Table of Contents
- Chapter 1: Bab1: Anakku adalah bunga yang tumbuh dihatiku.
- Chapter 2: Bab2:Pertemuan yang sangat betkesan
- Chapter 3: Bab3: Kembali kerumah yang penuh kenangan indah.
- Chapter 4: Bab4: Syukron bapak.
- Chapter 5: Bab5: Terserah orang mau bilang apa.
- Chapter 6: Bab6: Terkenang akan amanah istri
- Chapter 7: Bab7:Buku apa yang dibaca Zahra?.
- Chapter 8: Bab 8: Anak seorang lelaki tangguh.
- Chapter 9: Bab 9:Pintu surga.
- Chapter 10: Bab10: Mendapat pencerahan.
Lates Chapters
Bab18: Tamu yang tidak terduga.
Bab 18: Tamu yang tidak diduga. Keluarga Andra yang lamarannya telah ditolak merasa sangat kecewa, padahal mereka sudah sangat percaya diri jika lamaran mereka akan diterima. Karena menurut perhitungan mereka tidak mungkin Pak Sutrisno yang hidupnya hanya pas-pasan akan menolak lamaran mereka…
Bab 17: Zahra dilamar Andra.
Bab 17: Zahra dilamar Andra. Tak ada yang berubah pada acara perayaan Idul Fitri kali ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama mereka berkumpul melewati saat saat bahagia yang hanya mereka lewati setahun sekali. Menyambut kedatangan teman atau kerabat yang ingin tetap menjalin…
Bab16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra.
Bab 16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra. Rasa cemas dan khawatir membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Hingga tangan dan kaki mereka terasa lemas. Untung saja dalam kondisi seperti itu mereka masih bisa mengendalikan pikiran agar tetap waspada. . “Andra…!” Seru…
Bab15: Berita hoax.
Bab15: Berita hoax. “Alhamdulillah, kamu datang celana bapak kamu sudah siap ibu kerjakan,” ujar BuYanti. Penjahit satu-satunya yang ada dikampung itu. Wanita itu memperlihatkan hasil kerjanya pada Zahra. “Gimana, bu, rame?”tanya Zahra. “Beginilah, tukang jahit sekarang tidak sebahagia tukang jahit…
Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.
Bab14: Kabar yang tidak diinginkan. “Apa tidak sayang menolak cinta Andra. Setau mbak dia anak baik. Keluarganya juga orang yang cukup terpandang di kampung ini. Bener lho kata Keni, nanti kamu nyesel. Lagi pula kalau kamu Terima cinta Andra bukan berarti kamu…
Comments
You May Also Like
18 Chapters
Chapter 1: Bab1: Anakku adalah bunga yang tumbuh dihatiku.
BAB 1. ANAKKU ADALAH BUNGA YANG TUMBUH DIHATIKU. Lelaki bertubuh gempal itu dengan tenang mengendarai sepeda motor tuanya. Tanpa memperdulikan matahari yang tidak bersahabat ia menyusuri jalan aspsal demi menemui anak gadis semata wayangnya yang sudah lebih lima tahun menuntut…
ReadmoreChapter 2: Bab2:Pertemuan yang sangat betkesan
Bab 2: Pertemuan yang sangat berkesan. Ustad Ismail menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dan mengibas- ngibaskan pecinya ke wajah yang tidak berkeringat. Ustadz Ismail memang sudah mengenal Pak Sutrisno hampir enam tahun, tapi berbincang dengan lelaki bertubuh gempal dan berkulit sawo matang…
ReadmoreChapter 3: Bab3: Kembali kerumah yang penuh kenangan indah.
BAB 3. Kembali kerumah yang penuh kenangan indah. Motor tua itu memasuki halaman rumah yang tampak begitu sepi. Sebuah rumah yang jauh dari kesan modern, meski rumah itu berukuran cukup besar. Motor yang dikendarai Pak Sutrisno tidak…
ReadmoreChapter 4: Bab4: Syukron bapak.
Bab 4: Syukron, bapak. “Jadi setelah lulus pesantren nanti apa kamu mau kuliah, nduk?" tanya Bude Warsih pada Zahra yang tengah menikmati semur ayam kesukaannya. "Tengok nantik saja Bude. Zahra belum bisa memutuskan," jawabnya. "Kamu itu kan nantinya lulusan pesantren.…
ReadmoreChapter 5: Bab5: Terserah orang mau bilang apa.
Bab 5.Terserah orang mau bilang apa. "Pak Sutrisno sangat menikmati lantunan bacaan alquran yang dibaca putrinya. Baginya lantunan itu lebih merdu dari nyanyian-nyanyian apapun. Lebih indah dari syair-syair apapun. Tertunai sudah janji pada almarhumah istrinya. Ada sedikit rasa bangga menyusup didalam hati…
ReadmoreChapter 6: Bab6: Terkenang akan amanah istri
Bab 6. Terkenang akan amanah istri. "Sebentar lagi zahra selesai pesantren, dek. Akhirnya keinginan kamu bisa terwujud," gumam Pak Sutrisno sambil memandangi foto keluarga kecilnya di dinding. Kemudian mata tuanya menyapu seluruh ruangan yang penuh kenangan indah bersama almarhum istrinya. Tatapan…
ReadmoreChapter 7: Bab7:Buku apa yang dibaca Zahra?.
