VIP Signed

Rahasia Ujung Takdir

By: Miss Hua
145 Readers 46 Chapters 9.9

Short Story

  RAHASIA UJUNG TAKDIR Rahasia Ujung Takdir adalah kumpulan cerita pendek ini mengajak pembaca menelusuri sisi paling dalam dari cinta, rindu, dan rahasia semesta yang membentuk cerita manusia. Sebuah perjalanan emosional yang menggabungkan romansa, misteri, dan kenyataan dengan twist tak terduga di setiap kisahnya. Membacanya seperti…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Danau Labirin

    Rogu, desa terpencil yang dikelilingi hutan lebat, tersembunyi sebuah danau yang dikenal sebagai Danau Labirin. Danau itu memiliki pesona memikat, airnya begitu jernih hingga dasar yang penuh dengan lumut dan batu terlihat jelas. Namun, keindahannya menyembunyikan misteri yang telah lama menjadi…

Istana Tanpa Pintu

      Adelia terbangun di sebuah ranjang besar yang dihiasi tirai sutra berwarna emas. Ia tidak ingat bagaimana ia bisa sampai di tempat itu. Namun, begitu matanya terbuka, pandangannya disambut oleh keindahan yang sulit dipercaya. Kamar itu luas, dengan dinding berhiaskan ukiran…

Mitos Kupu-Kupu Hitam

        Gauda, desa kecil yang dikelilingi hutan lebat, hiduplah seorang gadis bernama Aila. Dia memiliki kecantikan yang menawan, tetapi sering kali dipandang dengan rasa takut oleh penduduk desa karena sesuatu yang tak biasa: kehadiran seekor kupu-kupu hitam yang selalu mengikutinya.…

Tanda Tangan Emas

    Dalion, desa kecil yang tenang. Seorang pandai besi bernama Anan yang dikenal sebagai pekerja keras, tampan dan baik hati membuat seseorang wanita selalu menaruh hatinya dalam setiap karya yang ia buat. Namun, roda kehidupan tak selamanya berpihak. Dalam beberapa bulan terakhir,…

Hujan Bicara Cinta

    Dayon, desa kecil yang dikelilingi perbukitan hijau, hujan selalu menjadi tamu istimewa. Bagi warga desa, hujan adalah berkah, menyuburkan tanah dan membawa ketenangan. Namun, bagi Yumi, hujan adalah pengingat akan pesan-pesan misterius yang hanya dia yang dapat memahaminya.     Sejak…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: CEO and I

Oleh: Miss Hua
Surya, CEO muda, tampan, cerdas dan sukses, duduk bersandar santai di ruang kantornya yang luas beserta arsitektur elegan dengan pemandangan kota indah yang memanjakan mata. Terbentang pegungungan dan hijaunya pepohonan yang menyatu dengan alam bisa dinikmati setiap saat dari seluruh sudut ruangan. Namun,…
Readmore

Chapter 2: Cinta Dalam Hening

Oleh: Miss Hua
      Hari itu, rumah Zano menjadi saksi bisu kepergian pemiliknya. Udara pagi terasa sunyi, seolah ikut berkabung. Zyra duduk diam di ruang tamu, memandangi satu-satunya benda yang menarik perhatiannya sejak tadi: sebuah kotak kayu kecil di atas meja. Kotak itu dulunya…
Readmore

Chapter 3: Surat Rindu

Oleh: Miss Hua
     Di sudut sepi, Aira menulis di meja kecil kamarnya yang dahulu penuh kehangatan dan keceriaan. Tangan mungilnya menggenggam pena, goresan kata terlukis sendu di atas selembar kertas kuning yang sudah terlipat-lipat karena sering dibuka-tutup. Ia menulis dengan penuh semangat, seperti setiap…
Readmore

Chapter 4: Kotak Di Loteng

Oleh: Miss Hua
     Anna selalu penasaran dengan loteng rumah neneknya. Loteng itu terkunci rapat, dan neneknya selalu berpesan agar tidak pernah membukanya. Namun, setiap kali ia berkunjung, rasa ingin tahunya semakin membara. Suatu malam, saat neneknya tertidur, Anna menemukan kunci kecil di laci meja…
Readmore

Chapter 5: Senyum Di Balik Kaca

Oleh: Miss Hua
     Fize menginap di hotel tua di tepi kota untuk sebuah perjalanan kerja. Kamar yang ia tempati tampak biasa saja, kecuali cermin besar di dinding yang menghadap langsung ke tempat tidur. Setiap kali ia melewatinya, ia merasa ada yang berbeda seolah ada…
Readmore

Chapter 6: Persimpangan Waktu

Oleh: Miss Hua
    Sizy berdiri di tengah pasar loak yang ramai, dikelilingi suara hiruk pikuk pedagang dan pembeli yang tawar-menawar. Namun, perhatian Sizy hanya tertuju pada sebuah jam antik dengan ukiran emas di salah satu lapak. Cahaya matahari memantul di permukaannya, memberikan kesan misterius…
Readmore

Chapter 7: Jendela Rahasia

Oleh: Miss Hua
        Aditya tinggal di lantai delapan sebuah apartemen tua. Setiap pagi dan sore, ia selalu melihat seorang wanita cantik di jendela apartemen seberang. Wanita itu kerap melambaikan tangan atau tersenyum padanya, membuat hari-hari Aditya terasa lebih ceria. Mereka seperti memiliki…
Readmore

