Table of Contents
- Chapter 1: Bab 1. Pertemuan Yang Tak Terduga
- Chapter 2: Bab 2. Takdir Proyek Bersama Alfian
- Chapter 3: Bab 3. Titik Balik Yang Terpaksa
- Chapter 4: Bab 4. Terjebak Dalam Gelap
- Chapter 5: Bab 5. Terjebak Dalam Gelap (Bagian 2)
- Chapter 6: Bab 6. Boneka Kayu Dan Sebuah Nama
- Chapter 7: Bab 7. Jejak Masa Lalu Yang Terusik
- Chapter 8: Bab 8. Drama dibalik Drama
- Chapter 9: Bab 9. Latihan Aneh Dan Bisikan Masa Lalu
- Chapter 10: Bab 10. Simbol Kembar Dan Kebisuan Orang Tua
Lates Chapters
Bab 30. Awal Yang Tak Berujung (End)
Bab 30. Awal Yang Tak Berujung Tiga tahun berlalu. Alfian dan Olivia kini adalah mahasiswa tahun ketiga di universitas mereka masing-masing di Jakarta. Mereka memang kuliah di kampus yang berbeda, namun selalu menyempatkan waktu untuk bertemu setiap hari. Mereka adalah pasangan yang inspiratif,…
Bab 29. Perpisahan Manis Dan Janji Abadi
Bab 29. Perpisahan Manis Dan Janji Abadi Hari kelulusan SMA akhirnya tiba. Aula sekolah dipenuhi dengan toga hitam, senyum bahagia, dan air mata haru. Alfian dan Olivia duduk berdampingan, sama-sama menatap panggung dengan bangga. Mereka telah melewati banyak hal bersama, dan hari ini…
Bab 28. Melangkah Bersama Menuju Impian
Bab 28. Melangkah Bersama Menuju Impian Hari-hari Alfian dan Olivia dipenuhi tawa dan kebahagiaan. Mereka menjadi pasangan yang tak terpisahkan di sekolah. Kecemburuan Olivia yang dulu tersembunyi, kini sering muncul terang-terangan, namun selalu diakhiri dengan godaan manis dari Alfian yang membuatnya tersipu. Suatu…
Bab 27. Mengukir Kisah Baru
Bab 27. Mengukir Kisah Baru Setelah pengakuan Alfian di festival kuliner, status hubungan antara Alfian dan Olivia berubah drastis. Kecanggungan awal perlahan menghilang, digantikan oleh kehangatan dan kebahagiaan yang mulai memenuhi hari-hari mereka. Mereka kini adalah sepasang kekasih, dan kebenaran pahit masa lalu…
Bab 26. Sentuhan Yang Mengisyaratkan
Bab 26. Sentuhan Yang Mengisyaratkan Setelah kepergian Alexa, suasana di sekolah terasa jauh lebih tenang. Tidak ada lagi gangguan kecil yang menimpa Olivia, tidak ada lagi bisik-bisik atau tatapan sinis. Ini memberikan ruang bagi Alfian dan Olivia untuk bernapas lega, dan yang terpenting,…
Comments
2 pemikiran pada “Kata Yang Tak Terucap”
Tinggalkan komentar
20 Chapters
Chapter 1: Bab 1. Pertemuan Yang Tak Terduga
Bab 1. Pertemuan yang Tak Terduga Pagi itu, koridor SMA Gemilang sudah riuh rendah seperti pasar tradisional saat jam sibuk. Bisikan-bisikan renyah siswi-siswi berpadu dengan deru langkah kaki yang tergesa. Aroma parfum manis berbaur dengan bau buku lama, menciptakan sensasi yang bagi…
ReadmoreChapter 2: Bab 2. Takdir Proyek Bersama Alfian
Bab 2. Takdir Proyek Bernama Alfian ”Dasar cowok aneh!” Olivia Claudine menggerutu, langkahnya terburu-buru menyusuri koridor yang mulai sepi. Wajahnya cemberut, seolah baru saja menelan pil pahit. Insiden tabrakan di koridor tadi pagi masih membekas jelas di benaknya, terutama tatapan angkuh dari Alfian…
ReadmoreChapter 3: Bab 3. Titik Balik Yang Terpaksa
