Table of Contents
Lates Chapters
Danau Labirin
Rogu, desa terpencil yang dikelilingi hutan lebat, tersembunyi sebuah danau yang dikenal sebagai Danau Labirin. Danau itu memiliki pesona memikat, airnya begitu jernih hingga dasar yang penuh dengan lumut dan batu terlihat jelas. Namun, keindahannya menyembunyikan misteri yang telah lama menjadi…
Istana Tanpa Pintu
Adelia terbangun di sebuah ranjang besar yang dihiasi tirai sutra berwarna emas. Ia tidak ingat bagaimana ia bisa sampai di tempat itu. Namun, begitu matanya terbuka, pandangannya disambut oleh keindahan yang sulit dipercaya. Kamar itu luas, dengan dinding berhiaskan ukiran…
Mitos Kupu-Kupu Hitam
Gauda, desa kecil yang dikelilingi hutan lebat, hiduplah seorang gadis bernama Aila. Dia memiliki kecantikan yang menawan, tetapi sering kali dipandang dengan rasa takut oleh penduduk desa karena sesuatu yang tak biasa: kehadiran seekor kupu-kupu hitam yang selalu mengikutinya.…
Tanda Tangan Emas
Dalion, desa kecil yang tenang. Seorang pandai besi bernama Anan yang dikenal sebagai pekerja keras, tampan dan baik hati membuat seseorang wanita selalu menaruh hatinya dalam setiap karya yang ia buat. Namun, roda kehidupan tak selamanya berpihak. Dalam beberapa bulan terakhir,…
Hujan Bicara Cinta
Dayon, desa kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hujan selalu menjadi tamu istimewa. Bagi warga desa, hujan adalah berkah, menyuburkan tanah dan membawa ketenangan. Namun, bagi Yumi, hujan adalah pengingat akan pesan-pesan misterius yang hanya dia yang dapat memahaminya. Sejak…
Comments
20 Chapters
Chapter 1: CEO and I
Surya, CEO muda, tampan, cerdas dan sukses, duduk bersandar santai di ruang kantornya yang luas beserta arsitektur elegan dengan pemandangan kota indah yang memanjakan mata. Terbentang pegungungan dan hijaunya pepohonan yang menyatu dengan alam bisa dinikmati setiap saat dari seluruh sudut ruangan. Namun,…
ReadmoreChapter 2: Cinta Dalam Hening
Hari itu, rumah Zano menjadi saksi bisu kepergian pemiliknya. Udara pagi terasa sunyi, seolah ikut berkabung. Zyra duduk diam di ruang tamu, memandangi satu-satunya benda yang menarik perhatiannya sejak tadi: sebuah kotak kayu kecil di atas meja. Kotak itu dulunya…
ReadmoreChapter 3: Surat Rindu
Di sudut sepi, Aira menulis di meja kecil kamarnya yang dahulu penuh kehangatan dan keceriaan. Tangan mungilnya menggenggam pena, goresan kata terlukis sendu di atas selembar kertas kuning yang sudah terlipat-lipat karena sering dibuka-tutup. Ia menulis dengan penuh semangat, seperti setiap…
ReadmoreChapter 4: Kotak Di Loteng
Anna selalu penasaran dengan loteng rumah neneknya. Loteng itu terkunci rapat, dan neneknya selalu berpesan agar tidak pernah membukanya. Namun, setiap kali ia berkunjung, rasa ingin tahunya semakin membara. Suatu malam, saat neneknya tertidur, Anna menemukan kunci kecil di laci meja…
ReadmoreChapter 5: Senyum Di Balik Kaca
Fize menginap di hotel tua di tepi kota untuk sebuah perjalanan kerja. Kamar yang ia tempati tampak biasa saja, kecuali cermin besar di dinding yang menghadap langsung ke tempat tidur. Setiap kali ia melewatinya, ia merasa ada yang berbeda seolah ada…
ReadmoreChapter 6: Persimpangan Waktu
Sizy berdiri di tengah pasar loak yang ramai, dikelilingi suara hiruk pikuk pedagang dan pembeli yang tawar-menawar. Namun, perhatian Sizy hanya tertuju pada sebuah jam antik dengan ukiran emas di salah satu lapak. Cahaya matahari memantul di permukaannya, memberikan kesan misterius…
ReadmoreChapter 7: Jendela Rahasia
Aditya tinggal di lantai delapan sebuah apartemen tua. Setiap pagi dan sore, ia selalu melihat seorang wanita cantik di jendela apartemen seberang. Wanita itu kerap melambaikan tangan atau tersenyum padanya, membuat hari-hari Aditya terasa lebih ceria. Mereka seperti memiliki…
ReadmoreChapter 8: Tirai Malam
