VIP Signed

Sintensy [TAMAT]

By: Xera yo
24 Readers 31 Chapters 9.9

Action Thriller

SINTENSY: Penantang Dunia   Dulu, Sintensy hanyalah anak biasa yang hidup bahagia bersama keluarganya. Namun, segalanya berubah saat desanya dilanda tawuran brutal akibat persaingan bisnis kecil yang berujung pada pertumpahan darah. Rumahnya hancur, ibunya tewas di depan matanya, dan ia dipaksa melarikan diri ke hutan untuk…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Epilog: luka terakhir

Malam itu gelap. Bukan hanya karena bulan tertutup awan, tapi karena hati Sintensy sendiri menolak cahaya.   Ia berdiri di pinggir sebuah desa yang kini berubah. Bukan lagi desa kecil dengan sawah dan jalan tanah seperti yang ia ingat waktu kecil. Sudah ada…

Bab: 30 Bayangan di balik peluru

Malam itu angin membawa aroma logam dan tanah basah, saat Sintensy duduk sendirian di atap bangunan tua dekat stasiun kereta terbengkalai. Di depannya, layar tablet tua yang berhasil ia hidupkan kembali menampilkan satu nama yang berulang kali muncul di jaringan komunikasi antara kelompok…

Bab: 29 Tulang untuk tulang

Langkah Sintensy menyusuri lorong-lorong sempit kota bawah tanah, tempat di mana cahaya lampu menggantung seperti sisa-sisa harapan. Sorot matanya tajam, dingin, tapi tak lagi terbakar oleh amarah tak terarah. Kini dia tahu siapa musuhnya. Bukan lagi bayangan masa lalu yang kabur, tapi wajah…

Bab: 28 Bayangan yang tak terjawab

Langkah Sintensy membawanya kembali ke reruntuhan desa tempat ia dibesarkan. Tanah itu kini ditumbuhi ilalang liar, rumah-rumah tinggal puing. Hanya beberapa fondasi yang masih terlihat—jejak hening dari tragedi yang mengubah hidupnya.   Ia berjalan pelan, menyusuri bekas jalan tanah, melewati tempat ia dulu…

Bab: 27 Dalam kabut tanpa jalan pulang

Beberapa hari berlalu. Atau mungkin seminggu? Sintensy tak tahu pasti. Waktu terasa seperti potongan-potongan kabur yang melayang dan jatuh tanpa bunyi. Ia tinggal di rumah kayu peninggalan Pak Gino, yang dulu dijadikan tempat rehat dan menyusun rencana.   Sekarang, rumah itu hanya tempat…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

khushbu.pal
Aryati Mudjiono
20 Chapters

Chapter 1: Bab: 1 Kebahagiaan

Oleh: Xera yo
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah dan hutan lebat, hiduplah seorang bocah bernama Sintensy. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, tapi penuh kehangatan. Ayahnya, seorang pekerja keras, sering mengajak Sintensy ke ladang, mengajarinya cara menanam padi, mengenali jenis-jenis tanaman, dan menangkap belut di…
Readmore

Chapter 2: Bab: 2 Makan malam

Oleh: Xera yo
Suatu malam, keluarga Sintensy mengadakan pesta kecil. Tidak ada alasan khusus, hanya karena ibunya sedang senang dan ingin memasak lebih banyak dari biasanya. Beberapa tetangga datang, membawa makanan tambahan.  Ayahnya membawa gitar tua, mulai memetik senar dan menyanyikan lagu-lagu desa yang sudah akrab…
Readmore

Chapter 3: Bab: 3 Cobaan datang

Oleh: Xera yo
 Langit sore itu terlihat begitu damai, awan putih melayang pelan di atas desa kecil yang dikelilingi hamparan sawah dan hutan. Anak-anak masih bermain di lapangan tanah, orang-orang tua bercengkerama di teras rumah, dan beberapa ibu sedang menjemur padi di halaman. Namun, tak ada…
Readmore

