VIP Signed

Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal

By: say.sheeva
68 Readers 30 Chapters 9.9

Romance

Maya Syaqilla ingin mengubah nasib keluarganya dengan bekerja di kota. Di dalam pikirannya akan menjadi pembantu rumah tangga karena menyadari hanya lulusan SMP saja, namun ternyata Maya di tawari menjadi istri kontrak majikannya selama satu tahun.     Apakah nantinya diantara Maya dan Boy akan saling…
Read Share

Table of Contents

Lates Chapters

Tidak sengaja bertemu Almira

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Maya kemudian di suruh mertuanya ke minimarket depan komplek untuk membeli keperluan mertuanya. "Maya…" panggil Margareth nyaring. "Ya mah," jawab Maya. "Belikan ini di minimarket sana, awas kalau kamu kabur!" ucap Margareth menyerahkan catatan kecil. "Mamah kan bisa pergi sendiri," tolak Maya. "Berani ya membantah…

Margareth Menemani

"Boy.. Gimana kalau mamah temani istrimu saja? Kasihan dia masih belum sembuh total, nanti kalau butuh bantuan gimana?" usul Margareth yang langsung membuat hati Maya gelisah. "Please boy jangan kabulin.. Mamahmu ada niat terselubung," batin Maya gelisah. "Besok rencananya aku masih cuti kok mah, mungkin…

Maya pulang dari rumah sakit

Dua minggu sudah, akhirnya Maya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, sebuah berita yang membahagiakan bagi Maya karena mulai hari ini sudah tidak ada lagi tangannya yang pegal karena terpasang infus dan juga pemandangan setiap hari yang isinya obat-obatan, jarum suntik, serta makanan yang…

Merebut Perhatian Maya

Kini Maya sudah berada di kamar inapnya dan akan berbaring di ranjang. Adit sigap menuntun Maya berdiri dan membantunya tidur, ketika Boy masuk, ia melihat pemandangan yang merusak mata indahnya. "HEI APA YANG KAMU LAKUKAN PADA MAYA? DIA SEDANG SAKIT!! JANGAN MESUM!!!" pekik Boy…

Kehadiran Adit menjenguk Maya

"Sus.. Suster, sini.." teriak Boy. "Iya, ada apa pak?" tanya suster setelah menghampiri Boy. "Tau gak dimana pasien yang ada dikamar ini, namanya Maya," ucap Boy panik. "Kalau hanya nama, maaf Pak saya tidak ingat nama-nama pasien," ucap suster lalu Boy menunjukkan foto…

Comments

Tinggalkan komentar

You May Also Like

andy.lorenza
Aryati Mudjiono
eli.budianto
dwi.fitriani
20 Chapters

Chapter 1: Maya Ingin Bekerja di Kota

Oleh: say.sheeva
Maya tidak mau terus menerus menjadi beban kedua orang tuanya yang bekerja sebagai buruh tani di lahan orang dengan upah yang tidak seberapa, bisa untuk makan saja mereka bersyukur, maka dari itu, tekad Maya sudah sangat kuat dan juga bulat untuk mengubah nasib…
Readmore

Chapter 2: Boy Yudhistira

Oleh: say.sheeva
Di pusat kota yang penuh hiruk pikuk dunia, ada salah satu pria yang sangat membatasi dirinya dengan wanita. Dia adalah Boy Yudhistira-memiliki fisik sangat sempurna dan banyak kaum hawa yang sangat mendambakan, tak hayal dimana pun berada selalu menjadi pusat perhatian.   Apapun…
Readmore

Chapter 3: Kebimbangan Maya

Oleh: say.sheeva
Besok Maya akan berangkat ke ibukota untuk bekerja dan juga mengubah nasib keluarganya. Maya berharap penuh pada pekerjaan ini.   Setelah selesai berkemas, kini Maya menemui kedua orang tuanya untuk meminta izin. Awalnya sang ayah menolak, baginya Maya masih terlalu muda untuk merasakan…
Readmore

