Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1. My Dream Vs My Story
- Chapter 2: Bab 2. Pujian
- Chapter 3: Bab 3. Mimpi
- Chapter 4: Bab 4. Drama Pagi Hari
- Chapter 5: Bab 5. Syuting Pertama
- Chapter 6: Bab 6. Gara-Gara Gorengan
- Chapter 7: Bab 7. Julia Cerez
- Chapter 8: Bab 8. Sial tapi Beruntung
- Chapter 9: Bab 9. Semangat Tanpa Batas
- Chapter 10: Bab 10. Kontrak dan Utang
Lates Chapters
Bab 20. Mantan Selebriti
Juleha kembali fokus pada pekerjaannya di kantor, tetapi gosip tentang dirinya sebagai seorang selebriti gagal sudah terlanjur menyebar. Teman-temannya justru menjadikan hal itu sebagai bahan bercandaan. Hari pertama Juleha kembali ke kantor setelah resmi keluar dari agensinya terasa seperti perjalanan menuju arena…
Bab 19. Pensiun Glamor
“Astaga… Haruskah aku pensiun dini dari dunia artis ini?” rintihnya seraya memijit-mijit keningnya, berusaha menenangkan diri. Juleha duduk diam di kamar kosnya yang terbilang kecil dan pengap, jauh dari gemerlap kehidupan yang dulu ia impikan. Dinding kamar itu dipenuhi dengan foto-foto dirinya…
Bab 18. Bencana Endorsement
Juleha awalnya merasa sangat antusias saat menerima tawaran endorsement pertamanya. Ini adalah kesempatan emas untuk menambah penghasilan sekaligus memperkuat citra selebritasnya, meskipun ia tahu dirinya masih belum sepenuhnya layak disebut terkenal. Tawaran itu datang dari sebuah brand skincare lokal yang menjanjikan produk…
Bab 17. Cuci Mata
Ibunya masih saja mengamati poster-poster itu dengan wajah penuh tanda tanya, sementara Om Riyadi dan sepupu-sepupunya mulai berbisik-bisik, membicarakan hal-hal yang membuat Juleha semakin risih. “Leha, kamu kan udah besar. Masa masih suka sama artis-artis beginian?” tanya ibunya akhirnya, nadanya seperti menegur…
Bab 16. Kunjungan Keluarga
Hari itu, Juleha baru saja tiba di kos-kosannya yang sederhana. Setelah melewati minggu penuh drama di kampung, ia berharap bisa sedikit bernapas lega. Hatinya masih lelah menghadapi berbagai komentar dan ekspektasi dari tetangga, teman lama, hingga keluarganya sendiri yang mendadak menganggapnya “artis besar”.…
Comments
3 pemikiran pada “JULEHA Mendadak Artis”
Tinggalkan komentar
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1. My Dream Vs My Story
Juleha memandang langit-langit kamar kosnya yang penuh dengan poster-poster idola K-Pop. Poster itu ditempel dengan isolasi yang sudah mulai menguning dan mengelupas di ujungnya. Di sudut kamar, terdapat sebuah cermin kecil dengan retak-retak berbentuk sarang laba-laba. Meski begitu, cermin itu tetap ia gunakan…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Pujian
"Leha!” seru Pak Herman lagi. “Mau jadi patung kamu di situ?” Rekan-rekan kerja Juleha langsung menatapnya dengan pandangan prihatin sekaligus penasaran. Susi, yang duduk tak jauh dari Juleha, sempat berbisik, “Good luck, Leha. Jangan nangis, ya.” Dengan langkah ragu, Juleha memasuki…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Mimpi
Keesokan harinya, sepulang kerja, Juleha merasa gugup saat melangkah ke kafe tempat ia berjanji bertemu dengan Arman. Ia mengenakan baju terbaik yang ia miliki, meski hanya kemeja sederhana yang disetrika dengan sangat rapi. Rambutnya yang biasa ia biarkan kusut kini diikat rapi ke…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Drama Pagi Hari
Juleha berlari tergesa-gesa menembus gerbang kantor. Sepatu pantofelnya yang pada dasarnya sudah aus berbunyi "pletak-pletok" di sepanjang koridor, mengundang tatapan heran beberapa kolega yang sudah duduk manis di meja masing-masing. Napasnya tersengal-sengal ketika ia akhirnya tiba di depan ruang rapat. “Akhirnya, sampai…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Syuting Pertama
Juleha mengikuti Ivan menaiki tangga menuju lantai atas dengan hati yang campur aduk. Tangannya memegang erat pegangan tangga, takut-takut sandal haknya mengkhianati langkahnya yang gemetaran. “Bismillah... semoga lantai atas nggak seram kayak gedungnya,” gumamnya dalam hati. Namun, begitu pintu di puncak tangga…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Gara-Gara Gorengan
Hampir dua minggu setelah proses syuting, Juleha sudah hampir melupakan pengalaman canggungnya di studio. Namun, semua itu berubah ketika iklan Aurora Luxe mulai tayang di televisi dan media sosial. Dalam hitungan jam, namanya kembali jadi perbincangan. Tapi kali ini, bukan karena video terjatuh…
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Julia Cerez
Hari-hari berikutnya penuh dengan kejadian tak terduga. Ketika Juleha pergi ke pasar untuk membeli sayur, beberapa pedagang mengenalinya. “Eh, ini Mbak Juleha yang di iklan, kan? Yang pake Aurora Luxe?” tanya seorang ibu-ibu sambil tersenyum lebar. “I-iya, Bu,” jawabnya canggung. …