Chapter 4: Bab: 4 Pilihan sulit

Oleh: Xera yo
     Sintensy terus berlari menembus hutan. Ranting-ranting tajam menggores lengannya, tapi ia tak peduli. Kakinya hampir tak sanggup lagi menopang tubuhnya, tapi ketakutan memberinya kekuatan untuk terus bergerak.      Ketika suara bentrokan semakin jauh di belakang, ia akhirnya berhenti di balik…
Readmore

Chapter 5: Bab: 5 Kehidupan baru

Oleh: Xera yo
     Sintensy berdiri di atas bukit kecil di pinggiran hutan, menatap desa yang dulu menjadi rumahnya. Namun, yang ia lihat bukan lagi desa yang hangat dan damai. Rumah-rumah hancur, dinding-dindingnya hangus terbakar, dan jalan-jalan yang dulu dipenuhi tawa kini sunyi.    …
Readmore

Chapter 6: Bab: 6 Pindah jalur

Oleh: Xera yo
  Matahari mulai naik saat Sintensy membuka mata. Tidurnya tidak nyenyak, tapi setidaknya ia berhasil bertahan semalam. Hutan di sekitarnya terasa sunyi, hanya terdengar suara burung dan gemerisik daun yang tertiup angin Perutnya kembali berontak.   Ia harus menemukan makanan yang lebih layak…
Readmore

Chapter 7: Bab: 7 masuk ke dunia gelap

Oleh: Xera yo
Keesokan harinya, Sintensy menemui pria berjas hitam itu di sebuah gudang kosong di pinggiran kota. Tempat itu tampak kumuh, dengan beberapa orang berbadan besar berjaga di sekitarnya.   “Datang juga, ya?” Pria itu menyeringai. “Namaku Raka. Mulai sekarang, kau kerja untukku.”   Sintensy…
Readmore

Chapter 8: Bab 8

Oleh: Xera yo
Setelah malam itu, Sintensy semakin serius dalam latihannya. Ia bukan lagi sekadar anak liar yang ingin bertahan hidup—ia ingin menguasai dunia bawah dengan caranya sendiri.   Pak Gino mulai memberinya tugas yang lebih sulit. Tidak lagi sekadar mencopet atau menyelinap, kini ia harus…
Readmore

Chapter 9: Bab: 9 misi pertama yang sesungguhnya

Oleh: Xera yo
  Setelah pertemuan dengan Ronald, Sintensy menerima sebuah amplop berisi informasi targetnya. Nama, kebiasaan, tempat tinggal, hingga rutinitas hariannya sudah tercatat rapi.   Targetnya adalah seorang pria bernama Rendra, pemilik jaringan bisnis yang menjadi duri dalam daging bagi Ronald. Rendra bukan orang sembarangan—ia…
Readmore

Chapter 10: Bab: 10 bukan lagi bocah

Oleh: Xera yo
  Setelah berbulan-bulan latihan, akhirnya hari itu tiba—hari di mana Sintensy akan membuktikan bahwa ia bukan lagi bocah jalanan, melainkan pemain dalam dunia bawah.   Pak Gino menyerahkan sebuah amplop hitam.   ”Buka,” katanya.   Sintensy membuka amplop itu dan menemukan foto seorang…
Readmore

Chapter 11: Bab: 11 unjuk diri

Oleh: Xera yo
  Beberapa hari setelah insiden di bar, suasana di tempat Pak Gino menjadi lebih serius. Sintensy merasa ada sesuatu yang berbeda dalam cara gurunya memandangnya—seperti sedang mengukur sejauh mana kemampuannya berkembang.   Malam itu, setelah makan malam yang singkat, Pak Gino memanggilnya ke…
Readmore

Chapter 12: Bab: 12 menghadapi taufan

Oleh: Xera yo
Malam itu, Sintensy duduk di sebuah kamar apartemen kecil yang disediakan oleh Pak Gino. Ia memandangi foto Taufan Surya di tangannya.   Seorang pria berkacamata dengan senyum tipis. Terlihat ramah, tapi dari cerita yang ia dengar, pria ini jauh lebih berbahaya dari kelihatannya.…
Readmore

