Table of Contents
Lates Chapters
7. Boneka
Di sebuah desa kecil yang terpencil, terdapat sebuah rumah tua yang ditinggalkan bertahun-tahun lamanya. Legenda mengatakan bahwa rumah itu dulu dihuni oleh seorang wanita tua yang memiliki obsesi yang mengerikan terhadap boneka. Konon, ia membuat ratusan boneka dengan tangan sendiri dan meletakkannya di…
6. Jangan Percaya, Bu!
Suara petir menggelegar, menampakkan kilat yang terlihat dari sela kaca jendela yang sedikit terbuka. Seorang anak kecil meringkuk di atas ranjang dengan menangkupkan kedua tangannya di depan wajah. "Sudah, Nak. Ayo kita tidur," ajak sang Ibu pada anaknya. "Aku takut sekali, Bu. Di…
5. Gelang Merah
Di Korea, terdapat peraturan yang berlaku di semua rumah sakit. Ketika pasien masih hidup, gelang berwarna putih diikatkan di lengan kanan mereka. Gelang itu berisi nama pasien serta informasi lainnya. Namun ketika pasien meninggal, gelang itu dilepas dan digantikan dengan sebuah gelang merah…
4. Lompat Tali
Berkali-kali aku mencoba, aku selalu saja kalah saat bermain lompat tali bersama Mira. "Mira, sekali lagi," pintaku pada Mira. Kali ini aku bisa tertawa bahagia karena akhirnya aku dapat menang dari Mira. Tentu saja karena tali itu telah aku lilitkan di lehernya.
3. Kenyang
Tiga puluh menit yang lalu aku melihat tetanggaku memposting makanan pada status WA. Membuat liurku keluar, dan perut ini menjadi sangat lapar. Baru saja ku dengar jika tetanggaku meninggal setelah makan. Seketika itu juga perutku menjadi kenyang.
Comments
7 Chapters
Chapter 1: 1. Mbok Ijah
Aku berjalan menuju ke dapur, tempat dimana Mbok Ijah sedang menyiapkan makanan. Wajahnya terlihat sangat pucat. "Mbok Ijah pucat sekali, Mbok sakit?" tanyaku. "Ndak apa-apa, Den. Simbok hanya sedikit lelah." "Aku panggilkan Mama ya, Mbok." "Ndak usah, Den. Simbok —" Aku segera berlari…
ReadmoreChapter 2: 2. Mati Lampu
Mati lampu di saat sedang banyak pekerjaan membuat Hendra menjadi sangat jengkel. "Ah, dimana sih korek?" ucapnya sambil meraba-raba mencari korek api untuk menyalakan lilin yang tergeletak tak jauh darinya. Tak lama kemudian, ruang tamu terlihat sedikit terang. Hendra merasa tenang karena ada…
ReadmoreChapter 3: 3. Kenyang
Tiga puluh menit yang lalu aku melihat tetanggaku memposting makanan pada status WA. Membuat liurku keluar, dan perut ini menjadi sangat lapar. Baru saja ku dengar jika tetanggaku meninggal setelah makan. Seketika itu juga perutku menjadi kenyang.
ReadmoreChapter 4: 4. Lompat Tali
Berkali-kali aku mencoba, aku selalu saja kalah saat bermain lompat tali bersama Mira. "Mira, sekali lagi," pintaku pada Mira. Kali ini aku bisa tertawa bahagia karena akhirnya aku dapat menang dari Mira. Tentu saja karena tali itu telah aku lilitkan di lehernya.
ReadmoreChapter 5: 5. Gelang Merah
Di Korea, terdapat peraturan yang berlaku di semua rumah sakit. Ketika pasien masih hidup, gelang berwarna putih diikatkan di lengan kanan mereka. Gelang itu berisi nama pasien serta informasi lainnya. Namun ketika pasien meninggal, gelang itu dilepas dan digantikan dengan sebuah gelang merah…
ReadmoreChapter 6: 6. Jangan Percaya, Bu!
Suara petir menggelegar, menampakkan kilat yang terlihat dari sela kaca jendela yang sedikit terbuka. Seorang anak kecil meringkuk di atas ranjang dengan menangkupkan kedua tangannya di depan wajah. "Sudah, Nak. Ayo kita tidur," ajak sang Ibu pada anaknya. "Aku takut sekali, Bu. Di…
ReadmoreChapter 7: 7. Boneka
Di sebuah desa kecil yang terpencil, terdapat sebuah rumah tua yang ditinggalkan bertahun-tahun lamanya. Legenda mengatakan bahwa rumah itu dulu dihuni oleh seorang wanita tua yang memiliki obsesi yang mengerikan terhadap boneka. Konon, ia membuat ratusan boneka dengan tangan sendiri dan meletakkannya di…
Readmore