Bab 7:Buku apa yang dibaca Zahra. Setiap berada dirumah tidak ada yang luput dari perhatian pak Sutrisno tentang anak gadisnya itu. Meski hal kecil sekalipun. Bagi lelaki tua itu apapun yang terekam dalam ingatannya tentang Zahra, akan menjadi kenangan indah seumur hidupnya.…
ReadmoreChapter 8: Bab 8: Anak seorang lelaki tangguh.
Bab 8: Anak seorang lelaki tangguh. Tak terasa sembilan hari telah berlalu. Masih tersisa satu hari lagi dirinya menikmati liburan bersama bapak tersayang. Saat-saat yang membuat Zahra merasa dilema. Ingin rasanya ia tidak kembali ke pondok untuk menghabiskan waktu bersama bapak. Tapi…
ReadmoreChapter 9: Bab 9:Pintu surga.
Bab 9: Pintu surga. "Nduk, kamu baik baik disini, ya. Nggak terasa beberapa bulan lagi kamu tamat. Rasanya bapak pengen kamu cepat-cepat lulus. Abisnya bapak kesepian dirumah," ucap Pak Sutrisno dengan suara sedikit tertahan, tampak jelas jika ia sangat berat meninggalkan Zahra…
ReadmoreChapter 10: Bab10: Mendapat pencerahan.
Bab 10: Mendapat pencerahan. Seiring waktu Zahra sudah mulai bisa menata hatinya untuk menghadapi kenyataan yang akan dihadapi. Untungnya disaat-saat sulit ia didampingi orang-orang yang peduli akan dirinya. Hingga pikirannya tidak lagi terfokus pada masalah yang sedang dan akan dihadapinya. Tapi lebih…
ReadmoreChapter 11: Bab 11: Ditengah orang-orang yang mencintainya.
Bab 11: Ditengah orang-orang yang mencintainya. "Ayo, nduk. Kalau bisa sebelum zuhur kita sudah sampai dirumah. Hari ini semua anak budemu akan pulang. Budemu pasti membutuhkan bantuanmu untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut mereka." Pak Sutrisno terlihat begitu bersemangat ketika menjemput Zahra…
ReadmoreChapter 12: Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima.
Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima. Zahra begitu bahagia saat menapakkan kaki di mushola dekat rumahnya. Sebuah bangunan tua yang dijadikan tempat berkumpul oleh warga kampungnya. Bukan hanya berkumpul saat melaksanakan sholat berjamaah. Mushola kecil itu juga berfungsi sebagai tempat pertemuan…
ReadmoreChapter 13: Bab 13: Tegas.
Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima. Zahra begitu bahagia saat menapakkan kaki di mushola dekat rumahnya. Sebuah bangunan tua yang dijadikan tempat berkumpul oleh warga kampungnya. Bukan hanya berkumpul saat melaksanakan sholat berjamaah. Mushola kecil itu juga berfungsi sebagai tempat pertemuan…
ReadmoreChapter 14: Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.
Bab14: Kabar yang tidak diinginkan. “Apa tidak sayang menolak cinta Andra. Setau mbak dia anak baik. Keluarganya juga orang yang cukup terpandang di kampung ini. Bener lho kata Keni, nanti kamu nyesel. Lagi pula kalau kamu Terima cinta Andra bukan berarti kamu…
ReadmoreChapter 15: Bab15: Berita hoax.
Bab15: Berita hoax. “Alhamdulillah, kamu datang celana bapak kamu sudah siap ibu kerjakan,” ujar BuYanti. Penjahit satu-satunya yang ada dikampung itu. Wanita itu memperlihatkan hasil kerjanya pada Zahra. “Gimana, bu, rame?”tanya Zahra. “Beginilah, tukang jahit sekarang tidak sebahagia tukang jahit…
ReadmoreChapter 16: Bab16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra.
Bab 16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra. Rasa cemas dan khawatir membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Hingga tangan dan kaki mereka terasa lemas. Untung saja dalam kondisi seperti itu mereka masih bisa mengendalikan pikiran agar tetap waspada. . “Andra…!” Seru…
ReadmoreChapter 17: Bab 17: Zahra dilamar Andra.
Bab 17: Zahra dilamar Andra. Tak ada yang berubah pada acara perayaan Idul Fitri kali ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama mereka berkumpul melewati saat saat bahagia yang hanya mereka lewati setahun sekali. Menyambut kedatangan teman atau kerabat yang ingin tetap menjalin…
ReadmoreChapter 18: Bab18: Tamu yang tidak terduga.
Bab 18: Tamu yang tidak diduga. Keluarga Andra yang lamarannya telah ditolak merasa sangat kecewa, padahal mereka sudah sangat percaya diri jika lamaran mereka akan diterima. Karena menurut perhitungan mereka tidak mungkin Pak Sutrisno yang hidupnya hanya pas-pasan akan menolak lamaran mereka…
Readmore





