Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1. Misteri Cinta Dua Insan
- Chapter 2: Bab 2. Debaran Cinta Di Hati
- Chapter 3: Bab 3. Ketika Cinta Mulai Bermekaran
- Chapter 4: Bab 4. Jangan Pudarkan Cintaku
- Chapter 5: Bab 5. Terbuang Di Tepi Jalan
- Chapter 6: Bab. 6 Bunga Liar Di Semak Belukar
- Chapter 7: Bab 7. Topeng Sebuah Perhubungan
- Chapter 8: Bab 8. Selamat Jalan Kenangan
- Chapter 9: BAB. 9. Musim Semi Asmara di Ujung Timur
- Chapter 10: BAB 10. Menikmati Sunrise dan Sunset di Ende
Lates Chapters
BAB 10. Menikmati Sunrise dan Sunset di Ende
Oleh karena bersama Vano, Mutiara bahagia. Hanya Vano yang paling mengerti tentangnya, satu kemauan yang sangat sederhana. Tidak ingin berpisah hingga di ujung senja. Singgasana terus terbangun dari rindu dalam hati yang tidak kunjung usai. Setelah di Bajawa, mereka mengendarai mobil ke arah…
BAB. 9. Musim Semi Asmara di Ujung Timur
Senyumnya tipis mengembang. Vano terperangah. Apalagi kedua mata bidadari di hadapannya penuh dengan sinar gemilang yang membuat Vano seperti hidup di alam maya, serba memabukkan isi minda. Bunga yang layu di hatinya mekar kembali. Semangatnya muncul kembali. Bidadari ini benar-benar membuat Vano seperti…
Bab 8. Selamat Jalan Kenangan
Tahukah kamu, apa yang tersulit itu bukan mengucapkan selamat tinggal? Adalah saat aku untuk membiasakan diri, disaat aku melewati tempat yang dulu pernah ada, pernah ada kamu dan aku, pernah ada kisah cinta kita. Kamu begitu mudah melupakan kita yang dulu pernah ada.…
Bab 7. Topeng Sebuah Perhubungan
Sebuah pesan masuk dari Kak Vano : "Kamu lagi pacaran sama Goen ya?" "Emang kenapa? Bukankah Kak Vano udah tau? Waktu nerima Goen kan sudah dapat izin Kakak." Tut tut tut. "Iya tapi katamu cuma hiburan saja" "Ya memang benar, lagian kita gak…
Bab. 6 Bunga Liar Di Semak Belukar
Perlahan bulir-bulir bening bercucuran membasahi pipi, membentuk pulau keterasingan seperti hidup Mutiara yang tercampakan. Hari berikutnya, para cowok di tempat Mutiara bekerja mulai mendekat, mereka tahu wanita itu tengah kesepian. "Kamu baik-baik saja, Ra?" Melemparkan senyum lesung pipi termanis, Goen pagi itu…
Comments
You May Also Like
10 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Misteri Cinta Dua Insan
Baru saja Mutiara menyalakan laptopnya ketika terdengar suara nyanyian disusul derai tawa gadis kecil Dita malaikat kecilnya. Ia mendengarkan suara mp3-nya dan petikan suara gendang Dangdut Koplo mengalun merdu lagu Edan Turun . Derai tawa Dita…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Debaran Cinta Di Hati
Papa bekerja atau melamun sih. Ayo dong Papa menyanyi lagi buat Dita. Kita bisa nyanyi keras-keras. 'Kan Mama tidak ada. Suaranya mengagetkan lamunannya Banu hanya mencoba tersenyum meski pahit. Ini minggu kedua kepergian Mutiara sejak malam itu dan Dita tidak pernah memperdulikan…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Ketika Cinta Mulai Bermekaran
Pulau Khayangan indah. Salah satu pantai pulau kecil Kota Makassar bagian timur. pesonanya sepanjang masa seperti memikat para pelancong datang untuk melepaskan lelah sambil menikmati desiran angin pantai yang menyejukkan. Deburan ombak menghemaps bibir pulau bak nyanyain bidadari cinta yang dilanda asmara. …
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Jangan Pudarkan Cintaku
"Kamu tau? Dari kecil Nenekku 'lah yang merawat dan menyayangiku." "Iya, Kak. Menangislah sepuas hati, Kakak. Ada Adek disini untuk Kak Vano." Mutiara memeluk erat Vano agar merasa lebih tenang. Ia menangis tergugu, Vano satu persatu menceritakan semua hal tentang masa lalunya.…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Terbuang Di Tepi Jalan
Tepat setelah Vano pulang ke jawa, ada sesuatu yang membuat hati Mutiara sakit yaitu mengetahui Eva bersamanya lagi. Sebagai wanita kedua, tentu ia tahu akan kenyataan itu. Tetap saja yang namanya makhluk betina jiwanya menjerit, perih tiada terkira. Goen sudah diputus seperti permintaan…
ReadmoreChapter 6: Bab. 6 Bunga Liar Di Semak Belukar
Perlahan bulir-bulir bening bercucuran membasahi pipi, membentuk pulau keterasingan seperti hidup Mutiara yang tercampakan. Hari berikutnya, para cowok di tempat Mutiara bekerja mulai mendekat, mereka tahu wanita itu tengah kesepian. "Kamu baik-baik saja, Ra?" Melemparkan senyum lesung pipi termanis, Goen pagi itu…
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Topeng Sebuah Perhubungan
Sebuah pesan masuk dari Kak Vano : "Kamu lagi pacaran sama Goen ya?" "Emang kenapa? Bukankah Kak Vano udah tau? Waktu nerima Goen kan sudah dapat izin Kakak." Tut tut tut. "Iya tapi katamu cuma hiburan saja" "Ya memang benar, lagian kita gak…
ReadmoreChapter 8: Bab 8. Selamat Jalan Kenangan
Tahukah kamu, apa yang tersulit itu bukan mengucapkan selamat tinggal? Adalah saat aku untuk membiasakan diri, disaat aku melewati tempat yang dulu pernah ada, pernah ada kamu dan aku, pernah ada kisah cinta kita. Kamu begitu mudah melupakan kita yang dulu pernah ada.…
ReadmoreChapter 9: BAB. 9. Musim Semi Asmara di Ujung Timur
Senyumnya tipis mengembang. Vano terperangah. Apalagi kedua mata bidadari di hadapannya penuh dengan sinar gemilang yang membuat Vano seperti hidup di alam maya, serba memabukkan isi minda. Bunga yang layu di hatinya mekar kembali. Semangatnya muncul kembali. Bidadari ini benar-benar membuat Vano seperti…
ReadmoreChapter 10: BAB 10. Menikmati Sunrise dan Sunset di Ende
Oleh karena bersama Vano, Mutiara bahagia. Hanya Vano yang paling mengerti tentangnya, satu kemauan yang sangat sederhana. Tidak ingin berpisah hingga di ujung senja. Singgasana terus terbangun dari rindu dalam hati yang tidak kunjung usai. Setelah di Bajawa, mereka mengendarai mobil ke arah…
Readmore





