SYUKRON KASIRON PAK E.

By: nurul.rahma
36 Readers 18 Chapters 9.9

Religion

Masa pendidikan di pondok pesantren hanya tinggal satu semester. Saat-saat yang seharusnya membuat hati gadis itu merasa senang. Karena sudah lima tahun lebih ia hidup terpisah dari bapaknya, dan beberapa bulan lagi akan tinggal bersama kembali.    Perasaan bersalah karena tidak dapat memenuhi keinginan almarhumah ibunya…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Bab18: Tamu yang tidak terduga.

Bab 18: Tamu yang tidak diduga.              Keluarga Andra yang lamarannya telah ditolak merasa sangat kecewa, padahal mereka sudah sangat percaya diri jika lamaran mereka akan diterima. Karena menurut perhitungan mereka tidak mungkin Pak Sutrisno yang hidupnya hanya pas-pasan akan menolak lamaran mereka…

Bab 17: Zahra dilamar Andra.

Bab 17: Zahra dilamar Andra.            Tak ada yang berubah pada acara perayaan Idul Fitri kali ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama mereka berkumpul melewati saat saat bahagia yang hanya mereka lewati setahun sekali. Menyambut kedatangan teman atau kerabat yang ingin tetap menjalin…

Bab16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra.

Bab 16: Andra terlalu menganggap remeh                Zahra.             Rasa cemas dan khawatir membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Hingga tangan dan kaki mereka terasa lemas. Untung saja dalam kondisi seperti itu mereka masih bisa mengendalikan pikiran agar tetap waspada. .           “Andra…!” Seru…

Bab15: Berita hoax.

Bab15: Berita hoax.    “Alhamdulillah, kamu datang celana bapak kamu sudah siap ibu kerjakan,” ujar BuYanti. Penjahit satu-satunya yang ada dikampung itu. Wanita itu memperlihatkan hasil kerjanya pada Zahra.    “Gimana, bu, rame?”tanya Zahra.    “Beginilah, tukang jahit sekarang tidak sebahagia tukang jahit…

Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.

Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.    “Apa tidak sayang menolak cinta Andra. Setau mbak dia anak baik. Keluarganya juga orang yang cukup terpandang di kampung ini. Bener lho kata Keni, nanti kamu nyesel. Lagi pula kalau kamu Terima cinta Andra bukan berarti kamu…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
18 Chapters

Chapter 1: Bab1: Anakku adalah bunga yang tumbuh dihatiku.

Oleh: nurul.rahma
BAB 1. ANAKKU ADALAH BUNGA YANG      TUMBUH DIHATIKU.            Lelaki bertubuh gempal itu dengan tenang mengendarai sepeda motor tuanya. Tanpa memperdulikan matahari yang tidak bersahabat ia menyusuri jalan aspsal demi menemui anak gadis semata wayangnya yang sudah lebih lima tahun menuntut…
Readmore

Chapter 2: Bab2:Pertemuan yang sangat betkesan

Oleh: nurul.rahma
Bab 2: Pertemuan yang sangat berkesan.            Ustad Ismail menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Dan mengibas- ngibaskan pecinya ke wajah yang tidak berkeringat. Ustadz Ismail memang sudah mengenal Pak Sutrisno hampir enam tahun, tapi berbincang dengan lelaki bertubuh gempal dan berkulit sawo matang…
Readmore

Chapter 3: Bab3: Kembali kerumah yang penuh kenangan indah.

Oleh: nurul.rahma
BAB 3. Kembali kerumah yang penuh kenangan indah.               Motor tua itu memasuki halaman rumah yang tampak begitu sepi. Sebuah rumah yang jauh dari kesan modern, meski rumah itu berukuran cukup besar. Motor yang dikendarai Pak Sutrisno tidak…
Readmore

Chapter 4: Bab4: Syukron bapak.

Oleh: nurul.rahma
Bab 4: Syukron, bapak.             “Jadi setelah lulus pesantren nanti apa kamu mau kuliah, nduk?" tanya Bude Warsih pada Zahra yang tengah menikmati semur ayam kesukaannya.           "Tengok nantik saja Bude. Zahra belum bisa memutuskan," jawabnya.          "Kamu itu kan nantinya lulusan pesantren.…
Readmore

Chapter 5: Bab5: Terserah orang mau bilang apa.

Oleh: nurul.rahma
Bab 5.Terserah orang mau bilang apa.    "Pak Sutrisno sangat menikmati lantunan bacaan alquran yang dibaca putrinya. Baginya lantunan itu lebih merdu dari nyanyian-nyanyian apapun. Lebih indah dari syair-syair apapun. Tertunai sudah janji pada almarhumah istrinya. Ada sedikit rasa bangga menyusup didalam hati…
Readmore

Chapter 6: Bab6: Terkenang akan amanah istri

Oleh: nurul.rahma
Bab 6. Terkenang akan amanah istri.    "Sebentar lagi zahra selesai pesantren, dek.  Akhirnya keinginan kamu bisa terwujud," gumam Pak Sutrisno sambil memandangi foto keluarga kecilnya di dinding. Kemudian mata tuanya menyapu seluruh ruangan yang penuh kenangan indah bersama almarhum istrinya.    Tatapan…
Readmore

Chapter 7: Bab7:Buku apa yang dibaca Zahra?.

