Table of Contents
- Chapter 1: Chapter 1. Rahasia Bunga
- Chapter 2: Chapter 2. Dia Yang Penuh Misterius
- Chapter 3: Chapter 3. Ada Apa Denganku ?
- Chapter 4: Chapter 4. 10 Tahun Lamanya
- Chapter 5: Chapter 5. Jangan Panggil Aku Bunga
- Chapter 6: Chapter 6. Pembongkaran Makam Di Tengah Malam
- Chapter 7: Chapter 7. Haruskah Semua Diungkap?
- Chapter 8: Chapter 8. Ingatan Yang Pulih
- Chapter 9: Chapter 9. Aku, Risa
- Chapter 10: Chapter 10. Mentari Bukan Purnama
Lates Chapters
Chapter 30. Pengorbanan Seorang Isteri ( Tamat )
Risa dan Rangga duduk bersama di ruang tamu rumah Monica. Mereka berdua datang menemui Monica. Wanita itu bertanya – tanya ada apa dengan kedatangan Rangga bersama istrinya. ” Maafkan jika kami datang jam istirahat kamu, Senin ” Risa membuka pembicaraan. ” Saya langsung…
Chapter 29. Dendam Dan Dosa Masa Lalu
Rangga setelah dinyatakan pulih oleh dokter diperbolehkan kembali ke rumahnya. “ Papi istirahat dulu, jangan masuk kantor besok “ kata Risa pada Rangga yang baring diatas ranjang. “ Iya deh, apa katamu aku nurut ajalah “ guyon Rangga pada Risa yang hanya tersenyum…
Chapter 28. Aksi
Monica dan Mira selalu membayangi setiap langkah Rangga. Dan berusaha untuk mencelakai Rangga dan Risa. Bahkan membayar sekelompok orang - orang untuk mencelakai Rangga. “ Kalian harus membuat laki - laki itu tidak berkutik. Lakukan apa yang kalian anggap bisa membuatnya jera. Bahkan…
Chapter 27. Hasutan Mira Yang Menyesatkan
Mira bertemu dengan Monica. Entah apa yang mereka rencanakan. Monica yang punya dendam pada Rangga tetap akan membalaskan dendamnya. Dendam telah membutakan hatinya. Mira berusaha masuk kedalam dendam Monica. Dan mengajaknya untuk bekerja sama untuk menghancurkan rumah tangga Rangga “ Monica, aku bisa…
Chapter 26. Cinta Rayhan Pada Monica
Rangga termenung seorang diri di dalam ruangannya, membayangkan Monica yang begitu menaruh dendam padanya. Meski berulang - ulang dia meminta maaf pada wanita itu. Dia mengingat kembali perjalanan hidupnya saat kehilangan seorang Rianti. Yang dianggap telah mati, ternyata kembali hadir dalam kehidupan. Begitu…
Comments
4 pemikiran pada “Melampaui Batas Cinta”
Tinggalkan komentar
20 Chapters
Chapter 1: Chapter 1. Rahasia Bunga
Kususuri jalan-jalan protokol Kota Makassar yang dingin, Kugapai asa yang tak pasti. Aku berteman dengan dinginnya malam, mengharap ilham dari sebuah keajaiban. Aku bukanlah malaikat ataupun dewi, aku hanyalah manusia hina di pandangan Sang Khalik, mengharapkan Ridho DariNya. Semoga kutemukan arti sebuah kehidupan……
ReadmoreChapter 2: Chapter 2. Dia Yang Penuh Misterius
Malam merangkak dalam kepekatan, menelan sisa-sisa hari. Alam semesta diselubungi kesunyian yang mencekam, hanya dihiasi orkestra serangga dan binatang malam yang sahut-sahutan. Rembulan, sebilah sabit pucat, menggantung gamang di cakrawala, sesekali merayap sembunyi di balik gumpalan mega yang bergerak lamban. Angin malam menusuk,…
ReadmoreChapter 3: Chapter 3. Ada Apa Denganku ?
