Table of Contents
- Chapter 1: Berhenti menyebut namamu dalam do’a
- Chapter 2: Dariku yang menunggumu dibatas waktu
- Chapter 3: La tahzan, innallaha ma’ana
- Chapter 4: Layaknya Zulaikha
- Chapter 5: Hujan dan Rindu
- Chapter 6: Kenangan yang tersimpan rapi
- Chapter 7: Bimbang, sedih dan rapuh
- Chapter 8: Firasat kanza
- Chapter 9: Berusaha menjodohkan
- Chapter 10: Meyakinkan diri sendiri
Lates Chapters
Bahagia the end (happy ending)
Bab: 30 Tidak perlu cepat yang penting tepat, seumur hidup itu lama, maka carilah pasangan yang benar-benar bisa diajak bersama seumur hidup yang bisa membawamu ke surga. ~Nadhira Kanza Aulia. Keesokan harinya, Begitu tiba di Masjidil Haram, suasana penuh…
Assalamu’alaikum Baitullah
Bab: 29 Aku ingin cinta yang akan berkata, bahkan Kematian pun tidak akan memisahkan kita, karena cinta kita tidak akan pernah berakhir dengan kematian. Jika Allah menghendaki, itu akan berlanjut nanti di surga-Nya. ~Nadhira Kanza Aulia. Setelah beristirahat sejenak…
Kebahagiaan kanza yang paling dalam
Bab: 28 Lelaki yang baik, tidak akan bermain dengan cinta, karena dia tahu kata cinta menuntut tanggung jawab, apalagi cinta kepada yang halal. ~kakesa. Kanza menangis dalam pelukan suaminya, namun Fatih semakin mengeratkan pelukannya. Lama-kelamaan tangisan Kanza semakin…
Kabar bahagia
Bab: 27 Berhenti meragukan-Nya, dan mulai percaya bahwa segala sesuatu sedang Allah atur dengan sempurna, karena takdir Allah itu terlalu baik untuk di curigai. ~kakesa. Hari-hari telah berlalu, Tidak terasa besok adalah hari keberangkatan Fatih ke jepang, Kanza semakin…
Cinta sejati
Bab: 26 Tidak selamanya orang lama pemenangnya, tidak selamanya orang baru itu pelarian, tidak semua cinta pertama itu cinta sejati, tapi cinta terakhir pasti akan jadi cinta sejati. ~Nadhira Kanza Aulia. Sore hari, langit menampilkan semburat orange dan kemerah-merahan…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Berhenti menyebut namamu dalam do’a
Bab: 3 Disaat dewasa, menjadi perempuan itu akan dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit. menunggu dia yang datang, atau menerima pinangan yang lain. Sejatinya wanita itu hanya butuh kepastian! _kakesa Malam hari... Tepat dipukul sepuluh malam, Kanza segera melaksanakan sholat insya,…
ReadmoreChapter 2: Dariku yang menunggumu dibatas waktu
Bab: 1 Rumput dihalaman masih menjalar, kerikil-kerikil yang tersusun dipinggiran rumah semakin memudar, juga kursi tua diteras rumah semakin usang. Aku masih menunggu, menunggu dengan segenap keyakinanku, menunggu kau menginjakkan kaki dirumah orangtuaku. Aku masih menunggu, menunggu kau menyiapkan seluruh persiapanmu.…
ReadmoreChapter 3: La tahzan, innallaha ma’ana
Bab: 2 Cintailah dia sewajarnya saja, jangan sampai melebihi cintamu kepada sang pemberi cinta. Karena ia bisa merubah apa yang kamu rasa kapanpun ia berkendak. ~kakesa Setelah selesai mengajar, Kanza langsung berpamitan dengan ustazah lainnya, untuk pulang lebih awal. Lagi-lagi Kanza…
ReadmoreChapter 4: Layaknya Zulaikha
Bab: 4 Suatu hari nanti, aku akan duduk dan memberi selamat pada diriku sendiri, lalu aku tersenyum dan berkata, “Itu sulit tapi aku berhasil.” _Nadira Kanza Aulia. Matahari menjelang siang mulai naik tinggi, menyinari halaman luas rumah sederhana dengan sinar keemasan…
ReadmoreChapter 5: Hujan dan Rindu
Bab: 5 Ketika rintik hujan mulai turun, satu persatu manusia tenggelam dalam rindu dan ada pula yang melangitkan rindunya dalam hening yang diciptakannya. Gemuruh dalam hatinya terbalut mesra dalam do'a yang dilangitkan pada Rabnya. Rindunya tak ingin ia bagi, tersimpan rapat dalam…
ReadmoreChapter 6: Kenangan yang tersimpan rapi
Bab: 6 Di pagi yang sepi ini.. Aku mencari sisa derasnya hujan semalam, kau tahu untuk apa? Dulu, aku sering datang padanya menitipkan kenangan tentangmu pada rintiknya, dan ku harap masih ada yang tersisa. Ku pandangi tiap-tiap butirnya di dedaunan yang jatuh,…
ReadmoreChapter 7: Bimbang, sedih dan rapuh
Bab: 7 Gemercik berkah jatuh mengetuk-ngetuk tanah, terbata-bata mengirim cinta si tuan tabah. Sore itu, bulan merah jambu tampak merekah, membias cahanya menjadi beberapa warna, menyusup tiap relung jiwa, merobos masuk selaput mata. Dear hati... Mengapa begini? tak bosan pada…