Chapter 8: Tirai Malam

Oleh: Miss Hua
       Malam itu, hujan turun deras di sebuah desa kecil yang terletak di lembah pegunungan. Di sebuah rumah tua yang sunyi, seorang pria bernama Rendra sedang duduk di ruang tamu dengan tatapan kosong. Dia baru saja pindah ke rumah itu beberapa…
Readmore

Chapter 9: Keputusan Terakhir

Oleh: Miss Hua
   Dyila telah menjadi perawat selama lima tahun, namun kisah Edi adalah sesuatu yang berbeda. Edi, seorang pria berusia 35 tahun yang koma akibat kecelakaan misterius, ia telah menjadi pasien selama hampir setahun.     Setiap harinya, Dyila duduk di sisi tempat tidurnya,…
Readmore

Chapter 10: Reskontruksi

Oleh: Miss Hua
       Andi, seorang arsitek muda berbakat, merasa ini adalah proyek impiannya, yaitu membangun kembali rumah tua peninggalan keluarga kerajaan kuno. Rumah itu berdiri megah meski usang, penuh dengan misteri yang terkubur di setiap sudutnya.      Ketika mempelajari peta tua yang…
Readmore

Chapter 11: Perjanjian Setan

Oleh: Miss Hua
      Budi adalah seorang pemuda yang sederhana, namun hidupnya dipenuhi perjuangan dan pengorbanan. Ia bekerja siang malam sebagai kuli bangunan, berusaha menabung sedikit demi sedikit untuk menikahi Sari, kekasihnya yang setia menemaninya sejak mereka remaja.     Meski hidup miskin, cinta…
Readmore

Chapter 12: Pengantar Keajaiban di Stasiun Kereta

Oleh: Miss Hua
      Stasiun kereta tua di Aldera, kota kecil yang selalu diselimuti kabut musim gugur, menjadi saksi bisu malam yang penuh keajaiban. Di bangku kayu yang lapuk oleh waktu, Jeez duduk termenung, menatap surat misterius di tangannya. Surat itu bertuliskan,   "Temui…
Readmore

Chapter 13: Kafe Di Ujung Dunia

Oleh: Miss Hua
        Di atas tebing curam yang menghadap laut biru tak berujung, berdirilah Kafe di Ujung Dunia. Bangunan kayu tua itu berbaur sempurna dengan alam sekitarnya. Kafe ini hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama berjam-jam melalui jalan setapak yang berliku.…
Readmore

Chapter 14: Kode yang Tak Berarti

Oleh: Miss Hua
      Di ruang tamu sebuah rumah kosong di pinggiran kota, detektif Sinta dan Rama berdiri menatap tubuh korban yang tergeletak di lantai. Di dinding, tertulis sebuah kode misterius: "2.1.4.7". Kode itu tampak sederhana, namun terasa menyimpan rahasia besar.      …
Readmore

Chapter 15: Buku Tak Berakhir

Oleh: Miss Hua
     Derasnya hujan diringi gemuruh kilatan dan angin kencang mengguyur sebuah kota tua malam itu. Di sebuah sudut tersembunyi, terlihat toko buku antik yang nyaris roboh, Adran, seorang penulis yang tengah mencari inspirasi, menemukan sebuah buku usang di pojokan.      …
Readmore

Chapter 16: Kurir Cinta

Oleh: Miss Hua
        Pagi yang tenang, seorang pria bernama Randu sedang duduk santai, menikmati secangkir kopi di teras rumahnya ketika ia mendengar suara mengeong pelan. Ia menoleh dan melihat seekor kucing kecil berbulu oranye sedang duduk di depan pintunya. Mata kucing itu…
Readmore

Chapter 17: Chef di Resto Tua

Oleh: Miss Hua
    Malam telah larut, suara peralatan dapur berdenting serta kebisingan yang dihasilkan oleh mesin pencuci piring dan suara peralatan dapur yang berdenting, menemani hari-hari Arman, seorang chef muda yang berdedikasi. Di dalam restoran tua yang terletak di sudut jalan sepi kota, malam…
Readmore

Chapter 18: Kebun Rahasia dan Ayla

Oleh: Miss Hua
      Kabut tebal menyelimuti kota seperti selimut dingin yang memeluk malam. Di antara gedung-gedung tinggi yang menjulang, ada desas-desus tentang sebuah kebun rahasia yang hanya muncul saat kabut menyelimuti kota. Kebun itu konon menyimpan keajaiban, dan hanya mereka yang benar-benar tersesat…
Readmore

Chapter 19: Perpustakaan Tengah Malam

Oleh: Miss Hua
        Awan kelabu menggantung rendah di atas langit, menandakan hujan yang mungkin akan turun dalam beberapa jam ke depan. Dini, seorang mahasiswa tahun kedua, tengah berjalan terburu-buru menuju perpustakaan kampus yang sudah hampir sepi. Di luar, angin malam menyapu dingin,…
Readmore

Chapter 20: Jendela di Puncak Gedung

Oleh: Miss Hua
      Di puncak gedung yang menjulang tinggi, malam menyelimuti kota dengan gelap yang mencekam. Cahaya bulan yang redup menciptakan bayangan panjang pada dinding kaca, memantulkan segala hal yang ada di sekitarnya, mengaburkan batas antara kenyataan dan ilusi. Di dalam gedung tersebut,…
Readmore
error: Content is protected !!