VIP Signed

Vila Impian (Sudah Cetak)

By: neng.anjar
171 Readers 30 Chapters 9.9

Romance

Eddy dan Milla saling jatuh cinta, ketika merenovasi villa warisan, milik almarhum orang tua Eddy. Cinta mereka mengalami dilema, ketika muncul sosok Nining yang merupakan anak angkat kakek Eddy sekaligus juga merupakan tunangan Eddy yang disetujui oleh kakeknya.  
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Bab 30. Belum Saatnya

  Eddy terkekeh melihat rona merah di wajah kekasihnya ketika digoda. Dia memeluk Milla erat dan meletakan wajahnya di bahu gadis itu.  Entah mengapa dia merasa lebih tenang saat menghirup harum rambut gadis yang telah menjadi kekasihnya tersebut.  Eddy tidak pernah melupakan bagaimana…

Bab 29. Mengajarkan Banyak Hal

  Eddy langsung membayangkan apa yang selama ini sering diimpikannya tentang Milla. Dia sering bermimpi kalau gadis di hadapannya ini sudah menjadi istrinya dan mereka melakukan banyak hal bersama-sama termasuk tidur bersama. "Aku mimpi tidur di kasur yang sama denganmu," kata Eddy sambil…

Bab 28. Bukan Sekedar Mimpi

  Milla hanya menunduk menimbang-nimbang apakah dia harus berbicara jujur kepada Eddy atau tidak?  Kalau dia memilih jujur artinya secara tidak langsung dia mengungkapkan kepada pria di hadapannya ini kalau dia memiliki perasaan khusus kepadanya.  Sedangkan kalau dia menggunakan alasan lain, Milla tidak…

Bab 27. Kecanggungan Milla

  Mendadak keduanya merasakan suhu ruangan menjadi panas hingga keduanya merasa salah tingkah satu sama lain.  Eddy menguatkan hatinya untuk terus menatap Milla sementara gadis itu sibuk mengalihkan pandangan matanya ke segala arah dengan wajah yang merah merona.  Milla merasa kesal dengan dirinya…

Bab 26. Percikan Api

  "Oh, maaf," kata Eddy dengan cepat menggeser tubuhnya Di dalam hati dia merasa deg-degan dan takut kalau-kalau gadis di hadapannya ini akan marah dan merajuk jika melihat dia sudah memasang wallpaper duluan tanpa merundingkan terlebih dahulu dengannya. Milla merasa lega ketika melihat…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: Bab 1. Api di villa

Oleh: neng.anjar
  "Sudah sampai, Pak," kata sopir taksi kepada Eddy yang saat ini sedang duduk melorot dan terkantuk-kantuk di kursi belakang. Taksi ini ditumpangi Eddy sejak dia keluar dari bandara, karena dia merasa terlalu lelah dan malas untuk naik angkutan umum menuju vila warisan…
Readmore

Chapter 2: Bab 2. Mencari Tempat Lain

Oleh: neng.anjar
  Krieet...!!! Tiba-tiba terdengar suara kursi digeser dan helaan nafas panjang dari seorang wanita.  Eddy terkejut dan merasa sangat penasaran ingin mengetahui siapa wanita di dalam pondok itu yang telah begitu berani memasuki dan melanggar hak teritorialnya di kawasan vila milik orangtuanya ini.…
Readmore

Chapter 3: Bab 3. Tawaran Kerja

Oleh: neng.anjar
  "Lalu apa yang akan Kamu lakukan selanjutnya? Apakah Kamu memiliki pekerjaan?" tanya Eddy ingin tahu. Tiba-tiba Eddy merasa bersalah karena telah mengusir Milla setelah melihat raut kesedihan di wajah cantiknya.  Namun, dia juga merasa bingung apa yang harus dilakukannya untuk Milla, saat…
Readmore

Chapter 4: Bab 4. Merasa Serba Salah

Oleh: neng.anjar
  Eddy berpikir pasti adiknya banyak menyimpan berbagai informasi tentang Milla. Krieet...!!! Eddy menghela napas mendengar suara berderit dari pintu yang dibukanya.  'Sepertinya semua pintu di vila ini juga memerlukan pembaharuan,' pikirnya sambil memasuki kamar mendiang adiknya yang bernuansa merah muda.  Dia lalu…
Readmore

Chapter 5: Bab 5. Alasan Milla

Oleh: neng.anjar
  Eddy hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat pada akhirnya gadis itu benar-benar tertidur pulas dengan posisi duduk melorot bersandar di kursi taman. "Sudah kuduga," kata Eddy terkekeh geli ketika melihat Milla yang tertidur pulas di kursi taman. Milla sama sekali tidak menyadari kalau…
Readmore

Chapter 6: Bab 6. Warisan Tak Terduga

Oleh: neng.anjar
  Milla memang tidak percaya kalau ayahnya telah meninggalkan harta warisan untuknya ketika dia masih hidup, sebagaimana yang dikatakan oleh Eddy. 'Kalau Aku punya harta warisan, Aku tidak akan bekerja pontang panting hanya untuk membiayai kuliahku di Jakarta,' batin Milla sinis. Dia masih…
Readmore

Chapter 7: Bab 7. Dibatalkan

Oleh: neng.anjar
  "Selain itu Aku sibuk bekerja, besok pun Aku harus pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan. Apakah Kamu tidak apa-apa jika Aku tinggal dan mengerjakan semua ini sendiri?" kata Eddy lagi bertanya pada Milla. "Tidak masalah," jawab Milla datar. Bagaimana pun itu…
Readmore

