VIP Signed

Kata Yang Tak Terucap

By: Jennie Jenniekim
30 Readers 30 Chapters 9.9

Romance

Dulu, mereka adalah dua anak kecil yang tak terpisahkan, berbagi rahasia di bawah langit senja. Namun waktu memisahkan, dan saat takdir mempertemukan mereka kembali di koridor SMA, Olivia Claudine, si tomboy berhati baja, dan Alfian Zakyandra, si playboy penuh pesona, hanyalah dua orang asing. Sebuah proyek…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Bab 30. Awal Yang Tak Berujung (End)

Bab 30. Awal Yang Tak Berujung Tiga tahun berlalu. Alfian dan Olivia kini adalah mahasiswa tahun ketiga di universitas mereka masing-masing di Jakarta. Mereka memang kuliah di kampus yang berbeda, namun selalu menyempatkan waktu untuk bertemu setiap hari. Mereka adalah pasangan yang inspiratif,…

Bab 29. Perpisahan Manis Dan Janji Abadi

Bab 29. Perpisahan Manis Dan Janji Abadi Hari kelulusan SMA akhirnya tiba. Aula sekolah dipenuhi dengan toga hitam, senyum bahagia, dan air mata haru. Alfian dan Olivia duduk berdampingan, sama-sama menatap panggung dengan bangga. Mereka telah melewati banyak hal bersama, dan hari ini…

Bab 28. Melangkah Bersama Menuju Impian

Bab 28. Melangkah Bersama Menuju Impian Hari-hari Alfian dan Olivia dipenuhi tawa dan kebahagiaan. Mereka menjadi pasangan yang tak terpisahkan di sekolah. Kecemburuan Olivia yang dulu tersembunyi, kini sering muncul terang-terangan, namun selalu diakhiri dengan godaan manis dari Alfian yang membuatnya tersipu. Suatu…

Bab 27. Mengukir Kisah Baru

Bab 27. Mengukir Kisah Baru Setelah pengakuan Alfian di festival kuliner, status hubungan antara Alfian dan Olivia berubah drastis. Kecanggungan awal perlahan menghilang, digantikan oleh kehangatan dan kebahagiaan yang mulai memenuhi hari-hari mereka. Mereka kini adalah sepasang kekasih, dan kebenaran pahit masa lalu…

Bab 26. Sentuhan Yang Mengisyaratkan

Bab 26. Sentuhan Yang Mengisyaratkan Setelah kepergian Alexa, suasana di sekolah terasa jauh lebih tenang. Tidak ada lagi gangguan kecil yang menimpa Olivia, tidak ada lagi bisik-bisik atau tatapan sinis.  Ini memberikan ruang bagi Alfian dan Olivia untuk bernapas lega, dan yang terpenting,…

Comments

2 pemikiran pada “Kata Yang Tak Terucap”

Tinggalkan komentar

You May Also Like

Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: Bab 1. Pertemuan Yang Tak Terduga

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 1. Pertemuan yang Tak Terduga   Pagi itu, koridor SMA Gemilang sudah riuh rendah seperti pasar tradisional saat jam sibuk. Bisikan-bisikan renyah siswi-siswi berpadu dengan deru langkah kaki yang tergesa. Aroma parfum manis berbaur dengan bau buku lama, menciptakan sensasi yang bagi…
Readmore

Chapter 2: Bab 2. Takdir Proyek Bersama Alfian

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 2. Takdir Proyek Bernama Alfian ”Dasar cowok aneh!” Olivia Claudine menggerutu, langkahnya terburu-buru menyusuri koridor yang mulai sepi.  Wajahnya cemberut, seolah baru saja menelan pil pahit. Insiden tabrakan di koridor tadi pagi masih membekas jelas di benaknya, terutama tatapan angkuh dari Alfian…
Readmore