Malam itu, hujan turun deras di sebuah desa kecil yang terletak di lembah pegunungan. Di sebuah rumah tua yang sunyi, seorang pria bernama Rendra sedang duduk di ruang tamu dengan tatapan kosong. Dia baru saja pindah ke rumah itu beberapa…
ReadmoreChapter 9: Keputusan Terakhir
Dyila telah menjadi perawat selama lima tahun, namun kisah Edi adalah sesuatu yang berbeda. Edi, seorang pria berusia 35 tahun yang koma akibat kecelakaan misterius, ia telah menjadi pasien selama hampir setahun. Setiap harinya, Dyila duduk di sisi tempat tidurnya,…
ReadmoreChapter 10: Reskontruksi
Andi, seorang arsitek muda berbakat, merasa ini adalah proyek impiannya, yaitu membangun kembali rumah tua peninggalan keluarga kerajaan kuno. Rumah itu berdiri megah meski usang, penuh dengan misteri yang terkubur di setiap sudutnya. Ketika mempelajari peta tua yang…
ReadmoreChapter 11: Perjanjian Setan
Budi adalah seorang pemuda yang sederhana, namun hidupnya dipenuhi perjuangan dan pengorbanan. Ia bekerja siang malam sebagai kuli bangunan, berusaha menabung sedikit demi sedikit untuk menikahi Sari, kekasihnya yang setia menemaninya sejak mereka remaja. Meski hidup miskin, cinta…
ReadmoreChapter 12: Pengantar Keajaiban di Stasiun Kereta
Stasiun kereta tua di Aldera, kota kecil yang selalu diselimuti kabut musim gugur, menjadi saksi bisu malam yang penuh keajaiban. Di bangku kayu yang lapuk oleh waktu, Jeez duduk termenung, menatap surat misterius di tangannya. Surat itu bertuliskan, "Temui…
ReadmoreChapter 13: Kafe Di Ujung Dunia
Di atas tebing curam yang menghadap laut biru tak berujung, berdirilah Kafe di Ujung Dunia. Bangunan kayu tua itu berbaur sempurna dengan alam sekitarnya. Kafe ini hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama berjam-jam melalui jalan setapak yang berliku.…
ReadmoreChapter 14: Kode yang Tak Berarti
Di ruang tamu sebuah rumah kosong di pinggiran kota, detektif Sinta dan Rama berdiri menatap tubuh korban yang tergeletak di lantai. Di dinding, tertulis sebuah kode misterius: "2.1.4.7". Kode itu tampak sederhana, namun terasa menyimpan rahasia besar. …
ReadmoreChapter 15: Buku Tak Berakhir
Derasnya hujan diringi gemuruh kilatan dan angin kencang mengguyur sebuah kota tua malam itu. Di sebuah sudut tersembunyi, terlihat toko buku antik yang nyaris roboh, Adran, seorang penulis yang tengah mencari inspirasi, menemukan sebuah buku usang di pojokan. …
ReadmoreChapter 16: Kurir Cinta
Pagi yang tenang, seorang pria bernama Randu sedang duduk santai, menikmati secangkir kopi di teras rumahnya ketika ia mendengar suara mengeong pelan. Ia menoleh dan melihat seekor kucing kecil berbulu oranye sedang duduk di depan pintunya. Mata kucing itu…
ReadmoreChapter 17: Chef di Resto Tua
Malam telah larut, suara peralatan dapur berdenting serta kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pencuci piring dan suara peralatan dapur yang berdenting, menemani hari-hari Arman, seorang chef muda yang berdedikasi. Di dalam restoran tua yang terletak di sudut jalan sepi kota, malam…
ReadmoreChapter 18: Kebun Rahasia dan Ayla
Kabut tebal menyelimuti kota seperti selimut dingin yang memeluk malam. Di antara gedung-gedung tinggi yang menjulang, ada desas-desus tentang sebuah kebun rahasia yang hanya muncul saat kabut menyelimuti kota. Kebun itu konon menyimpan keajaiban, dan hanya mereka yang benar-benar tersesat…
ReadmoreChapter 19: Perpustakaan Tengah Malam
Awan kelabu menggantung rendah di atas langit, menandakan hujan yang mungkin akan turun dalam beberapa jam ke depan. Dini, seorang mahasiswa tahun kedua, tengah berjalan terburu-buru menuju perpustakaan kampus yang sudah hampir sepi. Di luar, angin malam menyapu dingin,…
ReadmoreChapter 20: Jendela di Puncak Gedung
Di puncak gedung yang menjulang tinggi, malam menyelimuti kota dengan gelap yang mencekam. Cahaya bulan yang redup menciptakan bayangan panjang pada dinding kaca, memantulkan segala hal yang ada di sekitarnya, mengaburkan batas antara kenyataan dan ilusi. Di dalam gedung tersebut,…
Readmore





