak kenal aku aja.” Senyumku. “Iya, aku tahu kamu…
Readmore





