Table of Contents
Lates Chapters
Bab 22
“Kenapa kamu gugup sekali?” tanya Ethan dengan tatapan menelisik. Sonya melihat ke arah kanan dan kiri, dia tidak ingin siapapun mengetahui Ethan sedang bicara dengannya. Demi Tuhan, dia tak sanggup untuk digosipkan dengan pangeran tampan rumah sakit ini. “Sepi …” ujar Ethan seakan…
Bab 21
“Briefing pagi ini dengan dokter Ethan. Sumpah Demi apa, dia tuh ganteng banget!” kata Shanti, perawat yang masih memusuhi Sonya. Bagi Sonya, Shanti adalah titisan Nyi Grandong yang sukanya grandong sana sini, membuat keributan enggak jelas. “Kalo gue belum merit mau lah sama…
Bab 20
Drew Penthouse “Uncle … are you mommy boyfriend?” tanya Benji sambil bermain puzzle di ruangan bermain. “I hope so.” “Why? Have you been rejected?” celoteh Benji yang lebih dewasa dibanding umurnya. Membuat Drew setengah mati menahan tawa. “Hmmm … no. She needs time…
Bab 19
“Lepas… lepasin aku!” Teriak Sonya yang masih dalam gendongan Ethan. Namun, bukannya menuruti kemauan Sonya, Ethan malah mengganti posisi gendongannya selayaknya mengangkat karung beras. Tak ayal, Sonya meronta hebat dengan perlakuan nyeleneh Ethan. “Diem!” ucapnya seraya memukul pantat Sonya dengan santai. “Aku panggilin…
Bab 18
Ethan melihat ke arah Sonya, seakan menyamakan apa yang sebelumnya mereka dengar. “Ibu kenal sama Sonya. Kasih anggukan!” perintah Ethan yang membuat wajah Sonya merah padam. “Ga mungkin lah. Kan baru ketemu juga,” kata Sonya mencoba mengelak pikiran Ethan yang semakin membuat dia…
Comments
You May Also Like
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Pesona Ranjang Amethyst
Ethan melangkah masuk ke dalam kamarnya dengan langkah hati-hati. Hatinya berdebar-debar, penuh dengan keinginan dan kecemasan. Sudah lama dia menanti momen ini, pertemuan dengan wanita yang bernama Amethyst. Kamar itu dipenuhi dengan aroma bunga segar yang diselipkan Sonya ke setiap sudut ruangan. Cahaya…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Kecelakaan
“Aku akan menghubungimu lagi.” Sonya hanya mengambil napas dalam sebelum tersenyum. Dia ingin berkata, sebaiknya tidak usah, tapi rasanya aneh saat dia membutuhkan uang yang banyak untuk menghidupi keegoisannya. “Tentu saja. Kau bisa menghubungi kapan saja.” Ethan memeluk Sonya dan melabuhkan satu ciuman…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Menyesal
3 jam sebelum kejadian, Amethyst, adalah sosok fantasi liar para lelaki yang bisa mereka beli dengan tarif VVIP. Sebagai seorang solo player dalam dunia malam ibu kota, Amethyst adalah nama beken yang membuat cemas banyak sekali mucikari kawakan. Kenapa? Karena nama Amethyst kini…
ReadmoreChapter 4: Bab 4
Setibanya di rumah sakit, Sonya langsung menuju ruang administrasi sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas Ethan. Semua berkas ditandatangani dengan nama asli Sonya. Tidak ada keraguan bagi Sonya untuk membongkar identitas aslinya. Toh, dia sudah bertekad untuk membuka dirinya pada Ethan. Tanpa tahu…
ReadmoreChapter 5: Bab 5
Mommy … aku mau ice cream!” ucap seorang anak lelaki dengan rambut keriting dan wajah bule. “Not now Benjamin.” “But, I’ve been sweet and polite all day? Please,mommy!” “No Benji.” “Aunty … pleasee..!!” Vania langsung mengurut dahinya karena pertengkaran antara Benji dan Sonya…
ReadmoreChapter 6: Bab 6
Gugup, lemah, dan semua persendiannya terasa lunglai saat melihat sosok Ethan berdiri tegak di hadapannya. Demi apa pun juga, tidak ada satu pun khayalan Sonya bertemu Ethan di tempat ini. Bukankah dia sudah berlari menjauhi Ethan? Sonya otomatis bergerak mundur, kakinya tanpa sadar…
ReadmoreChapter 7: Bab 7
Sonya menunduk sejadi jadinya saat mendengar kata Ethan Wijaya dikumandangkan oleh Direktur Rumah Sakit mereka. Rasanya dia ingin menceburkan dirinya ke dalam sumur asal tak usah lagi bertemu lagi dengan Ethan. Bahkan Sonya sudah berencana meminta Medi untuk merolling pekerjaannya di kamar 501…
ReadmoreChapter 8: Bab 8