ReadmoreChapter 8: Bab 8. Sial tapi Beruntung
Pagi itu, Juleha berdiri di dapur kecil yang ada di samping kamar kosnya, ia berdiri di sana dengan wajan teflon di tangan kanannya. Teflon kecil yang sepertinya sudah lebih sering terlihat gosong daripada menghasilkan masakan sempurna. Di sana, dia sedang mencoba membuat…
ReadmoreChapter 9: Bab 9. Semangat Tanpa Batas
Pagi itu, telepon Juleha berdering dengan nada yang cukup mengganggu, memecah keheningan di kamar kosnya yang sempit. Ia meraih ponsel di meja kecil di samping kasur, sambil bergumam pelan, “Siapa sih, pagi-pagi begini ganggu mimpi indah?” Nama "Pak Ivan" muncul di layar.…
ReadmoreChapter 10: Bab 10. Kontrak dan Utang
Setelah merasa sukses karena telah "lulus" dari pelatihan ajaib bersama Bu Irma, Juleha kembali ke kantor agency keesokan harinya dengan penuh semangat. Dia membawa sertifikat kecil yang sudah diberikan oleh Bu Irma. Dengan harapan besar bahwa ini adalah awal dari babak baru dalam…
ReadmoreChapter 11: Bab 11. Keseharian Ganda
Setiap pagi adalah perjuangan bagi Juleha. Bangun dengan mata setengah terpejam, ia segera meraih roti tawar yang tersisa dari semalam dan mengunyahnya sambil tergesa-gesa bersiap. Rambutnya yang masih sedikit acak-acakan dan wajah bantalnya adalah pemandangan yang akrab di kaca spion motor langganan ojek…
ReadmoreChapter 12: Bab 12. Sahabat Sejati
Sahabat Juleha—Susi, mulai merasa jika akhir-akhir ini Juleha mulai berubah. Mulai dari sikap, penampilan, cara bicara, dan beberapa hal kecil yang memang Susi merasakan perubahan itu sebagai sahabatnya. Sementara itu, Didi menganggap jika popularitas Juleha membuat dirinya merasa tak ada artinya di…
ReadmoreChapter 13: Bab 13. Talk Show
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Undangan untuk tampil di acara TV nasional itu tiba di inbox Juleha, disampaikan langsung oleh Mbak Yuni, manajer palsu yang dikirim oleh Agency Pelangi untuk membantu mengelola kariernya yang mulai menanjak. Surat elektronik itu terlihat begitu resmi, lengkap…
ReadmoreChapter 14: Bab 14. Badai Komentar Negatif
Setelah acara selesai, Juleha langsung berlari menuju ruang ganti, melewati koridor panjang yang dipenuhi kru dan tamu acara lainnya. Tatapan mereka terasa seperti belati yang menusuk-nusuk punggungnya. Beberapa dari mereka hanya melirik penuh rasa ingin tahu, tetapi ada juga yang tidak menahan tawa…
ReadmoreChapter 15: Bab 15. Keluarga Ikut Campur
Kehidupan ganda Juleha semakin rumit ketika berita tentang dirinya yang tampil di acara TV sampai ke telinga keluarganya. Awalnya, Juleha berusaha menyembunyikan semuanya, tapi dengan dunia maya yang serba cepat, harapannya itu hanyalah mimpi belaka. Klip penampilannya yang viral akhirnya sampai ke grup…
ReadmoreChapter 16: Bab 16. Kunjungan Keluarga
Hari itu, Juleha baru saja tiba di kos-kosannya yang sederhana. Setelah melewati minggu penuh drama di kampung, ia berharap bisa sedikit bernapas lega. Hatinya masih lelah menghadapi berbagai komentar dan ekspektasi dari tetangga, teman lama, hingga keluarganya sendiri yang mendadak menganggapnya “artis besar”.…
ReadmoreChapter 17: Bab 17. Cuci Mata
Ibunya masih saja mengamati poster-poster itu dengan wajah penuh tanda tanya, sementara Om Riyadi dan sepupu-sepupunya mulai berbisik-bisik, membicarakan hal-hal yang membuat Juleha semakin risih. “Leha, kamu kan udah besar. Masa masih suka sama artis-artis beginian?” tanya ibunya akhirnya, nadanya seperti menegur…
ReadmoreChapter 18: Bab 18. Bencana Endorsement
Juleha awalnya merasa sangat antusias saat menerima tawaran endorsement pertamanya. Ini adalah kesempatan emas untuk menambah penghasilan sekaligus memperkuat citra selebritasnya, meskipun ia tahu dirinya masih belum sepenuhnya layak disebut terkenal. Tawaran itu datang dari sebuah brand skincare lokal yang menjanjikan produk…
ReadmoreChapter 19: Bab 19. Pensiun Glamor
“Astaga… Haruskah aku pensiun dini dari dunia artis ini?” rintihnya seraya memijit-mijit keningnya, berusaha menenangkan diri. Juleha duduk diam di kamar kosnya yang terbilang kecil dan pengap, jauh dari gemerlap kehidupan yang dulu ia impikan. Dinding kamar itu dipenuhi dengan foto-foto dirinya…
ReadmoreChapter 20: Bab 20. Mantan Selebriti
Juleha kembali fokus pada pekerjaannya di kantor, tetapi gosip tentang dirinya sebagai seorang selebriti gagal sudah terlanjur menyebar. Teman-temannya justru menjadikan hal itu sebagai bahan bercandaan. Hari pertama Juleha kembali ke kantor setelah resmi keluar dari agensinya terasa seperti perjalanan menuju arena…
Readmore






Ruqyah dulu lehaaa
Leha udah mandi kembang, mandi tanah, mandi jelantah, masih aja apesss 😂😂
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya… Biar author merasa disayangi… Eaaakkk 😍😍