Bab 3. Titik Balik yang Terpaksa "Jadi, kita mulai dari mana?" Olivia bertanya, nadanya terdengar jelas menahan kekesalan. Mereka berdua, Olivia dan Alfian, kini duduk berhadapan di salah satu meja paling pojok di perpustakaan sekolah yang mulai sepi. Buku-buku tebal dan beberapa laptop…
ReadmoreChapter 4: Bab 4. Terjebak Dalam Gelap
Bab 4. Terjebak Dalam Gelap "Sial! Pintu ini benar-benar terkunci!" Alfian menggebrak gagang pintu, suaranya menggema di ruangan gelap. Kepanikan mulai merayap di antara mereka. Kevin dan Aisyah bersandar di dinding, napas mereka memburu. Olivia berdiri tegak, mencoba menyembunyikan getaran di tangannya. "Berhentilah…
ReadmoreChapter 5: Bab 5. Terjebak Dalam Gelap (Bagian 2)
Bab 5. Terjebak dalam Gelap (Bagian 2) Keringat dingin membasahi dahi Alfian. Kawat tipis yang berhasil ditariknya dari celah pintu tak berguna sama sekali. Pintu itu tetap terkunci rapat. Kevin dan Aisyah sudah duduk meringkuk di sudut ruangan, hanya suara isak tangis Aisyah…
ReadmoreChapter 6: Bab 6. Boneka Kayu Dan Sebuah Nama
Bab 6. Boneka Kayu dan Sebuah Nama Pagi itu, di gerbang sekolah, Alfian, Olivia, Kevin, dan Aisyah berkumpul dengan wajah lelah. Insiden terjebak di lab semalam masih membayangi pikiran mereka. Boneka kayu yang ditemukan Alfian kini berada di tangan Olivia, tersembunyi di dalam…
ReadmoreChapter 7: Bab 7. Jejak Masa Lalu Yang Terusik
Bab 7. Jejak Masa Lalu Yang Terusik Keesokan harinya, suasana di sekolah terasa berbeda bagi Alfian dan Olivia. Insiden di lab komputer, boneka kayu, dan konfrontasi dengan Alexa membuat segalanya terasa janggal. Mereka kini duduk di perpustakaan, memegang secarik kertas bertuliskan "Rindu" dan…
ReadmoreChapter 8: Bab 8. Drama dibalik Drama
Bab 8. Drama di Balik Drama Pengumuman peran utama proyek drama sekolah menjadi topik hangat di kalangan siswa. Semua orang bertanya-tanya siapa yang akan mendapatkan kehormatan untuk menjadi pemeran utama, terutama setelah drama internal antara Alfian, Olivia, dan geng Alexa merebak di kantin.…
ReadmoreChapter 9: Bab 9. Latihan Aneh Dan Bisikan Masa Lalu
Bab 9. Latihan Aneh Dan Bisikan Masa Lalu Hari pertama latihan drama adalah sebuah bencana. Atau setidaknya, itu yang dirasakan Alfian dan Olivia. Mereka harus membaca dialog-dialog romantis, saling memandang, dan bahkan berpegangan tangan untuk beberapa adegan. Setiap kali tangan Alfian menyentuh tangan…
ReadmoreChapter 10: Bab 10. Simbol Kembar Dan Kebisuan Orang Tua
Bab 10. Simbol Kembar Dan Kebisuan Orang Tua Penemuan simbol "Jiwa yang Terikat" dan "The Twin's Legacy" di boneka kayu membuat Alfian dan Olivia terdiam, pikiran mereka berputar. Mereka kembali ke perpustakaan, mencari sudut paling sepi untuk mendiskusikan temuan mengejutkan itu. "Jiwa yang…
ReadmoreChapter 11: Bab 11. Kebenaran yang Terungkap dan Bayangan Dendam
Bab 11. Kebenaran yang Terungkap dan Bayangan Dendam Hening mematikan menyelimuti aula setelah Alexa pergi, meninggalkan Alfian dan Olivia terpaku di tempat mereka berdiri. Pecahan boneka kayu berserakan di lantai, seolah menjadi metafora untuk masa lalu mereka yang hancur dan kebenaran yang baru…
ReadmoreChapter 12: Bab 12. Jejak Retak Di Masa Lalu dan Bisikan Fitnah