Chapter 13: Bab: 13 semakin dalam ke dunia gelap

Oleh: Xera yo
Setelah kejadian dengan Arel, geng mereka semakin kuat. Nama Sintensy mulai dikenal luas di dunia bawah. Ia bukan lagi anak jalanan yang berkelana tanpa arah, melainkan sosok yang ditakuti dan dihormati.   Namun, semakin tinggi seseorang naik, semakin banyak yang ingin menjatuhkannya.  …
Readmore

Chapter 14: Bab: 14 menguasai permainan

Oleh: Xera yo
Setelah percakapannya dengan pria akuntan itu, Sintensy kembali duduk di meja Pak Gino. Pria tua itu tersenyum puas.   “Bagus,” katanya. “Kau sudah mengerti bagaimana memanfaatkan situasi.”   Sintensy menyadari sesuatu. “Jadi ini bukan hanya soal membaca orang, tapi juga soal memberi mereka…
Readmore

Chapter 15: Bab: 15 perang tanpa wajah

Oleh: Xera yo
Perang Tanpa Wajah   Malam itu, angin dingin menyusup ke celah-celah jendela tempat persembunyian mereka. Sintensy memegang amplop hitam itu, membaca kembali tulisan di dalamnya.   "Kami tahu siapa kalian."   Pak Gino berdiri di sudut ruangan, menghisap rokoknya dengan tenang. “Sang Bayangan…
Readmore

Chapter 16: Bab: 16 Dalam jebakan bayangan

Oleh: Xera yo
Sintensy dan Pak Gino menyusuri gang-gang gelap di distrik selatan kota, tempat jaringan informasi dunia bawah berdenyut tanpa henti. Mereka tahu, semakin dalam mereka menggali, semakin besar risiko yang mengintai.   Pak Gino melangkah dengan hati-hati, tatapannya menyapu setiap sudut jalan. "Kalau Victor…
Readmore

Chapter 17: Bab: 17 hanya sebentar

Oleh: Xera yo
Serangan pria itu begitu cepat hingga Sintensy hampir tak bisa mengikutinya dengan mata. Ayora, bagaimanapun, telah mengantisipasi. Ia menangkis serangan pertama dengan pisaunya, memutar tubuh untuk menghindari tendangan yang menyusul.   Pak Gino mundur, matanya tajam menganalisis pergerakan lawan. "Dia bukan orang biasa,"…
Readmore

Chapter 18: Bab: 18 Dansa di tengah kekacauan

Oleh: Xera yo
Sintensy dan Pak Gino melangkah lebih dalam, menyusuri lorong gelap di sisi gudang. Teriakan dan suara tembakan masih menggema, memberi mereka cukup waktu untuk menyusup tanpa diketahui.   "Siap?" tanya Pak Gino pelan.   Sintensy mengangguk. Mereka bergerak cepat. Pak Gino membuka pintu…
Readmore

Chapter 19: Bab: 19 Bayangan ancaman baru

Oleh: Xera yo
Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Setelah pria misterius itu pergi, hanya suara langkah Pak Gino dan napas berat Sintensy yang terdengar di gudang usang itu. Lampu neon yang menggantung di langit-langit berkedip pelan, seolah memberi pertanda bahwa sesuatu telah berubah.  …
Readmore

Chapter 20: Bab: 20 Bayangan yang memburu bayangan

Oleh: Xera yo
Hari-hari berikutnya diisi dengan latihan yang tak biasa. Bukan lagi sekadar bertarung atau bertahan hidup, tapi menyusup ke dalam jaringan musuh, memahami bagaimana mereka berpikir, dan bahkan menciptakan kebingungan di antara mereka sendiri.   Pak Gino memperkenalkan metode baru: simulasi psikologis. Setiap pagi,…
Readmore
error: Content is protected !!