Chapter 8: Bab 8. Baru Selesai Mandi

Oleh: neng.anjar
  Gadis itu kemudian membaringkan tubuhnya yang lelah sehabis bekerja dan panas-panasan di taman dengan perasaan nyaman.  Milla membentangkan tangan dan kakinya di atas kasur yang telah biasa dia gunakan untuk tidur sejak dia masih kecil. "Akhirnya bisa istirahat dengan nyaman di rumah,"…
Readmore

Chapter 9: Bab 9. Bukankah Sekedar Orang Lewat

Oleh: neng.anjar
  'Barang kali setelah semuanya dibicarakan, Eddy mau kembali menghidupkan listrik di pondok aku,' harap Milla dalam hati. Eddy mengajak Milla masuk ke dalam vila dan mengajaknya ke dapur untuk duduk di meja kopi yang berada di dapur.  Meja itu hanya berukuran enam…
Readmore

Chapter 10: Bab 10. Tertarik

Oleh: neng.anjar
  "Mengapa Kamu menatapku seperti itu? Apakah Kamu tidak terima pada apa yang Aku katakan mengenai sepupu angkat Kamu itu?" tanya Milla kesal mendapat tatapan menyelidik dari pria di hadapannya itu. 'Apakah Dia marah? Hah! Yang benar saja, dasar aneh, bukankah Aku yang…
Readmore

Chapter 11: Bab 11. Makan Bersama

Oleh: neng.anjar
  "Apakah Kamu tetap akan pulang?" tanya Eddy mengerutkan kening khawatir. Milla terdiam. Dia benar-benar bingung sekarang. Di satu sisi dia takut untuk pulang kembali dalam keadaan gelap gulita seperti saat ini, tapi dia juga merasa tidak enak jika harus menginap di vila…
Readmore

Chapter 12: Bab 12. Menjaga Kepolosan

Oleh: neng.anjar
  "Aku memiliki usaha yang bergerak di bidang jasa online," jawab Eddy sambil menopang dagunya dengan punggung tangan dan tersenyum menatap Milla yang sedang menghabiskan potongan pizza terakhirnya secara perlahan. "Jasa online?" tanya Milla heran.  Akhir-akhir ini Milla memang sering mendengar usaha online…
Readmore

Chapter 13: Bab 13. Hanya Ingin Memastikan

Oleh: neng.anjar
  Milla ingat sekali bagaimana perasaannya ketika mengetahui pacarnya itu berdusta.  Dia merasa seakan langitnya runtuh sebab, semuanya terjadi di saat Milla sedang berduka karena kehilangan ayah dan sahabat terbaiknya. Saat itu dia benar-benar merasa sendirian, tidak punya orangtua dan kerabat, tidak ada…
Readmore

Chapter 14: Bab 14. Wajah Hitam

Oleh: neng.anjar
  Milla memasuki kamar Shasha yang semasa hidupnya sangat dekat dengan Milla hingga seperti anak kembar dan kemana-mana selalu bersama. Hanya pada saat Milla kuliah di Jakarta saja mereka mulai berpisah. Namun, masih tetap berhubungan lewat medsos dan hubungan telepon. Selain ruang keluarga,…
Readmore

Chapter 15: Bab 15. Campur Aduk

Oleh: neng.anjar
  "Harum sekali, beruntung Aku sebelum pulang ke sini sempat membeli sekotak teh kesukaanku di Jakarta, kalau tidak akan sangat sulit sekali untuk mendapatkannya di sini karena teh ini hanya di jual di perkotaan saja," kata Milla kepada dirinya sendiri merasa bangga pada…
Readmore

Chapter 16: Bab 16. Rumput Liar

Oleh: neng.anjar
  Ini adalah pengalaman baru baginya. Selama ini Eddy sama sekali tidak pernah merasakan perasaan seperti yang dialaminya sekarang. 'Apakah perasaan ini yang dinamakan jatuh cinta? Apakah mungkin Aku jatuh cinta pada gadis yang saat ini ada di hadapanku ini? Kami baru saja…
Readmore

Chapter 17: Bab 17. Diplester

Oleh: neng.anjar
  "Apakah Aku terlihat bercanda? Bagaimana kalau Kamu datang ke pondok ku dan melihat sendiri bagaimana tanaman rumput itu menghiasinya," kata Milla sambil terus menatap lahan kosong di depannya. Eddy terdiam. Kalau sampai dipakai untuk menghias rumah berarti gadis di sampingnya ini benar-benar…
Readmore

Chapter 18: Bab 18. Ceroboh Dan Sembrono

Oleh: neng.anjar
  "Apakah Kamu sadar dengan apa yang Kamu katakan barusan?" tanya Milla tidak habis pikir. Tadinya Milla berpikir orang tampan seperti Eddy pasti memiliki selera yang bagus soal penataan dan keindahan, itu sebabnya dia bertanya tentang tanaman apa yang cocok untuk halaman vila.…
Readmore

Chapter 19: Bab 19. Sadar Diri

Oleh: neng.anjar
  "Kita mungkin bisa melihat-lihat vila yang ada di sekitar sini dan menjadikannya sebagai referensi tanaman apa yang biasanya ditanam oleh pemilik villa lain," saran Eddy. Selain vila miliknya memang terdapat juga beberapa vila lain yang merupakan milik beberapa artis dan pengusaha ibukota,…
Readmore

Chapter 20: Bab 20. Menyangkal Perasaan

Oleh: neng.anjar
  Milla merasa heran dengan sikap Eddy yang tidak jelas itu. Dia jadi merasa gelisah sendiri. Di dalam hati dia bertanya-tanya apakah dia telah jatuh cinta kepada Eddy? Apakah Eddy juga merasakan hal yang sama? Milla menggelengkan kepalanya untuk mengusir semua pertanyaan ambigu…
Readmore
error: Content is protected !!