VIP Signed

Melampaui Batas Cinta

By: Rizal Salim
697 Readers 30 Chapters 9.9

New Adult

Seorang wanita jika telah mencintai dan menyayangi seseorang. Apalagi orang tersebut disebut suami, apapun dapat dilakukannya. Bahkan yang diluar nalarpun akan dilakukan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Begitulah yang dilakukan Risa, yang terseret ke dalam masa lalu suaminya. Dia terjebak permainan dan dendam masa lalu suaminya.
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Chapter 30. Pengorbanan Seorang Isteri ( Tamat )

Risa dan Rangga duduk bersama di ruang tamu rumah Monica.  Mereka berdua datang menemui Monica. Wanita itu bertanya – tanya ada apa dengan kedatangan Rangga bersama istrinya. ” Maafkan jika kami datang jam istirahat kamu, Senin ” Risa membuka pembicaraan. ” Saya langsung…

Chapter 29. Dendam Dan Dosa Masa Lalu

Rangga setelah dinyatakan pulih oleh dokter diperbolehkan  kembali ke rumahnya.  “ Papi istirahat dulu, jangan masuk kantor besok “ kata Risa pada Rangga yang baring diatas ranjang. “ Iya deh, apa katamu aku nurut ajalah “ guyon Rangga pada Risa yang hanya tersenyum…

Chapter 28. Aksi

Monica dan Mira selalu membayangi setiap langkah Rangga. Dan berusaha untuk mencelakai Rangga dan Risa. Bahkan membayar sekelompok orang - orang untuk mencelakai Rangga. “ Kalian  harus membuat laki - laki itu tidak berkutik. Lakukan apa yang kalian anggap bisa membuatnya jera. Bahkan…

Chapter 27. Hasutan Mira Yang Menyesatkan

Mira bertemu dengan Monica. Entah apa yang mereka rencanakan. Monica yang punya dendam pada Rangga tetap akan membalaskan dendamnya. Dendam telah membutakan hatinya. Mira berusaha masuk kedalam dendam Monica. Dan mengajaknya untuk bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangga Rangga “ Monica, aku bisa…

Chapter 26. Cinta Rayhan Pada Monica

Rangga termenung seorang diri di dalam ruangannya, membayangkan Monica yang begitu menaruh dendam padanya. Meski berulang - ulang dia meminta maaf pada wanita itu. Dia mengingat kembali perjalanan hidupnya saat kehilangan seorang Rianti. Yang dianggap telah mati, ternyata kembali hadir dalam kehidupan. Begitu…

Comments

4 pemikiran pada “Melampaui Batas Cinta”

  1. Sepertinya ini kisah nyata. Tentang kehidupan yang pernah terjadi di Tahun 1990-an. Lupa tepatnya tahun berapa. Tetap semangat membuat kisahnya.

    Balas

Tinggalkan komentar

You May Also Like

khushbu.pal
Aryati Mudjiono
20 Chapters

Chapter 1: Chapter 1. Rahasia Bunga

Oleh: Rizal Salim
Kususuri jalan-jalan protokol Kota Makassar yang dingin, Kugapai asa yang tak pasti. Aku berteman dengan dinginnya malam, mengharap ilham dari sebuah keajaiban. Aku bukanlah malaikat ataupun dewi, aku hanyalah manusia hina di pandangan Sang Khalik, mengharapkan Ridho DariNya. Semoga kutemukan arti sebuah kehidupan……
Readmore

Chapter 2: Chapter 2. Dia Yang Penuh Misterius

Oleh: Rizal Salim
Malam merangkak dalam kepekatan, menelan sisa-sisa hari. Alam semesta diselubungi kesunyian yang mencekam, hanya dihiasi orkestra serangga dan binatang malam yang sahut-sahutan. Rembulan, sebilah sabit pucat, menggantung gamang di cakrawala, sesekali merayap sembunyi di balik gumpalan mega yang bergerak lamban. Angin malam menusuk,…
Readmore

Chapter 3: Chapter 3. Ada Apa Denganku ?