Chapter 3: Bab 3. Titik Balik Yang Terpaksa

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 3. Titik Balik yang Terpaksa "Jadi, kita mulai dari mana?" Olivia bertanya, nadanya terdengar jelas menahan kekesalan. Mereka berdua, Olivia dan Alfian, kini duduk berhadapan di salah satu meja paling pojok di perpustakaan sekolah yang mulai sepi. Buku-buku tebal dan beberapa laptop…
Readmore

Chapter 4: Bab 4. Terjebak Dalam Gelap

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 4. Terjebak Dalam Gelap "Sial! Pintu ini benar-benar terkunci!" Alfian menggebrak gagang pintu, suaranya menggema di ruangan gelap. Kepanikan mulai merayap di antara mereka. Kevin dan Aisyah bersandar di dinding, napas mereka memburu. Olivia berdiri tegak, mencoba menyembunyikan getaran di tangannya. "Berhentilah…
Readmore

Chapter 5: Bab 5. Terjebak Dalam Gelap (Bagian 2)

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 5. Terjebak dalam Gelap (Bagian 2) Keringat dingin membasahi dahi Alfian. Kawat tipis yang berhasil ditariknya dari celah pintu tak berguna sama sekali.  Pintu itu tetap terkunci rapat. Kevin dan Aisyah sudah duduk meringkuk di sudut ruangan, hanya suara isak tangis Aisyah…
Readmore

Chapter 6: Bab 6. Boneka Kayu Dan Sebuah Nama

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 6. Boneka Kayu dan Sebuah Nama Pagi itu, di gerbang sekolah, Alfian, Olivia, Kevin, dan Aisyah berkumpul dengan wajah lelah. Insiden terjebak di lab semalam masih membayangi pikiran mereka.  Boneka kayu yang ditemukan Alfian kini berada di tangan Olivia, tersembunyi di dalam…
Readmore

Chapter 7: Bab 7. Jejak Masa Lalu Yang Terusik

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 7. Jejak Masa Lalu Yang Terusik Keesokan harinya, suasana di sekolah terasa berbeda bagi Alfian dan Olivia. Insiden di lab komputer, boneka kayu, dan konfrontasi dengan Alexa membuat segalanya terasa janggal. Mereka kini duduk di perpustakaan, memegang secarik kertas bertuliskan "Rindu" dan…
Readmore

Chapter 8: Bab 8. Drama dibalik Drama

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 8. Drama di Balik Drama Pengumuman peran utama proyek drama sekolah menjadi topik hangat di kalangan siswa. Semua orang bertanya-tanya siapa yang akan mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemeran utama, terutama setelah drama internal antara Alfian, Olivia, dan geng Alexa merebak di kantin.…
Readmore

Chapter 9: Bab 9. Latihan Aneh Dan Bisikan Masa Lalu

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 9. Latihan Aneh Dan Bisikan Masa Lalu Hari pertama latihan drama adalah sebuah bencana. Atau setidaknya, itu yang dirasakan Alfian dan Olivia. Mereka harus membaca dialog-dialog romantis, saling memandang, dan bahkan berpegangan tangan untuk beberapa adegan. Setiap kali tangan Alfian menyentuh tangan…
Readmore

Chapter 10: Bab 10. Simbol Kembar Dan Kebisuan Orang Tua

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 10. Simbol Kembar Dan Kebisuan Orang Tua Penemuan simbol "Jiwa yang Terikat" dan "The Twin's Legacy" di boneka kayu membuat Alfian dan Olivia terdiam, pikiran mereka berputar. Mereka kembali ke perpustakaan, mencari sudut paling sepi untuk mendiskusikan temuan mengejutkan itu. "Jiwa yang…
Readmore

Chapter 11: Bab 11. Kebenaran yang Terungkap dan Bayangan Dendam

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 11. Kebenaran yang Terungkap dan Bayangan Dendam Hening mematikan menyelimuti aula setelah Alexa pergi, meninggalkan Alfian dan Olivia terpaku di tempat mereka berdiri. Pecahan boneka kayu berserakan di lantai, seolah menjadi metafora untuk masa lalu mereka yang hancur dan kebenaran yang baru…
Readmore