Bab 12. Jejak Retak Di Masa Lalu dan Bisikan Fitnah Siang itu, perpustakaan terasa semakin sesak oleh misteri yang belum terpecahkan. Alfian dan Olivia duduk berdampingan di meja tua, tumpukan buku-buku usang tentang genealogi, kasus anak hilang, hingga legenda kuno mengelilingi mereka. Berjam-jam…
ReadmoreChapter 13: Bab 13. Bayangan Terlarang
Bab 13. Bayangan Terlarang Pagi masih sangat muda ketika Alfian dan Olivia tiba di depan gerbang berkarat Rumah Sakit Harapan Bangsa. Embun masih membasahi rerumputan liar yang tumbuh setinggi lutut, dan kabut tipis menyelimuti bangunan tua itu, memberikan kesan mistis yang mencekam. Tidak…
ReadmoreChapter 14: Bab 14. Simpul Kebenaran dan Jaring Ancaman
Bab 14. Simpul Kebenaran dan Jaring Ancaman Setelah kembali dari rumah sakit tua dan menghadapi Alexa, Alfian dan Olivia tidak bisa langsung pulang. Mereka memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe sepi, mencari tempat untuk mencerna badai informasi yang baru saja menghantam mereka. Aroma…
ReadmoreChapter 15: Bab 15. Bayangan Mengintai
Bab 15. Bayangan Mengintai Dingin pagi masih menusuk kulit saat Alfian dan Olivia duduk di bangku taman sekolah, jauh dari keramaian. Obrolan mereka semalam dengan orang tua masing-masing masih terngiang di benak, menambah lapisan ketakutan pada kebenaran yang baru terungkap. Mereka bukan kembar,…
ReadmoreChapter 16: Bab 16. Bisikan Cemburu dan Petunjuk Baru
Bab 16. Bisikan Cemburu dan Petunjuk Baru Pesan misterius yang datang dengan foto buram dan simbol bulan sabit bermata itu terus menghantui Alfian dan Olivia. Peringatan itu jelas mereka sedang diawasi. Namun, di tengah ancaman yang mengintai, kehidupan di sekolah tetap berjalan seperti…
ReadmoreChapter 17: Bab 17. Simbol Yang Berbicara
Bab 17. Simbol yang Berbicara Foto buram yang dikirimkan oleh nomor tak dikenal itu terus menjadi misteri yang mendalam. Alfian dan Olivia menatapnya lekat-lekat di layar ponsel Alfian, berusaha mencari detail yang tersembunyi. Simbol bulan sabit bermata di sudut foto itu terasa sangat…
ReadmoreChapter 18: Bab 18. Pertarungan di Panggung
Bab 18. Pertarungan di Panggung Aula drama masih riuh dengan bisikan dan tatapan curiga setelah video rekaman CCTV dari Rumah Sakit Harapan Bangsa diputar. Alexa berdiri di panggung, menyeringai puas, menikmati hasil sabotase yang berhasil. Alfian dan Olivia berdiri terpaku, terpojok oleh tuduhan…
ReadmoreChapter 19: Bab 19. Kebenaran yang Pahit
Bab 19. Kebenaran yang Pahit Kepala Alfian berdenyut hebat. Kata-kata Pak Budi terus terngiang, berputar-putar di benaknya seperti kaset rusak: “Kamu adalah bayi yang dikorbankan.” “Olivia adalah bayi dari keluarga berkuasa itu.” Udara di taman kota terasa sesak, seolah menekan setiap oksigen dari…
ReadmoreChapter 20: Bab 20. Tabir yang Tersingkap
Bab 20. Tabir yang Tersingkap Ponsel Alfian bergetar di genggamannya, menampilkan notifikasi aplikasi pelacak lokasi yang seharusnya hanya untuk Olivia. Namun, yang muncul adalah lokasi Alfian sendiri, diikuti pesan singkat yang menusuk: "Kami tahu di mana kalian berada." Jantung Alfian dan Olivia serasa…
Readmore






Semangat nulisnya. Ditunggu bab selanjutnya 🙂
Aduh, makasih sayang😘