VIP Signed

Pengantin yang Tak Diinginkan

By: Wiwin Indrayani
230 Readers 20 Chapters 9.9

Romance

Amanda terpaksa menikah dengan Angga karena sang adik yang tiba-tiba menghilang di hari H. Keterpaksaan itu tidak sepenuhnya terpaksa karena ternyata diam-diam Amanda memendam perasaan kepada Angga sejak dulu.   Lika-liku kehidupan pernikahan yang sangat jauh dari apa yang dibayangkan telah Amanda rasakan. Angga menolaknya dan…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

32. Imam Sempurna

Wanita adalah makhluk Tuhan yang lama bila bersiap, Angga sudah rapi dengan kemeja biru navy-nya, warna yang sama dengan gaun pilihan Amanda. Sementara Amanda, wanita itu masih merias diri di depan cermin. Dia ingin terlihat sempurna bila bersandingan dengan Angga meskipun dia tidak…

31. Semakin Manja

"Angga," panggil Amanda, lalu mendekati Angga yang sedang mencuci tangannya di westafel karena baru saja selesai makan.       "Kenapa, Yang?"       "Aku mau bicara, penting!"   Angga mengeringkan tangannya, lalu menarik pinggang Amanda mendekat menghilangkan jarak di antara mereka.…

30. Rasa Takut

Tidur Amanda harus terusik saat dengan nakalnya Angga terus menerus menelusupkan kepalanya ke dalam ceruk leher Amanda membuat wanita itu terpaksa membuka mata padahal dirinya masih sangat mengantuk.       "Pak Dirut, bisa diem nggak! Aku ngantuk mau tidur," geram Amanda. Namun,…

29. Lamaran Tak Terduga

"Sabar Yud, Amanda bukan jodoh kamu. Kalian mungkin ditakdirkan hanya sebatas teman."   Yuda mendesah pelan, jujur dia sempat berharap bahwa sandiwara yang Angga ciptakan akan menjadi nyata dan akhirnya Amanda akan memilihnya dan meninggalkan lelaki itu. Namun, sayang itu hanyalah harapan dan…

28. Kado Sialan

Amanda bahagia, hubungan mereka telah diketahui banyak orang dan dia tak perlu lagi bersembunyi dari siapa pun bahwa atasannya, Dirut di perusahaan adalah suaminya sendiri. Setelah dirasa cukup tenang, Angga meminta wanita itu membersihkan diri. Dia sangat tahu bahwa Amanda sangatlah lelah dan…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: 13. Kesalahpahaman

Oleh: Wiwin Indrayani
  Amanda menghentikan langkahnya ketika Yuda memanggil, meski harus menjaga jarak dengan pria itu, tetapi dia tak bisa karena pria itu adalah sahabatnya sejak lama.   Yuda melangkah mendekat, meminta waktu supaya bisa berbincang dengannya. Amanda diam sejenak, melihat arloji di tangan karena…
Readmore

Chapter 2: 14. Mulai Sayang

Oleh: Wiwin Indrayani
  "Minggir Yud! Aku harus kembali ke ruanganku," ucap Amanda setelah perbincangan mereka usai.       Yuda bergeming enggan berubah dari posisinya yang menghalangi jalan Amanda hingga akhirnya dengan lancang lelaki itu mencium Amanda membuat wanita itu terbelalak tak percaya. Dia berniat…
Readmore

Chapter 3: 15. Membenarkan Ucapan Mama

Oleh: Wiwin Indrayani
  Mendengarkan musik sambil beraktifitas membuat Amanda sedikit santai apalagi bila mengingat hubungannya dengan Angga yang telah berjalan dengan baik, dia merasa jadi wanita paling bahagia. Lelaki itu tak lagi berkata kasar atau pun berwajah dingin kepadanya yang ada hanyalah senyuman dan kemanjaannya.…
Readmore

Chapter 4: 16. Penantian Berakhir

Oleh: Wiwin Indrayani
"Amanda."       Merasa namanya dipanggil dia menoleh, lalu terbelalak menatap seseorang yang telah dia rindukan selama beberapa tahun terakhir.       "Nggak lupa, 'kan, sama aku?" tanya lelaki manis berlesung pipi itu sambil menatap Amanda yang kini merubah ekspresi terkejutnya…
Readmore

Chapter 5: 17. Terbongkar

Oleh: Wiwin Indrayani
  "Sebentar!" teriak Amanda dari arah dapur saat rungunya mendengar suara seseorang mengetuk pintu.       "Iya sebentar!" teriak Amanda lagi sambil berusaha melanjutkan masakannya yang hampir selesai. Namun, orang iseng dari balik pintu masih saja mengetuk pintu tersebut.   "Astaga! Siapa,…
Readmore

Chapter 6: 18. Kemanjaan Angga

Oleh: Wiwin Indrayani
  Amanda dan Angga menikmati weekend mereka di Bandung dengan hati gembira, Vero sudah menyiapkan villa khusus untuk keduanya. Katanya, sih, anggap saja kado pernikahan untuk mereka meski kadonya telat.       "Ayah!" pekik gadis kecil berambut ikal itu sambil memeluk kaki…
Readmore

Chapter 7: 19. Kecemasan

Oleh: Wiwin Indrayani
Lengkap sudah semua kebahagiaan Amanda, keinginannya untuk mendapatkan cinta Angga telah terwujud. Hadirnya Vero, lelaki yang amat dia sayangi layaknya seorang kakak dan kini Fara—sahabat Amanda—wanita cantik yang selama empat tahun tak pernah dia lihat atau pun peluk. Keduanya saling melepas rindu, bercerita…
Readmore