Oleh: nurul.rahma
Bab 7:Buku apa yang dibaca Zahra.    Setiap berada dirumah tidak ada yang luput dari perhatian pak Sutrisno tentang anak gadisnya itu. Meski hal kecil sekalipun. Bagi lelaki tua itu apapun yang terekam dalam ingatannya tentang Zahra, akan menjadi kenangan indah seumur hidupnya.…
Readmore

Chapter 8: Bab 8: Anak seorang lelaki tangguh.

Oleh: nurul.rahma
Bab 8: Anak seorang lelaki tangguh.    Tak terasa sembilan hari telah berlalu. Masih tersisa satu hari lagi dirinya menikmati liburan bersama bapak tersayang. Saat-saat yang membuat Zahra merasa dilema. Ingin rasanya ia tidak kembali ke pondok untuk menghabiskan waktu bersama bapak. Tapi…
Readmore

Chapter 9: Bab 9:Pintu surga.

Oleh: nurul.rahma
Bab 9: Pintu surga.    "Nduk, kamu baik baik disini, ya. Nggak terasa beberapa bulan lagi kamu tamat. Rasanya bapak pengen kamu cepat-cepat lulus. Abisnya bapak kesepian dirumah," ucap Pak Sutrisno dengan suara sedikit tertahan, tampak jelas jika ia sangat berat meninggalkan Zahra…
Readmore

Chapter 10: Bab10: Mendapat pencerahan.

Oleh: nurul.rahma
Bab 10: Mendapat pencerahan.    Seiring waktu Zahra sudah mulai bisa menata hatinya untuk menghadapi kenyataan yang akan dihadapi. Untungnya disaat-saat sulit ia didampingi orang-orang yang peduli akan dirinya. Hingga pikirannya tidak lagi terfokus pada masalah yang sedang dan akan dihadapinya. Tapi lebih…
Readmore

Chapter 11: Bab 11: Ditengah orang-orang yang mencintainya.

Oleh: nurul.rahma
Bab 11: Ditengah orang-orang yang                   mencintainya.    "Ayo, nduk. Kalau bisa sebelum zuhur kita sudah sampai dirumah. Hari ini semua anak budemu akan pulang. Budemu pasti membutuhkan bantuanmu untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut mereka." Pak Sutrisno terlihat begitu bersemangat ketika menjemput Zahra…
Readmore

Chapter 12: Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima.

Oleh: nurul.rahma
Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima.    Zahra begitu bahagia saat menapakkan kaki di mushola dekat rumahnya. Sebuah bangunan tua yang dijadikan tempat berkumpul oleh warga kampungnya. Bukan hanya berkumpul saat melaksanakan sholat berjamaah. Mushola kecil itu juga berfungsi  sebagai tempat pertemuan…
Readmore

Chapter 13: Bab 13: Tegas.

Oleh: nurul.rahma
Bab 12: Tidak semua orang bisa Terima.    Zahra begitu bahagia saat menapakkan kaki di mushola dekat rumahnya. Sebuah bangunan tua yang dijadikan tempat berkumpul oleh warga kampungnya. Bukan hanya berkumpul saat melaksanakan sholat berjamaah. Mushola kecil itu juga berfungsi  sebagai tempat pertemuan…
Readmore

Chapter 14: Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.

Oleh: nurul.rahma
Bab14: Kabar yang tidak diinginkan.    “Apa tidak sayang menolak cinta Andra. Setau mbak dia anak baik. Keluarganya juga orang yang cukup terpandang di kampung ini. Bener lho kata Keni, nanti kamu nyesel. Lagi pula kalau kamu Terima cinta Andra bukan berarti kamu…
Readmore

Chapter 15: Bab15: Berita hoax.

Oleh: nurul.rahma
Bab15: Berita hoax.    “Alhamdulillah, kamu datang celana bapak kamu sudah siap ibu kerjakan,” ujar BuYanti. Penjahit satu-satunya yang ada dikampung itu. Wanita itu memperlihatkan hasil kerjanya pada Zahra.    “Gimana, bu, rame?”tanya Zahra.    “Beginilah, tukang jahit sekarang tidak sebahagia tukang jahit…
Readmore

Chapter 16: Bab16: Andra terlalu menganggap remeh Zahra.

Oleh: nurul.rahma
Bab 16: Andra terlalu menganggap remeh                Zahra.             Rasa cemas dan khawatir membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Hingga tangan dan kaki mereka terasa lemas. Untung saja dalam kondisi seperti itu mereka masih bisa mengendalikan pikiran agar tetap waspada. .           “Andra…!” Seru…
Readmore

Chapter 17: Bab 17: Zahra dilamar Andra.

Oleh: nurul.rahma
Bab 17: Zahra dilamar Andra.            Tak ada yang berubah pada acara perayaan Idul Fitri kali ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari pertama mereka berkumpul melewati saat saat bahagia yang hanya mereka lewati setahun sekali. Menyambut kedatangan teman atau kerabat yang ingin tetap menjalin…
Readmore

Chapter 18: Bab18: Tamu yang tidak terduga.

Oleh: nurul.rahma
Bab 18: Tamu yang tidak diduga.              Keluarga Andra yang lamarannya telah ditolak merasa sangat kecewa, padahal mereka sudah sangat percaya diri jika lamaran mereka akan diterima. Karena menurut perhitungan mereka tidak mungkin Pak Sutrisno yang hidupnya hanya pas-pasan akan menolak lamaran mereka…
Readmore
error: Content is protected !!