ReadmoreChapter 8: Firasat kanza
Bab: 8 Jadi perempuan cuma ada dua pilihan, pertama menjadi sebaik-baik perhiasan, kedua menjadi sebesar-besar fitnah. ~Nadhira kanza Aulia Pagi hari, mentari pagi tampak bersinar cerah, seolah-olah hari ini adalah hari yang begitu ceria dan semangat dalam beraktivitas pagi. …
ReadmoreChapter 9: Berusaha menjodohkan
Bab: 9 Halalkan atau tinggalkan! muliakan atau ikhlaskan! Menikahi orang yang kita cintai adalah pilihan, tapi mencintai orang yang kita nikahi adalah kewajiban. ~kakesa Keesokan harinya, seperti kata hati Kanza, bahwa hari ini adalah hari yang akan membahas tentang…
ReadmoreChapter 10: Meyakinkan diri sendiri
Bab: 10 Jadilah perempuan tangguh yang ketika dikecewakan sedihnya tidak terlalu lama berlarut, yang ketika terluka maka percaya Allah telah menyiapkan obatnya. yang ketika putus asa tidak butuh waktu lama untuk bangkit. Jatuh itu pasti, namun bangkit adalah sebuah pilihan. Harapan…
ReadmoreChapter 11: Aku kembali
Bab: 11 Tidak perlu menjadi mentari untuk terlihat terang, tidak perlu menjadi bintang agar terlihat indah. Cukup menjadi dirimu sendiri dan rasakan apa yang terjadi, yang terjadi saat kamu menjadi diri sendiri adalah kepandaian dalam bersyukur bahwa Allah menciptakanmu dengan segala…
ReadmoreChapter 12: Menerima kabar
Bab: 12 Bersedihlah... ketika kamu punya waktu namun tidak sedikitpun kamu pergunakan untuk jalan yang baik. Bahagia membuang waktu secara percuma hanyalah cara syaitan untuk melalaikanmu atas kewajibanmu dengan sang pencipta. ~kakesa Air mata Kanza luruh begitu saja, lalu dengan…
ReadmoreChapter 13: Penantian ini sudah usai bukan?
Bab: 13 Duhai diri... kau tidak bisa pergi begitu saja meninggalkan beban di hati, karena kecewa, lara, putus asa bahkan luka dihati harus kau hadapi sendiri, karena hidup ini tidak dapat diwakili. Wahai diri... Pergi menjauh tidak akan berarti apabila…
ReadmoreChapter 14: Semoga do’a ku dan do’a mu bertemu di aamiin yang sama
Bab: 14 Kenapa jalanmu lebih sulit dari yang lain? karena Allah memberimu sesuatu yang istimewa dari pada yang lain. "insya Allah." ~kakesa. Melihat kepergian Kanza, Fatih hanya mampu menatap Kanza dengan sorot mata penuh rasa bersalah. Dia sadar, Perjuangannya…
ReadmoreChapter 15: Kedatangan keluarga Fatih
Bab: 15 Semua yang indah harus tepat pada waktunya, karena dia istimewa, tidak sembarang tempat ia berada, termasuk ketika kamu datang, tepat saat aku siap dipinang. ~Kakesa. "Semua akan indah pada waktunya," lirih kanza tersenyum getir. Itu adalah kalimat yang…
ReadmoreChapter 16: Menuju halal
Bab: 16 Siapa pun bisa jatuh cinta, tapi hanya orang yang kuat yang akan menjaga cinta itu sampai menuju halal. ~Fatih Rayyan. Keesokan harinya, matahari pagi terbit begitu cerah di langit biru, secerah harapan dan suasana hati Kanza saat…
ReadmoreChapter 17: Akad dan resepsi pernikahan
Bab: 17 Tidak ada yang lebih indah dari dua raga yang saling menjaga, hinga dipersatukan cinta keduanya dalam ikatan suci yang di ridhoi. Percayalah, bukan karena bertemu lalu berjodoh, namun karena berjodoh lah maka dipertemukan. ~Kakesa "Saya terima nikahnya…
ReadmoreChapter 18: Awal kehidupan baru
Bab: 18 Pikiranmu itu adalah do'a, maka berpikirlah tentang yang baik-baik. ~Fatih Rayyan. Hari ini adalah, hari awal pernikahan Kanza dan Fatih, Hari dimana awal kehidupan mereka baru di mulai. "Lelah sayang?" tanya Fatih sambil menatap wajah…
ReadmoreChapter 19: Keromantisan pasangan halal
Bab: 19 Dia sederhana, namun dia mampu membuat hatiku tersenyum, bahkan tidak bisa tertarik kepada wanita lain selain dirinya. ~Fatih Rayyan. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Adzan subuh berkumandang dengan syahdu di mesjid. Seperti sudah terbiasa, ketika adzan subuh mulai…
ReadmoreChapter 20: Meraih surga nirwana
Bab: 20 Bumi itu tenang, yang berisik adalah orang-orang yang tidak mencintai takdirnya. Terkadang Allah mematahkan hatimu, bukan untuk menghancurkanmu, tetapi untuk membentukmu menjadi lebih kuat, lebih sabar dan lebih bijaksana dalam menghadapi setiap masalah. ~kakesa. Mentari pagi tampak bersinar…
Readmore