Chapter 4: Menikah

Oleh: say.sheeva
Setelah kepulangan dari rumah orang tuanya, Boy langsung menyuruh Handoko untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Maya dalam waktu seminggu. Hanya Handoko yang mengetahui pernikahan kontrak sang majikan. Maka dari itu, Handoko tidak mau mengecewakan majikannya. Segala keperluan ia persiapkan sedetail mungkin, bahkan sampai menyewa…
Readmore

Chapter 5: Awal mula kehidupan

Oleh: say.sheeva
Setelah acara pernikahan juga resepsi berlangsung dengan lancar dan meriah kini keduanya langsung meninggalkan gedung dan bergegas menuju mansion Boy. Maya dibuat kaget dengan keberadaan rumah baru Boy yang tidak sama dengan apa yang ditempati Maya ketika pertama kali datang ke kota. Karena takut…
Readmore

Chapter 6: Maya oh Maya

Oleh: say.sheeva
Setelah semalam dengan aksi hebohnya yang membuat seisi rumah pada panik, kini pagi hari sekali, tepatnya pukul 5 pagi Maya sudah bangun dan langsung menuju dapur. "Non mau ngapain disini? Kalau butuh sesuatu kan bisa tekan bel," tanya pembantu kaget. "Ya mau masak lah bi…
Readmore

Chapter 7: Maya membuat Resah

Oleh: say.sheeva
Setelah keduanya bersiap, kini Boy kembali dibuat heran dengan penampilan istrinya itu. Memang dia memakai pakaian yang ada di lemari, namun, itu pakaian yang di gunakan untuk di rumah, apa Maya gak bisa membedakannya? Terlebih tidak ada polesan make up, semakin menambah keprihatinan…
Readmore

Chapter 8: Sikap berlebihan Boy

Oleh: say.sheeva
"Syukurlah.. Mau kemana, nona cantik? Apa salah ruangan??" tanya pria itu. "Mau cari angin saja," jawab Maya lalu menunduk. "Kebetulan sekali, saya ada tugas di luar, mau ikut?" ajak pria itu dan Maya merasa bimbang. "Tidak, pak, terima kasih, saya mau di sekitar sini saja," jawab…
Readmore

Chapter 9: Acara makan malam

Oleh: say.sheeva
Hari ini, Boy sengaja tidak ke kantor, lantaran ingin mengajari sang istri belajar bagaimana tata cara makan di dalam keluarganya, karena mamahnya mengundang untuk acara makan malam. Awalnya Boy menolak, karena ancaman Margareth, akhirnya bersedia datang. "Kalau sampai beneran tidak datang, jangan salahkan mama…
Readmore

Chapter 10: Acara makan malam 2

Oleh: say.sheeva
"Saya mau melanjutkan sekolah, tante," jawab Maya dengan tenang. "Kenapa sampai sekarang belum juga sekolah?" tanya Silvi menjebak. "Karena waktu itu saya belum lolos, tahun ajaran depan mau berusaha lagi, semoga saja lolos," jawab Maya dengan tenang hingga membuat Boy kagum. "Apa yang membuatmu tidak lolos?"…
Readmore

Chapter 11: Pergi ke pasar

Oleh: say.sheeva
*Menceritakan bagaimana Boy, Maya juga Tinah pergi ke pasar tradisional guna menyambut kedatangan teman lama ayahnya. Awal mula yang membuat Boy merasa lebih bersyukur dengan kehidupan yang di rasakan selama ini.* Pagi hari sekali, Maya dan Tinah sudah bersiap untuk ke pasar, keduanya…
Readmore

Chapter 12: Marah besar

Oleh: say.sheeva
Setelah acara pertemuan, kini kedua orang tua Maya bergegas menuju kamar karena badannya sudah sangat lelah apalagi ibunya yang tadi harus ke pasar dengan drama yang dialami Boy dan anaknya. Begitu juga dengan Maya yang ingin masuk ke kamar namun d icegah oleh Boy. "Ada…
Readmore

