Senandika Cinta

By: Yasmin imaji
62 Readers 8 Chapters 9.9

Senandika

Rangkaian aksara menyatu dalam canvas putih yang menjadi saksi biru dari sebuah rasa yang terbelenggu. Di antara bisik-bisik goresan pena yang hampir tak terdengar, ku cipta senandika cinta. Untaian indah dari ribuan kata yang menyemat sebuah rasa tak berbuah.
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Ilusi Duniawi

Di tengah gemerlapnya dunia, aku terpaku dalam sebuah ilusi. Cinta... yang digadang-gadang sebagai pelipur lara, kerap menjebakku dalam bayangan semu. Aku mencarinya di sudut-sudut kesenangan fana, berharap menemukan kedamaian yang abadi. Namun, yang kutemukan hanyalah kekecewaan dan kehampaan. Dalam perjalanan ini, aku menyadari…

Goresan Tinta

Di kanvas putih malam, Aku melukis rindu, Dengan kuas imajinasi, Aku menggoreskan kisah kita.   Setiap titik dan garis, Menari di atas lembaran, Menggambarkan detik-detik indah, Yang tak terlupakan dalam ingatan.   Aku menari dengan kata-kata, Seperti pena yang menari di atas kertas,…

Pembaringan Terakhir

Aku tak melihat apapun selain gundukan tanah itu. Dia yang kini telah tertutup oleh debu dan  terabaikan. Dia kini telah terasingkan dan terlihat begitu usang. Aku terdiam, berdiri sendiri di sini. Mengingat semua kenangan kelam yang telah dia sematkan. Kini, aku tenggelam dalam…

Muara Sunyi

Pada malam yang terlalu sibuk untuk merasakan pahitnya rindu, aku lebih memilih menimang pilu dengan pecahan tangis yang kerap melukai keheningan.   Kesepian itu kian terasa merepotkan, ketika pikiranku berkelana kesana kemari, mengejar layang-layang bertuliskan angan, terbang memutuskan ikatan yang erat digenggam cinta.…

Waktu

Fajar, untuknya yang biasa pergi tanpa kabar Pagi, untuknya yang kini telah pergi Siang, untuknya yang sudah tak memiliki kasih sayang Senja, untuknya yang tak lagi tersenyum manja Dan malam, untuknya yang kini semakin diam Waktu, untuknya yang tak ingin lagi bertemu  …

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
8 Chapters

Chapter 1: Yang Tak Kau Tahu

Oleh: Yasmin imaji
    Hari itu mentari datang menyapa. Memberikan sebuah senyum dan sapa manja. Dia datang seolah menawanku dengan sejuta pesona. Aku kira Itu adalah sebuah teguran bahagia, namun ternyata itu pembawa pesan duka. Duka yang bekas menjadi sebuah luka, dan membuat raga menjadi…
Readmore

Chapter 2: Ratapan Hati

Oleh: Yasmin imaji
Ku tatap dirimu wahai sang bahar Kilaumu tak lagi berpendar Hilang tanpa sinar  Tak lagi tampak kekar   Ku menengadah Menatap langit yang sedang berbenah Awan hitam berarak searah Mengacuhkanku yang hanya diam berpasrah   Ku lantunkan senandung sedih Dengan nada yang teramat…
Readmore

Chapter 3: Setitik Mentari

Oleh: Yasmin imaji
Di ujung timur kulihat mata sang fajar mulai terlihat Semburat merah mulai menggeliat Langit perlahan menjadi cerah tanpa sekat Biru, memenuhi layar angkasa tanpa sekat   Di antara hangatnya pagi yang mulai menerangi hari Ada hati yang kini berseri-seri Bunga layu mulai segar…
Readmore

Chapter 4: Waktu

Oleh: Yasmin imaji
Fajar, untuknya yang biasa pergi tanpa kabar Pagi, untuknya yang kini telah pergi Siang, untuknya yang sudah tak memiliki kasih sayang Senja, untuknya yang tak lagi tersenyum manja Dan malam, untuknya yang kini semakin diam Waktu, untuknya yang tak ingin lagi bertemu  …
Readmore

Chapter 5: Muara Sunyi

Oleh: Yasmin imaji
Pada malam yang terlalu sibuk untuk merasakan pahitnya rindu, aku lebih memilih menimang pilu dengan pecahan tangis yang kerap melukai keheningan.   Kesepian itu kian terasa merepotkan, ketika pikiranku berkelana kesana kemari, mengejar layang-layang bertuliskan angan, terbang memutuskan ikatan yang erat digenggam cinta.…
Readmore

Chapter 6: Pembaringan Terakhir

Oleh: Yasmin imaji
Aku tak melihat apapun selain gundukan tanah itu. Dia yang kini telah tertutup oleh debu dan  terabaikan. Dia kini telah terasingkan dan terlihat begitu usang. Aku terdiam, berdiri sendiri di sini. Mengingat semua kenangan kelam yang telah dia sematkan. Kini, aku tenggelam dalam…
Readmore

Chapter 7: Goresan Tinta

Oleh: Yasmin imaji
Di kanvas putih malam, Aku melukis rindu, Dengan kuas imajinasi, Aku menggoreskan kisah kita.   Setiap titik dan garis, Menari di atas lembaran, Menggambarkan detik-detik indah, Yang tak terlupakan dalam ingatan.   Aku menari dengan kata-kata, Seperti pena yang menari di atas kertas,…
Readmore

Chapter 8: Ilusi Duniawi

Oleh: Yasmin imaji
Di tengah gemerlapnya dunia, aku terpaku dalam sebuah ilusi. Cinta... yang digadang-gadang sebagai pelipur lara, kerap menjebakku dalam bayangan semu. Aku mencarinya di sudut-sudut kesenangan fana, berharap menemukan kedamaian yang abadi. Namun, yang kutemukan hanyalah kekecewaan dan kehampaan. Dalam perjalanan ini, aku menyadari…
Readmore
error: Content is protected !!