Oleh: Rizal Salim
Risa tak mampu berkedip. Mungkinkah di dunia ini ada takdir yang begitu iseng, menciptakan dua wajah yang sama persis dari keluarga yang berbeda? Bagaikan pinang dibelah dua, tanpa ikatan darah. Kini, Risa mengerti. Ia tahu, gadis dalam foto itulah yang menjadi alasan sesungguhnya…
Readmore

Chapter 4: Chapter 4. 10 Tahun Lamanya

Oleh: Rizal Salim
Hari itu, Maya membawa Risa menyusuri jalanan menuju sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Meski kecil, rumah itu memancarkan kehangatan dan terawat apik, seolah ada tangan penuh kasih yang menjaganya dari waktu ke waktu. "Assalamualaikum!" salam keduanya, berdiri ragu di ambang pintu. "Waalaikumsalam!"…
Readmore

Chapter 5: Chapter 5. Jangan Panggil Aku Bunga

Oleh: Rizal Salim
Dia menyerahkan ke Risa bingkai tersebut "Astaga Bu. Saya seperti melihat diriku didalam foto ini. Sungguh aku tidak percaya apa yang aku lihat!" Risa terperangah. Maya yang dari tadi hanya diam, mengambil foto itu dari tangan Risa yang gemetar. "Subhanallah, sungguh Kuasa Allah…
Readmore

Chapter 6: Chapter 6. Pembongkaran Makam Di Tengah Malam

Oleh: Rizal Salim
Mentari telah menjadi kobaran merah di ufuk barat, menyerahkan singgasana pada malam yang sebentar lagi tiba. Gemerisik suara angin menyibak rimbun pohon bambu, menciptakan irama gesekan yang melankolis. Buluh perindu, seolah tak mau kalah, bersahutan dengan nyanyian sendu burung malam. Di bawah langit…
Readmore

Chapter 7: Chapter 7. Haruskah Semua Diungkap?

Oleh: Rizal Salim
Sejak terbangun dari tidur panjangnya, kondisi Risa membaik drastis. Pagi itu, Risa tampak begitu segar dan cantik. "Bu, boleh nggak aku dibawa keluar menghirup udara pagi?" pinta Risa, matanya berbinar, saat Ibunya menyisir rambutnya. "Tentu boleh, Nak," jawab Bu Sulistiani, terus menyisir lembut.…
Readmore

Chapter 8: Chapter 8. Ingatan Yang Pulih

Oleh: Rizal Salim
”Ibu, ini Bunga kembali, Bu!” Bunga berteriak, mencari ke segenap penjuru rumah. Rumah terasa sepi. Kedua adiknya, yang biasanya ribut bermain mobil-mobilan, tidak ditemukan. ”Ayo, kamu cari siapa?” Tiba-tiba, suara cempreng seorang anak mengejutkannya dari belakang. ”Auuu! Kamu ini, ya! Bikin Kakak jantungan!”…
Readmore

Chapter 9: Chapter 9. Aku, Risa

Oleh: Rizal Salim
Kekhawatiran terbesar Pak Haryanto dan Bu Sulistiani, yaitu kehilangan Risa setelah ingatannya pulih, kini lenyap. Risa telah memilih. "Putri Papa yang bandel nih!" Pak Haryanto menarik hidung Risa dengan gemas. "Aduh, Papa! Gitu deh kalau lagi senang!" Risa merajuk, namun matanya memancarkan kehangatan.…
Readmore

Chapter 10: Chapter 10. Mentari Bukan Purnama

Oleh: Rizal Salim
 Dalam keheningan berteman dengan bayangan, Hanyut pada kenangan yang semakin memudar. Aku hanya mendekap sebuah bayangan yang kucipta, pada dia, pada kenangan. Kucurahkan segalanya di atas kertas putih, memainkan jariku, mencipta angan dan impian yang sudah sirna. Aku mencoba menata asa, meniti ketidakpastian.…
Readmore

Chapter 11: Chapter 11. Janji

Oleh: Rizal Salim
Tidak banyak yang mereka perbincangkan di kafe. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang. Tuhan, apakah benar dia akan menjadi milikku? Sungguh, saat ini menjadi ragu, akan cintanya padaku. "Rangga, maafkan, kalau selama ini saya telah meninggalkanmu begitu lamanya," kata Risa, saat Rangga menjemputnya…
Readmore

