Table of Contents
Lates Chapters
Bab 12
Wibowo tengah duduk di teras rumahnya. Menikmati secangkir kopi panas dan sepiring gorengan sembari bercengkrama dengan adik iparnya. Melihat sebuah taksi berhenti di depan rumah, membuatnya bertanya-tanya siapakah gerangan yang datang? Saat ia mengenali sosok seorang perempuan yang turun dari bangku penumpang, sebuah…
Bab 11
Setelah kejadian di malam itu, Ajisaka kembali menjadi pendiam. Bahkan lebih diam dari sebelumnya. Laki-laki itu bahkan lebih memilih menghabiskan waktunya di dalam kamar. Tampaknya luka di hatinya kembali menganga. Ia kembali teringat dengan bayangan masa lalu tentang Zahra. Gendhis memahami perasaan sang…
Bab 10
Mereka telah sampai di depan rumah. Ajisaka segara menghentikan mobilnya. Sebelum ia bersuara, Gendhis sudah berjalan cepat memasuki rumahnya. Ajisaka yang juga ikut kesal dengan tingkah laku sang istri mengekor di belakangnya. Masih terpampang wajah kesal Gendhis pada suaminya. Laki-laki itu tengah salah…
Bab 9
"Aku beneran gak ngerti deh," sungut Gendhis saat ia duduk berdua dengan Intan. "Gak ngerti gimana?" tanya Intan penasaran. Gendhis hanya menggelengkan kepalanya. "Apa sih?" dengus Intan. Gendhis tampak memikirkan sesuatu. "Emmm. Gini loh, Tan. Aku mau nanya nih sama…
Bab 8
Senin pagi. Gendhis kembali dengan rutinitasnya. Kembali kuliah di kampus dan berjumpa dengan ketiga sahabatnya. Ia masih kesal dengan sikap Ajisaka. Laki-laki itu pun menjadi pendiam setelah pulang dari rumah kedua orang tuanya. Gendhis sedikit merasa bersalah, tetapi ia juga tak bisa menutupi…
Comments
You May Also Like
12 Chapters
Chapter 1: Bab 1
Pagi ini aku sedang menatap cermin besar yang ada di lemari kamarku. Wajahku telah selesai dipoles berbagai macam riasan. Rambutku yang panjang sebahu pun sudah digelung rapi. Dress warna putih sudah membalut tubuhku. Warna putihnya yang bersih nan suci, sama seperti ikrar yang…
ReadmoreChapter 2: Bab 2
Malam pertama telah berlalu begitu saja. Gendhis kini terbangun dari tidurnya. Ia pun berjalan keluar kamar barunya untuk pergi ke kamar mandi yang ada di lantai satu. Ia harus melewati kamar Ajisaka yang tertutup rapat. Waktu subuh, ia ingin segera melaksanakan sholat. Seseorang…
ReadmoreChapter 3: Bab 3
“Gendhis. Aku boleh masuk?” tanya Ajisaka dari pintu kamar istrinya yang terbuka. Gadis itu tengah menonton drama favoritnya. Lalu ia menoleh menatap sang suami yang menunggu jawabannya. “Ya, Mas?” tanya Gendhis menghentikan aktivitasnya. Ajisaka pun melangkahkan kaki mendekati sang istri. “Aku mau ngomong…
ReadmoreChapter 4: Bab 4
Tiga hari telah berlalu. Hari ini merupakan hari terahir ospek universitas. Gendhis pun masih memakai seragam yang sama. Pagi itu Gendhis menyiapkan sarapan dengan rasa malas. Sang suami pun entah kenapa sibuk dengan sendirinya. Laki-laki itu tidak mau membantu sang istri sama sekali.…
ReadmoreChapter 5: Bab 5
Kini gadis itu hendak kembali ke kampusnya. Hari ini merupakan hari pertama perkuliahan. Sang suami sudah siap dengan seragam kerjanya. Gendhis pun memakai dress berwarna krem yang sedikit panjang di bawah lututnya. Ia tak lupa mengikat rambutnya dan memoles bedak tipis serta liptint…
ReadmoreChapter 6: Bab 6
Sekarang sudah genap enam bulan Gendhis kuliah. Ia semakin akrab dengan ketiga sahabatnya. Gendhis juga tahu bahwa Intan dan Mei telah menjadi penggemar berat Ajisaka, suaminya. Namun, ia tak pernah menampakkan kekesalannya. Gendhis selalu sukses menjaga rahasia hubungan pernikahannya dengan dosen muda itu.…
ReadmoreChapter 7: Bab 7
Gendhis meletakkan foto itu ke dalam laci meja kerja Ajisaka. Ia tak mau melihatnya lagi. Hatinya terasa perih mengetahui suaminya memiliki perasaan pada wanita lain. Namun, ia juga sadar. Perasaannya tak akan terbalaskan. Pernikahannya pun tanpa adanya rasa cinta. Rasa itu tumbuh hanya…
ReadmoreChapter 8: Bab 8
Senin pagi. Gendhis kembali dengan rutinitasnya. Kembali kuliah di kampus dan berjumpa dengan ketiga sahabatnya. Ia masih kesal dengan sikap Ajisaka. Laki-laki itu pun menjadi pendiam setelah pulang dari rumah kedua orang tuanya. Gendhis sedikit merasa bersalah, tetapi ia juga tak bisa menutupi…
ReadmoreChapter 9: Bab 9
"Aku beneran gak ngerti deh," sungut Gendhis saat ia duduk berdua dengan Intan. "Gak ngerti gimana?" tanya Intan penasaran. Gendhis hanya menggelengkan kepalanya. "Apa sih?" dengus Intan. Gendhis tampak memikirkan sesuatu. "Emmm. Gini loh, Tan. Aku mau nanya nih sama…
ReadmoreChapter 10: Bab 10
Mereka telah sampai di depan rumah. Ajisaka segara menghentikan mobilnya. Sebelum ia bersuara, Gendhis sudah berjalan cepat memasuki rumahnya. Ajisaka yang juga ikut kesal dengan tingkah laku sang istri mengekor di belakangnya. Masih terpampang wajah kesal Gendhis pada suaminya. Laki-laki itu tengah salah…
ReadmoreChapter 11: Bab 11
Setelah kejadian di malam itu, Ajisaka kembali menjadi pendiam. Bahkan lebih diam dari sebelumnya. Laki-laki itu bahkan lebih memilih menghabiskan waktunya di dalam kamar. Tampaknya luka di hatinya kembali menganga. Ia kembali teringat dengan bayangan masa lalu tentang Zahra. Gendhis memahami perasaan sang…
ReadmoreChapter 12: Bab 12
Wibowo tengah duduk di teras rumahnya. Menikmati secangkir kopi panas dan sepiring gorengan sembari bercengkrama dengan adik iparnya. Melihat sebuah taksi berhenti di depan rumah, membuatnya bertanya-tanya siapakah gerangan yang datang? Saat ia mengenali sosok seorang perempuan yang turun dari bangku penumpang, sebuah…
Readmore