Drew terdiam, dia hanya menyimak gadis putih dengan body aduhai itu bergerak ke sana ke mari. Terus terang dia sama sekali tidak mengira akan bertemu Sonya di kota ini. Aneh sekali, bolehkah dia berpikir bahwa semesta seakan mendukung cinta yang bertepuk sebelah tangan…
ReadmoreChapter 9: Bab 9
“Ethan…”lirih Sonya. Sangat terkejut, dan entah kenapa dia menjadi kikuk? Seharusnya tidak, bukan? Namun, selalu saja tatapan lelaki itu melumpuhkan akal Sonya. “Maaf, Suster. Saya mengganggu. Apa sudah selesai?” tanya Ethan pada akhirnya setelah melihat Sonya yang malah terdiam kaku, dan hanya menatapnya…
ReadmoreChapter 10: Bab 10
Mata Sonya masih membulat saat dia dihimpit tubuh tinggi Ethan begitu saja. Dingin yang menjalar dari punggungnya saat bertabrakan dengan dinding keramik itu membuat semua bayangan kisah percintaan intim berputar kembali dengan sangat jelas dalam kepalanya. Tak pelak lagi, pikiran Sonya tentang hangatnya…
ReadmoreChapter 11: Bab 11
“Sonya. Saya tahu kamu di dalam!” Sonya diam saja dan mencoba tidak menggubris Ethan yang masih mengetuk pintu ruangannya. Baginya, mencari mati jika membuka pintu itu buat Ethan. “Saya mau minta maaf. Saya harap kamu tidak salah paham!” ujar Ethan yang masih berpikir…
ReadmoreChapter 12: Bab 12
Sonya gelagapan saat mendengar suara Benjamin yang semakin dekat. Terus terang, semua hal yang berkaitan dengan Ethan membuatnya gelisah. Sonya langsung keluar dari mobil Ethan dan berlari menyambut Benjamin yang membuka tangannya dengan lebar sebelum Ethan menyusulnya. “Momyyyy… .!!” Teriak Benji dengan lesung…
ReadmoreChapter 13: Bab 13
Sonya menatap Benjamin yang tertidur pulas di atas karpet sambil memegang mainan truknya. Dia menatap anaknya dengan perasaan campur aduk. Roby benar, Vania juga benar dan akhirnya Sonya bisa negosiasi dengan dirinya sendiri. Dia tidak boleh membawa Benji ke lubang penderitaan yang sama. …
ReadmoreChapter 14: Bab 14
“Kamu cantik.” “Terima kasih, kamu juga tampan.” Drew tersenyum, pujian yang membuat dirinya melayang sebenarnya. Hanya Sonya yang bisa membuat hatinya tidak karuan seperti ini. Tapi, sekali lagi dia tak mau salah tingkah dengan bertingkah aneh. Dia sudah dewasa, bukan waktunya bertingkah selayaknya,…
ReadmoreChapter 15: Bab 15
Tiga puluh menit sebelum insiden pecahan gelas kaca. “Angela? Kamu pulang?” tanya Ethan sambil memeluk mesra pinggang wanita yang berstatus tunangannya itu. “Surprise! Mami yang ingetin aku buat pulang karena kamu ultah. Terus sekalian aja deh aku bikin pesta kejutan ini,” ungkap Angela…
ReadmoreChapter 16: Bab 16
“Elu baik-baik aja, Nyaa?” tanya Drew saat melihat kemunculan Sonya dari arah dalam rumah. “I’m oke. Ga ada masalah ko. Cuman goresan kecil,” jawab Sonya santai sembari menyambar lengan Drew untuk kembali ke mobil dan pergi dari tempat Ethan. Dia merasa di posisi…
ReadmoreChapter 17: Bab 17
“Nyaa, ada dokter Ethan… !!” Bagai suara gledek di siang hari. “Ngapain juga Ethan kemari?” Benak Sonya. “Mari masuk, Dok!” ajak Drew lalu mempersilakan Ethan untuk duduk di sofa yang berseberangan dengan Sonya yang sedari tadi memasang wajah kaku. “Ketemu lagi, Dok?” tanya…
ReadmoreChapter 18: Bab 18
Ethan melihat ke arah Sonya, seakan menyamakan apa yang sebelumnya mereka dengar. “Ibu kenal sama Sonya. Kasih anggukan!” perintah Ethan yang membuat wajah Sonya merah padam. “Ga mungkin lah. Kan baru ketemu juga,” kata Sonya mencoba mengelak pikiran Ethan yang semakin membuat dia…
ReadmoreChapter 19: Bab 19
“Lepas… lepasin aku!” Teriak Sonya yang masih dalam gendongan Ethan. Namun, bukannya menuruti kemauan Sonya, Ethan malah mengganti posisi gendongannya selayaknya mengangkat karung beras. Tak ayal, Sonya meronta hebat dengan perlakuan nyeleneh Ethan. “Diem!” ucapnya seraya memukul pantat Sonya dengan santai. “Aku panggilin…
ReadmoreChapter 20: Bab 20
Drew Penthouse “Uncle … are you mommy boyfriend?” tanya Benji sambil bermain puzzle di ruangan bermain. “I hope so.” “Why? Have you been rejected?” celoteh Benji yang lebih dewasa dibanding umurnya. Membuat Drew setengah mati menahan tawa. “Hmmm … no. She needs time…
Readmore