Chapter 12: Chapter 12. Impian Yang Terwujud

Oleh: Rizal Salim
Hubungan antara Risa dan Rangga kembali terjalin. Perpisahan selama bertahun-tahun justru membuat ikatan cinta mereka semakin erat. Bak pepatah, dua insan yang ditakdirkan bersama tak akan dapat dipisahkan lagi. Dan hari ini, keluarga Rangga datang melamar Risa, sebagai bukti kesungguhan dari cinta yang…
Readmore

Chapter 13: Chapter 13. Putri Kecil Kita

Oleh: Rizal Salim
Dua tahun usia pernikahan Risa dan Rangga. Dan benih cinta Rangga telah tertanam di rahim Risa. Kabar bahagia ini membuat mereka semakin bersyukur dan menanti kelahiran buah hati. Rangga tampak terburu-buru turun dari mobilnya, berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit bersalin. Di depan ruang…
Readmore

Chapter 14: Chapter 14. Mimpi Buruk

Oleh: Rizal Salim
Tentu, berikut adalah perapian naskah novel Anda, dengan penajaman konflik emosional, penggambaran suasana, dan dramatisasi adegan mimpi buruk. Cuaca malam ini terasa begitu dingin. Risa tengah menidurkan Raisya, putri kecil mereka. Sementara Rangga belum pulang dari kantor. Ia harus menemui rekanan untuk membicarakan…
Readmore

Chapter 15: Chapter 15. Monica

Oleh: Rizal Salim
Udara malam begitu dingin, tetapi suasana pertemuan Rangga dan Monica terasa sangat panas. Mereka bertemu di sebuah kafe. "Saya harap kamu jangan mengganggu kehidupanku lagi!" ujar Rangga dengan nada tegas, tatapannya tajam. "Kenapa? Karena kamu sudah beristri? Lalu apa yang pernah kita lalui…
Readmore

Chapter 16: Chapter 16. Pelampiasan Nafsu

Oleh: Rizal Salim
Malam semakin larut, jalan-jalan mulai sepi. Rayhan tidak membutuhkan waktu lama untuk melajukan mobil menuju perumahan elit Monica. Setelah memarkirkan mobil, dia memapah Monica yang sudah tak sadarkan diri karena mabuk. Terpaksa, dia menggendong gadis itu menuju pintu dan memencet bel. Biasanya, Bik…
Readmore

Chapter 17: Chapter 17. Bayang – Bayang Monica

Oleh: Rizal Salim
Sepertinya Monica selalu tahu setiap langkah Rangga. Buktinya, dia bahkan tahu Rangga sedang berada di Kota M selama seminggu, dan mengetahui kantor cabang baru yang akan diresmikan lelaki itu. Dendam telah meracuni hidupnya meski ada Rayhan yang begitu mencintai dan selalu setia mendampinginya…
Readmore

Chapter 18: Chapter 18. Healing

Oleh: Rizal Salim
“Hei, kamu melamun ya?” suara Rangga memecah kesunyian. “Enggak kok, Pi…” Risa tersenyum lirih, berusaha menutupi kegelisahan yang sejak tadi mengusik hatinya. “Sejak kapan permaisuriku ini suka melamun?” goda Rangga lembut. Risa hanya membalas dengan senyum kecil yang tak sepenuhnya mampu menyembunyikan keresahan…
Readmore

Chapter 19: Chapter 19. Jangan Tinggal Kami

Oleh: Rizal Salim
Tiba–tiba lamunan Risa buyar ketika nada dering ponselnya meraung memecah keheningan rumah. “Assalamualaikum,” ucapnya lirih, dada tiba-tiba terasa sesak tanpa sebab yang jelas. “Waalaikumsalam… apakah ini Bu Risa?” suara seorang wanita terdengar dari seberang. Tenang, tetapi ada getaran yang membuat jantung Risa mencelos.…
Readmore

Chapter 20: Chapter 20. Kembali Dari Kematian

Oleh: Rizal Salim
Rangga terbangun dari tidurnya. Namun itu bukan tidur biasa, dadanya terasa ringan, terlalu ringan. Ia memandang sekeliling dan tubuhnya merinding. “Hei… aku di mana ini?” gumamnya. “Tempat apa ini?” Hutan sunyi dengan kabut tipis menyelubungi segala arah. Tidak ada suara, hanya angin yang…
Readmore
error: Content is protected !!