Risa tak mampu berkedip. Mungkinkah di dunia ini ada takdir yang begitu iseng, menciptakan dua wajah yang sama persis dari keluarga yang berbeda? Bagaikan pinang dibelah dua, tanpa ikatan darah. Kini, Risa mengerti. Ia tahu, gadis dalam foto itulah yang menjadi alasan sesungguhnya…
ReadmoreChapter 4: Chapter 4. 10 Tahun Lamanya
Hari itu, Maya membawa Risa menyusuri jalanan menuju sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Meski kecil, rumah itu memancarkan kehangatan dan terawat apik, seolah ada tangan penuh kasih yang menjaganya dari waktu ke waktu. "Assalamualaikum!" salam keduanya, berdiri ragu di ambang pintu. "Waalaikumsalam!"…
ReadmoreChapter 5: Chapter 5. Jangan Panggil Aku Bunga
Dia menyerahkan ke Risa bingkai tersebut "Astaga Bu. Saya seperti melihat diriku didalam foto ini. Sungguh aku tidak percaya apa yang aku lihat!" Risa terperangah. Maya yang dari tadi hanya diam, mengambil foto itu dari tangan Risa yang gemetar. "Subhanallah, sungguh Kuasa Allah…
ReadmoreChapter 6: Chapter 6. Pembongkaran Makam Di Tengah Malam
Mentari telah menjadi kobaran merah di ufuk barat, menyerahkan singgasana pada malam yang sebentar lagi tiba. Gemerisik suara angin menyibak rimbun pohon bambu, menciptakan irama gesekan yang melankolis. Buluh perindu, seolah tak mau kalah, bersahutan dengan nyanyian sendu burung malam. Di bawah langit…
ReadmoreChapter 7: Chapter 7. Haruskah Semua Diungkap?
Sejak terbangun dari tidur panjangnya, kondisi Risa membaik drastis. Pagi itu, Risa tampak begitu segar dan cantik. "Bu, boleh nggak aku dibawa keluar menghirup udara pagi?" pinta Risa, matanya berbinar, saat Ibunya menyisir rambutnya. "Tentu boleh, Nak," jawab Bu Sulistiani, terus menyisir lembut.…
ReadmoreChapter 8: Chapter 8. Ingatan Yang Pulih
”Ibu, ini Bunga kembali, Bu!” Bunga berteriak, mencari ke segenap penjuru rumah. Rumah terasa sepi. Kedua adiknya, yang biasanya ribut bermain mobil-mobilan, tidak ditemukan. ”Ayo, kamu cari siapa?” Tiba-tiba, suara cempreng seorang anak mengejutkannya dari belakang. ”Auuu! Kamu ini, ya! Bikin Kakak jantungan!”…
ReadmoreChapter 9: Chapter 9. Aku, Risa
Kekhawatiran terbesar Pak Haryanto dan Bu Sulistiani, yaitu kehilangan Risa setelah ingatannya pulih, kini lenyap. Risa telah memilih. "Putri Papa yang bandel nih!" Pak Haryanto menarik hidung Risa dengan gemas. "Aduh, Papa! Gitu deh kalau lagi senang!" Risa merajuk, namun matanya memancarkan kehangatan.…
ReadmoreChapter 10: Chapter 10. Mentari Bukan Purnama
Dalam keheningan berteman dengan bayangan, Hanyut pada kenangan yang semakin memudar. Aku hanya mendekap sebuah bayangan yang kucipta, pada dia, pada kenangan. Kucurahkan segalanya di atas kertas putih, memainkan jariku, mencipta angan dan impian yang sudah sirna. Aku mencoba menata asa, meniti ketidakpastian.…
ReadmoreChapter 11: Chapter 11. Janji
Tidak banyak yang mereka perbincangkan di kafe. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk pulang. Tuhan, apakah benar dia akan menjadi milikku? Sungguh, saat ini menjadi ragu, akan cintanya padaku. "Rangga, maafkan, kalau selama ini saya telah meninggalkanmu begitu lamanya," kata Risa, saat Rangga menjemputnya…
ReadmoreChapter 12: Chapter 12. Impian Yang Terwujud
Hubungan antara Risa dan Rangga kembali terjalin. Perpisahan selama bertahun-tahun justru membuat ikatan cinta mereka semakin erat. Bak pepatah, dua insan yang ditakdirkan bersama tak akan dapat dipisahkan lagi. Dan hari ini, keluarga Rangga datang melamar Risa, sebagai bukti kesungguhan dari cinta yang…
