Table of Contents
Lates Chapters
Tentang Juni
Medio purnama di bulan Juni. Saat dingin malam kian menyeruak, aku ingin memelukmu sangat erat. Lelap ini tak berujung nyenyak. Nafas memberat seiring rindu yang menetap Maaf, terus meratap dan menuturkan sajak tanpa terucap. …
Masygul Hati
Diantara BIRU kutemukan langitku Diantara teduh aku bersauh Aku menepi dari semua suara dan bayangmu Yang terus saja mengacaukan hariku Kau BIRU yang mendekapku dengan lusuh Manakala, ragu dan abai mencampakkan kalbu Disinilah segala tentang dirimu Menyentuh lebih dari sekedar teduh. …
Sedari Sengkala
Sajak mendadak tak bersyair. Lirik dan nada seakan hengkang dari jiwa. Gelap semesta membuat sukma kian lara, Dimana dalam pekatnya gelap, aku terus memamah rindu kepada sebuah nama. Yang sumbang kusebutkan dengan lantam. Aku, yang sialnya terus menunggu. Tanpa tahu waktu dan rasa…
Kekang Hati
Kenyatannya, ku tahu harus menghindar. Namun segala tak semudah semesta bicara, terik mentari yang menyala tak juga menggersangkan jiwa. Tandus dan gersang seakan menyatu dalam penghujung teduh. Dimana senja yang temaram kan mejemput dan menyejukkan kalbu. Kala suratan takdir mempertemukan, Biar dia juga…
Tentang Satu Kata
Embun kan tetap setia, Mengantarkan pesannya malam kepada siang, menyentuh surya untuk berjaga, dalam desir kerinduan sukma. Embun tetap setia, mengupas pekatnya kelam menyiapkan jingga nya senja. Hanya kuasa semesta, jiwa ragaku tak lagi berpinta. Jika harus mengakhiri semua, usaikan dengan caraNya. Biar…
Comments
You May Also Like
7 Chapters
Chapter 1: Nayanika
Mei Diantara Rindu Aksa jiwa terbenam nabastala shyam yang pekat. Beriringan sarayu menembus ufuk. Denting kala itu berpadika, diantara padma yang kian mengering. Dari sebuah nama, jelas berbeda. Dari angin manapun mengarah, jelas bukan dia. Namun, nayanika sebentuk lengkung tajam pada manik…
ReadmoreChapter 2: Surat Yang Tertatih
Bab 2 Surat yang Tertatih 1. Derana Lara Derana mencoba larakan jiwa Pada pagut sanubari yang terpatri semenjak lama Ada buai dan juga rindu bergelora Sayang, bukan dia yang sama. Wahai, pujangga jiwa! Pemilik segala bayangan tentangnya Dalam bias kutatap nanar…
ReadmoreChapter 3: Tentang Satu Kata
Embun kan tetap setia, Mengantarkan pesannya malam kepada siang, menyentuh surya untuk berjaga, dalam desir kerinduan sukma. Embun tetap setia, mengupas pekatnya kelam menyiapkan jingga nya senja. Hanya kuasa semesta, jiwa ragaku tak lagi berpinta. Jika harus mengakhiri semua, usaikan dengan caraNya. Biar…
ReadmoreChapter 4: Kekang Hati
Kenyatannya, ku tahu harus menghindar. Namun segala tak semudah semesta bicara, terik mentari yang menyala tak juga menggersangkan jiwa. Tandus dan gersang seakan menyatu dalam penghujung teduh. Dimana senja yang temaram kan mejemput dan menyejukkan kalbu. Kala suratan takdir mempertemukan, Biar dia juga…
ReadmoreChapter 5: Sedari Sengkala
Sajak mendadak tak bersyair. Lirik dan nada seakan hengkang dari jiwa. Gelap semesta membuat sukma kian lara, Dimana dalam pekatnya gelap, aku terus memamah rindu kepada sebuah nama. Yang sumbang kusebutkan dengan lantam. Aku, yang sialnya terus menunggu. Tanpa tahu waktu dan rasa…
ReadmoreChapter 6: Masygul Hati
Diantara BIRU kutemukan langitku Diantara teduh aku bersauh Aku menepi dari semua suara dan bayangmu Yang terus saja mengacaukan hariku Kau BIRU yang mendekapku dengan lusuh Manakala, ragu dan abai mencampakkan kalbu Disinilah segala tentang dirimu Menyentuh lebih dari sekedar teduh. …
ReadmoreChapter 7: Tentang Juni
Medio purnama di bulan Juni. Saat dingin malam kian menyeruak, aku ingin memelukmu sangat erat. Lelap ini tak berujung nyenyak. Nafas memberat seiring rindu yang menetap Maaf, terus meratap dan menuturkan sajak tanpa terucap. …
Readmore