Chapter 13: Bersitegang

Oleh: say.sheeva
Pagi harinya, Maya sedang menyapu halaman depan sambil bernyanyi, tanpa disadari, ada yang sedari tadi memperhatikan. Akhirnya Adit menepuk pelan bahu Maya. "Selamat pagi, May,""Adit, sejak kapan disini?" tanya Maya terkejut. "Daritadi," jawab Adit sambil tersenyum. "Kenapa aku tidak tau?" gumam Maya yang didengar oleh Adit. "Karena…
Readmore

Chapter 14: Ketahuan

Oleh: say.sheeva
"Muak dengan Adit, jangan di limpahkan ke saya!" protes Maya kesal. "Karena kamu penyebab utama semua ini, kenapa dengan lancang nya menerima perjodohan itu?" tanya Boy mengintimidasi. "Perjodohan? Jangan sembarangan kalau berbicara! Lebih baik saya keluar saja," protes Maya dan tangannya ditarik sampai…
Readmore

Chapter 15: Pulang ke kota

Oleh: say.sheeva
Pagi hari yang cerah, menjadi suram, kehadiran Adit membuat Boy kesal. Memang, kedua orang tua Maya menyambut baik kedatangannya.  "Kenapa kalau bertamu pagi sekali? Dasar tidak sopan!! Pagi hari itu waktunya orang beraktivitas," gumam Boy yang di dengar Maya.  "Siapa yang bertamu?" tanya Maya…
Readmore

Chapter 16: Anniversary wedding Margareth dan Bowo Yudhistira

Oleh: say.sheeva
Hari ini, Maya di ajak ke sebuah butik terkenal, di sana, Maya di layani oleh beberapa pelayan yang sudah menanti kehadirannya, terdapat beberapa model pakaian yang sangat cantik dan terlihat mewah, ketika di suruh memilih, dirinya merasa kebingungan karena semuanya bagus. Akhirnya, Boy meminta…
Readmore

Chapter 17: Membuat Kegaduhan

Oleh: say.sheeva
Tidak berselang lama, kedua orang tua Boy menghampiri anaknya untuk menanyakan ada keributan apa. Melihat banyaknya orang yang berkerumun namun diam membisu, membuat mereka semakin bingung. "Di sini rupanya," ucap Yudhistira mendekati Boy dan Maya. "Ada apa ini?? Kegaduhan apa yang sudah kamu buat?" tanya…
Readmore

Chapter 18: Rencana licik Almira

Oleh: say.sheeva
Melihat foto mantan kekasih yang kini sudah menjadi suami orang, membuat Almira merasa tidak rela, baginya, hanya dia yang boleh memiliki Boy. Janji yang dulu pernah di ikrarkan harus ditagih kembali, tak peduli posisinya nanti dia menjadi madu, yang terpenting, kembali ke dalam…
Readmore

Chapter 19: Margareth tinggal di mansion

Oleh: say.sheeva
Pagi hari sekali, Margareth sudah tiba di mansion anaknya tanpa memberitahu terlebih dahulu, sontak saja, keduanya sangat kaget, apalagi, melihat Margareth membawa dua koper besar yang kemudian di bawa oleh pembantu ke kamar tamu. "Mama? Kenapa pagi-pagi sekali sudah datang?" tanya Boy kaget. "Selamat pagi,…
Readmore

Chapter 20: Akting harus baik

Oleh: say.sheeva
Setelah Boy pulang kerja, Margareth mengundang anak dan menantunya untuk duduk di ruang tengah, untuk menginterogasi dan mencari tahu penyebab apa yang membuat keduanya pisah kamar. "Ada apa, Mah? Sepertinya serius sekali," tanya Boy tiba-tiba feelingnya tak baik. "Sangat serius, Boy," jawab Margareth penuh penekanan. Melihat…
Readmore
error: Content is protected !!