Chapter 12: Bab 12. Jejak Retak Di Masa Lalu dan Bisikan Fitnah

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 12. Jejak Retak Di Masa Lalu dan Bisikan Fitnah Siang itu, perpustakaan terasa semakin sesak oleh misteri yang belum terpecahkan. Alfian dan Olivia duduk berdampingan di meja tua, tumpukan buku-buku usang tentang genealogi, kasus anak hilang, hingga legenda kuno mengelilingi mereka.  Berjam-jam…
Readmore

Chapter 13: Bab 13. Bayangan Terlarang

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 13. Bayangan Terlarang Pagi masih sangat muda ketika Alfian dan Olivia tiba di depan gerbang berkarat Rumah Sakit Harapan Bangsa. Embun masih membasahi rerumputan liar yang tumbuh setinggi lutut, dan kabut tipis menyelimuti bangunan tua itu, memberikan kesan mistis yang mencekam. Tidak…
Readmore

Chapter 14: Bab 14. Simpul Kebenaran dan Jaring Ancaman

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 14. Simpul Kebenaran dan Jaring Ancaman Setelah kembali dari rumah sakit tua dan menghadapi Alexa, Alfian dan Olivia tidak bisa langsung pulang. Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe sepi, mencari tempat untuk mencerna badai informasi yang baru saja menghantam mereka. Aroma…
Readmore

Chapter 15: Bab 15. Bayangan Mengintai

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 15. Bayangan Mengintai Dingin pagi masih menusuk kulit saat Alfian dan Olivia duduk di bangku taman sekolah, jauh dari keramaian. Obrolan mereka semalam dengan orang tua masing-masing masih terngiang di benak, menambah lapisan ketakutan pada kebenaran yang baru terungkap. Mereka bukan kembar,…
Readmore

Chapter 16: Bab 16. Bisikan Cemburu dan Petunjuk Baru

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 16. Bisikan Cemburu dan Petunjuk Baru Pesan misterius yang datang dengan foto buram dan simbol bulan sabit bermata itu terus menghantui Alfian dan Olivia.  Peringatan itu jelas mereka sedang diawasi. Namun, di tengah ancaman yang mengintai, kehidupan di sekolah tetap berjalan seperti…
Readmore

Chapter 17: Bab 17. Simbol Yang Berbicara

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 17. Simbol yang Berbicara Foto buram yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal itu terus menjadi misteri yang mendalam. Alfian dan Olivia menatapnya lekat-lekat di layar ponsel Alfian, berusaha mencari detail yang tersembunyi. Simbol bulan sabit bermata di sudut foto itu terasa sangat…
Readmore

Chapter 18: Bab 18. Pertarungan di Panggung

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 18. Pertarungan di Panggung Aula drama masih riuh dengan bisikan dan tatapan curiga setelah video rekaman CCTV dari Rumah Sakit Harapan Bangsa diputar. Alexa berdiri di panggung, menyeringai puas, menikmati hasil sabotase yang berhasil. Alfian dan Olivia berdiri terpaku, terpojok oleh tuduhan…
Readmore

Chapter 19: Bab 19. Kebenaran yang Pahit

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 19. Kebenaran yang Pahit Kepala Alfian berdenyut hebat. Kata-kata Pak Budi terus terngiang, berputar-putar di benaknya seperti kaset rusak: “Kamu adalah bayi yang dikorbankan.” “Olivia adalah bayi dari keluarga berkuasa itu.”  Udara di taman kota terasa sesak, seolah menekan setiap oksigen dari…
Readmore

Chapter 20: Bab 20. Tabir yang Tersingkap

Oleh: Jennie Jenniekim
Bab 20. Tabir yang Tersingkap Ponsel Alfian bergetar di genggamannya, menampilkan notifikasi aplikasi pelacak lokasi yang seharusnya hanya untuk Olivia. Namun, yang muncul adalah lokasi Alfian sendiri, diikuti pesan singkat yang menusuk: "Kami tahu di mana kalian berada." Jantung Alfian dan Olivia serasa…
Readmore
error: Content is protected !!