Table of Contents
Lates Chapters
Bab 10
Saat ini, Helena tengah larut dalam kebahagiaan bersama kekasih barunya yang seolah tak pernah ada habisnya. Kehidupannya penuh kebebasan, seolah segala hal terbuka lebar untuknya. Namun, kisah Zena justru berbeda 180 derajat. Zena menuruni tangga dengan tergesa, wajah pucat dan cemas yang tergambar…
Bab 9
Beberapa hari kemudian, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Acara pertunangan Helena dan Sam sebentar lagi akan dimulai. Semua sudah dipersiapkan dengan matang. Oma Liona tampak sangat senang dan antusias. Saat ini, beliau sedang bersiap bersama dengan Wirya. "Putramu sudah siap, Wir?"…
Pertunangan Sam Dan Helena.
Zena duduk di samping ranjang Halimah, menatap wajah ibunya dengan perasaan sayang. "Ibu, baik-baik ya, selama Zena pergi," gumam Zena sambil menggenggam tangan Halimah erat-erat. Perasaan haru dan sayang memenuhi hatinya, ia tidak ingin melepaskan ibunya. Mendengar suara putrinya, Halimah segera terbangun dari…
Bab 8. Keputusan Alzena
Zena duduk di samping ranjang Halimah, menatap wajah ibunya dengan perasaan sayang. "Ibu, baik-baik ya, selama Zena pergi," gumam Zena sambil menggenggam tangan Halimah erat-erat. Perasaan haru dan sayang memenuhi hatinya, ia tidak ingin melepaskan ibunya. Mendengar suara putrinya, Halimah segera terbangun dari…
Bab 7. Akal Bulus Edrik.
"Lalu apa rencananya?" tanya Helena. "Sekarang, kamu bersiap. Aku akan mengajakmu ke sebuah tempat. Kalau bisa pakai hoddie," kata Edrik. "Hoddie? Untuk apa?" tanya Helena bingung. "Sudah. Jangan banyak tanya. Cepat bersiap." Edrik menarik tangan Helena. Helena merasa malas untuk beranjak dari tempat…
Comments
2 pemikiran pada “Istri Pengganti Milik Tuan Muda”
Tinggalkan komentar
You May Also Like
6 Chapters
Chapter 1: Bab 6
"Bagaimana, Nak?" tanya Oma Liona. Helena terdiam, matanya menatap bergantian ke arah kedua orang tuanya. Berbagai pertanyaan dan kegelisahan bercampur aduk dalam pikirannya. "Kalau aku menikah, kebebasanku akan hilang. Tapi... jika aku menikah dengannya, setidaknya masa depanku terjamin. Bisakah aku benar-benar menerima pernikahan…
ReadmoreChapter 2: Bab 7. Akal Bulus Edrik.
"Lalu apa rencananya?" tanya Helena. "Sekarang, kamu bersiap. Aku akan mengajakmu ke sebuah tempat. Kalau bisa pakai hoddie," kata Edrik. "Hoddie? Untuk apa?" tanya Helena bingung. "Sudah. Jangan banyak tanya. Cepat bersiap." Edrik menarik tangan Helena. Helena merasa malas untuk beranjak dari tempat…
ReadmoreChapter 3: Bab 8. Keputusan Alzena
Zena duduk di samping ranjang Halimah, menatap wajah ibunya dengan perasaan sayang. "Ibu, baik-baik ya, selama Zena pergi," gumam Zena sambil menggenggam tangan Halimah erat-erat. Perasaan haru dan sayang memenuhi hatinya, ia tidak ingin melepaskan ibunya. Mendengar suara putrinya, Halimah segera terbangun dari…
ReadmoreChapter 4: Pertunangan Sam Dan Helena.
Zena duduk di samping ranjang Halimah, menatap wajah ibunya dengan perasaan sayang. "Ibu, baik-baik ya, selama Zena pergi," gumam Zena sambil menggenggam tangan Halimah erat-erat. Perasaan haru dan sayang memenuhi hatinya, ia tidak ingin melepaskan ibunya. Mendengar suara putrinya, Halimah segera terbangun dari…
ReadmoreChapter 5: Bab 9
Beberapa hari kemudian, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Acara pertunangan Helena dan Sam sebentar lagi akan dimulai. Semua sudah dipersiapkan dengan matang. Oma Liona tampak sangat senang dan antusias. Saat ini, beliau sedang bersiap bersama dengan Wirya. "Putramu sudah siap, Wir?"…
ReadmoreChapter 6: Bab 10
Saat ini, Helena tengah larut dalam kebahagiaan bersama kekasih barunya yang seolah tak pernah ada habisnya. Kehidupannya penuh kebebasan, seolah segala hal terbuka lebar untuknya. Namun, kisah Zena justru berbeda 180 derajat. Zena menuruni tangga dengan tergesa, wajah pucat dan cemas yang tergambar…
Readmore






Woww… lanjut ka
Terima kasih kakš„°