ReadmoreChapter 13: Chapter 13. Putri Kecil Kita
Dua tahun usia pernikahan Risa dan Rangga. Dan benih cinta Rangga telah tertanam di rahim Risa. Kabar bahagia ini membuat mereka semakin bersyukur dan menanti kelahiran buah hati. Rangga tampak terburu-buru turun dari mobilnya, berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit bersalin. Di depan ruang…
ReadmoreChapter 14: Chapter 14. Mimpi Buruk
Tentu, berikut adalah perapian naskah novel Anda, dengan penajaman konflik emosional, penggambaran suasana, dan dramatisasi adegan mimpi buruk. Cuaca malam ini terasa begitu dingin. Risa tengah menidurkan Raisya, putri kecil mereka. Sementara Rangga belum pulang dari kantor. Ia harus menemui rekanan untuk membicarakan…
ReadmoreChapter 15: Chapter 15. Monica
Udara malam begitu dingin, tetapi suasana pertemuan Rangga dan Monica terasa sangat panas. Mereka bertemu di sebuah kafe. "Saya harap kamu jangan mengganggu kehidupanku lagi!" ujar Rangga dengan nada tegas, tatapannya tajam. "Kenapa? Karena kamu sudah beristri? Lalu apa yang pernah kita lalui…
ReadmoreChapter 16: Chapter 16. Pelampiasan Nafsu
Malam semakin larut, jalan-jalan mulai sepi. Rayhan tidak membutuhkan waktu lama untuk melajukan mobil menuju perumahan elit Monica. Setelah memarkirkan mobil, dia memapah Monica yang sudah tak sadarkan diri karena mabuk. Terpaksa, dia menggendong gadis itu menuju pintu dan memencet bel. Biasanya, Bik…
ReadmoreChapter 17: Chapter 17. Bayang – Bayang Monica
Sepertinya Monica selalu tahu setiap langkah Rangga. Buktinya, dia bahkan tahu Rangga sedang berada di Kota M selama seminggu, dan mengetahui kantor cabang baru yang akan diresmikan lelaki itu. Dendam telah meracuni hidupnya meski ada Rayhan yang begitu mencintai dan selalu setia mendampinginya…
ReadmoreChapter 18: Chapter 18. Healing
“Hei, kamu melamun ya?” suara Rangga memecah kesunyian. “Enggak kok, Pi…” Risa tersenyum lirih, berusaha menutupi kegelisahan yang sejak tadi mengusik hatinya. “Sejak kapan permaisuriku ini suka melamun?” goda Rangga lembut. Risa hanya membalas dengan senyum kecil yang tak sepenuhnya mampu menyembunyikan keresahan…
ReadmoreChapter 19: Chapter 19. Jangan Tinggal Kami
Tiba–tiba lamunan Risa buyar ketika nada dering ponselnya meraung memecah keheningan rumah. “Assalamualaikum,” ucapnya lirih, dada tiba-tiba terasa sesak tanpa sebab yang jelas. “Waalaikumsalam… apakah ini Bu Risa?” suara seorang wanita terdengar dari seberang. Tenang, tetapi ada getaran yang membuat jantung Risa mencelos.…
ReadmoreChapter 20: Chapter 20. Kembali Dari Kematian
Rangga terbangun dari tidurnya. Namun itu bukan tidur biasa, dadanya terasa ringan, terlalu ringan. Ia memandang sekeliling dan tubuhnya merinding. “Hei… aku di mana ini?” gumamnya. “Tempat apa ini?” Hutan sunyi dengan kabut tipis menyelubungi segala arah. Tidak ada suara, hanya angin yang…
Readmore






Sepertinya ini kisah nyata. Tentang kehidupan yang pernah terjadi di Tahun 1990-an. Lupa tepatnya tahun berapa. Tetap semangat membuat kisahnya.
Apa kisah ini, kisah yang pernah terjadi di tahun 1996. Bagus banget kembali mengingat masa – masa sma.
Kisahnya bagus. Mudah-mudahan bisa menambah referensi bacaan ku nih
Walaupun saya baru siswa kelas 3 smp. Tapi membaca novel ini sangat bagus, mengisahkan seorang siswi sma hingga menjalani kehiddupannya menjadi seorang istri.