Chapter 8: 20. Semakin Jauh

Oleh: Wiwin Indrayani
Amanda terbangun dari tidur saat rungunya menangkap suara orang memasak di dapur. Dia mengernyit dan bertanya-tanya dalam hati, bukannya dia tengah seorang diri di rumah. Dia pun tak meminta siapa pun untuk ke rumahnya di pagi buta, demi menghilangkan rasa penasaran Amanda beranjak…
Readmore

Chapter 9: 21. Cinta Buta

Oleh: Wiwin Indrayani
Cinta memang buta, tak peduli meski yang dicintai membuat luka. Selalu berpikiran yang baik-baik saja supaya tak terjadi yang tidak diinginkan. Namun, meski dia selalu berpikiran baik, tetapi nyatanya hal buruk yang dialami. Angga mulai menjauh itu menurut pemikiran Amanda, hari-harinya mulai terasa…
Readmore

Chapter 10: 22. Kecewa

Oleh: Wiwin Indrayani
"Aku mau bicara penting." Amanda menghampiri Angga yang baru saja datang dan sedang bersantai di ruang tamu. Terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa lelaki itu sangat kelelahan.       "Sebentar, Yang. Aku masih capek."       "Aku tunggu di taman belakang."…
Readmore

Chapter 11: 23. Tidak Sempurna

Oleh: Wiwin Indrayani
Melakukan sesuatu yang tak diinginkan memanglah sulit. Namun, tak ada pilihan lain selain melakukannya. Sejak ia tahu kenyataan menyedihkan itu, secara perlahan mulai menjauhi sang suami meski rasanya begitu berat. Senyuman yang selalu menghiasi bibirnya pun kini jarang terlihat.       Amanda…
Readmore

Chapter 12: 24. Kabur

Oleh: Wiwin Indrayani
Semakin mendekati hari H, Angga semakin sibuk. Hampir setiap hari berangkat pagi dan pulang tengah malam dan hampir setiap malam juga Amanda selalu menangis di dalam kamarnya, ia tak mau Angganya menikah lagi, tetapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Meminta bercerai kepada…
Readmore

Chapter 13: 25. Janji Palsu

Oleh: Wiwin Indrayani
Terlalu banyak menangis membuat Amanda merasa lelah dan akhirnya tertidur. Ia kembali terbangun ketika mendengar namanya dipanggil berulangkali. Amanda mengernyit, merasa asing dengan tempatnya saat ini—taman yang begitu sejuk dan indah dengan banyaknya tanaman hijau.       "Amanda, sini Sayang!"    …
Readmore

Chapter 14: 26. Pernikahan Angga

Oleh: Wiwin Indrayani
"Bohong! Kurangku apa, Angga? Aku kurang cantik atau kurang seksi sampai kamu nyari wanita lain? Ayo, jawab!" lontar Amanda membuat Angga mendesah pelan. Bingung harus meyakinkan bagaimana lagi.       Angga menarik Amanda ke dalam pelukannya, menenangkan wanita itu yang mulai menangis…
Readmore

Chapter 15: 27. Anniversary

Oleh: Wiwin Indrayani
Acara demi acara berjalan dengan lancar, Angga sibuk menemui para kolega perusahaan yang hadir hari itu. Dalam hati Amanda memaki karena merasa iri ini bukanlah pesta untuk pernikahannya dengan Angga melainkan pesta lelaki itu bersama istri barunya. Dia juga melihat semuanya, tatapan kagum…
Readmore

Chapter 16: 28. Kado Sialan

Oleh: Wiwin Indrayani
Amanda bahagia, hubungan mereka telah diketahui banyak orang dan dia tak perlu lagi bersembunyi dari siapa pun bahwa atasannya, Dirut di perusahaan adalah suaminya sendiri. Setelah dirasa cukup tenang, Angga meminta wanita itu membersihkan diri. Dia sangat tahu bahwa Amanda sangatlah lelah dan…
Readmore

Chapter 17: 29. Lamaran Tak Terduga

Oleh: Wiwin Indrayani
"Sabar Yud, Amanda bukan jodoh kamu. Kalian mungkin ditakdirkan hanya sebatas teman."   Yuda mendesah pelan, jujur dia sempat berharap bahwa sandiwara yang Angga ciptakan akan menjadi nyata dan akhirnya Amanda akan memilihnya dan meninggalkan lelaki itu. Namun, sayang itu hanyalah harapan dan…
Readmore

Chapter 18: 30. Rasa Takut

Oleh: Wiwin Indrayani
Tidur Amanda harus terusik saat dengan nakalnya Angga terus menerus menelusupkan kepalanya ke dalam ceruk leher Amanda membuat wanita itu terpaksa membuka mata padahal dirinya masih sangat mengantuk.       "Pak Dirut, bisa diem nggak! Aku ngantuk mau tidur," geram Amanda. Namun,…
Readmore

Chapter 19: 31. Semakin Manja

Oleh: Wiwin Indrayani
"Angga," panggil Amanda, lalu mendekati Angga yang sedang mencuci tangannya di westafel karena baru saja selesai makan.       "Kenapa, Yang?"       "Aku mau bicara, penting!"   Angga mengeringkan tangannya, lalu menarik pinggang Amanda mendekat menghilangkan jarak di antara mereka.…
Readmore

Chapter 20: 32. Imam Sempurna

Oleh: Wiwin Indrayani
Wanita adalah makhluk Tuhan yang lama bila bersiap, Angga sudah rapi dengan kemeja biru navy-nya, warna yang sama dengan gaun pilihan Amanda. Sementara Amanda, wanita itu masih merias diri di depan cermin. Dia ingin terlihat sempurna bila bersandingan dengan Angga meskipun dia tidak…
Readmore
error: Content is protected !!