Table of Contents
Lates Chapters
8. Jagoan dari Barat
"Ringkus!!!" Teriak Bagja manakala memastikan pemuda didepannya benar-benar buronan prajurit kerajaan Naga Barat. Tentu dirinya bersama dua temannya tidak ingin mengambil resiko, ketiganya serempak melontarkan serangan. Berniat langsung melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sayangnya, pemuda yang tidak lain Ananta itu refleks menoleh.…
7. Peningkatan kekuatan
Berbagai pil sumber daya penguat tubuh telah di konsumsi oleh Ananta, kesehatan pun berangsur membaik. Namun, pertanyaan besar masih bergelayut di pikiran. Perihal sebab musabab dirinya mengalami cidera yang sangat membahayakan keselamatannya. Langkah Ananta masih tampak pelan, tetapi ganjalan di hati memaksa dia…
6. Buronan
Siiing! Siiiing! Lesatan bola api menderu cepat, menimbulkan gemuruh berdesing saat membelah udara dan meninggalkan jejak api yang membakar dedaunan. Sementara sikap tenang Ananta seketika berubah drastis manakala merasakan energi kuat mengancam dirinya. Kewaspadaannya meningkat pesat saat tatapan matanya menangkap kerlip membara…
5. Kekuatan Ananta
Tiga orang prajurit mengepung Ananta, buntut dari teriakannya yang berakibat tegang di tengah keramaian Kotaraja. Rupanya Ananta sengaja melarikan diri agar jauh dari kota. Meninggalkan hiruk-pikuk dan bersiap mengasah kekuatan melawan tiga prajurit yang mengejarnya. "Bocah! Rupanya kau sengaja memancing keributan di…
4. Kekuasaan di Kotaraja
"Tidak selayaknya sebuah kerajaan tunduk kepada kerajaan lain, wahai Raja Bagasuta ... Sekalipun Raja Naga Sowa telah gugur, bukan berarti Raja berikutnya harus tunduk padamu!" Mendengar sentakan dari panglima perang yang seakan tidak terpengaruh oleh gugurnya Naga Sowa, Bagasuta pun mengernyitkan…
Comments
Satu pemikiran pada “Murka Naga Angin”
Tinggalkan komentar
8 Chapters
Chapter 1: 1. Hancurnya Kotaraja
Trang! Trang! Dentingan senjata nyaring terdengar, membahana mengusik tenang. Sore itu, ratusan pasukan menyerbu ujung wilayah kerajaan naga Sowa. Penyerangan tiba-tiba membuat pasukan yang terdiri dari beberapa puluh penjaga tersudut, sebagian bertahan dan beberapa lagi menyusup pergi meninggalkan arena pertarungan. Wilayah…
ReadmoreChapter 2: 2. Koloni para Raja
Percikan api menyebar cepat, menghanguskan material dan memporak-porandakan malam yang seharusnya penuh ketenangan. Saat itu, raja Naga Sowa berhasil melumpuhkan kekuatan dua Raja. Namun, salah satu dari tiga lawannya memiliki kekuatan yang setara dengannya. "Energiku terkuras cukup banyak, aku khawatir tidak mampu…
ReadmoreChapter 3: 3. Arca Naga
Naga Sowa kelelahan, energinya menurun drastis manakala ia terus menerus menggunakan kekuatan berkah api abadi untuk melawan Raja Bagasuta. Di tambah dengan luka dalam yang ia alami ketika pertarungan pertama terjadi, membuat Raja Sowa benar-benar kepayahan. Gerakkannya melambat seperti siput. Tetapi saat…
ReadmoreChapter 4: 4. Kekuasaan di Kotaraja
"Tidak selayaknya sebuah kerajaan tunduk kepada kerajaan lain, wahai Raja Bagasuta ... Sekalipun Raja Naga Sowa telah gugur, bukan berarti Raja berikutnya harus tunduk padamu!" Mendengar sentakan dari panglima perang yang seakan tidak terpengaruh oleh gugurnya Naga Sowa, Bagasuta pun mengernyitkan…
ReadmoreChapter 5: 5. Kekuatan Ananta
Tiga orang prajurit mengepung Ananta, buntut dari teriakannya yang berakibat tegang di tengah keramaian Kotaraja. Rupanya Ananta sengaja melarikan diri agar jauh dari kota. Meninggalkan hiruk-pikuk dan bersiap mengasah kekuatan melawan tiga prajurit yang mengejarnya. "Bocah! Rupanya kau sengaja memancing keributan di…
ReadmoreChapter 6: 6. Buronan
Siiing! Siiiing! Lesatan bola api menderu cepat, menimbulkan gemuruh berdesing saat membelah udara dan meninggalkan jejak api yang membakar dedaunan. Sementara sikap tenang Ananta seketika berubah drastis manakala merasakan energi kuat mengancam dirinya. Kewaspadaannya meningkat pesat saat tatapan matanya menangkap kerlip membara…
ReadmoreChapter 7: 7. Peningkatan kekuatan
Berbagai pil sumber daya penguat tubuh telah di konsumsi oleh Ananta, kesehatan pun berangsur membaik. Namun, pertanyaan besar masih bergelayut di pikiran. Perihal sebab musabab dirinya mengalami cidera yang sangat membahayakan keselamatannya. Langkah Ananta masih tampak pelan, tetapi ganjalan di hati memaksa dia…
ReadmoreChapter 8: 8. Jagoan dari Barat
"Ringkus!!!" Teriak Bagja manakala memastikan pemuda didepannya benar-benar buronan prajurit kerajaan Naga Barat. Tentu dirinya bersama dua temannya tidak ingin mengambil resiko, ketiganya serempak melontarkan serangan. Berniat langsung melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sayangnya, pemuda yang tidak lain Ananta itu refleks menoleh.…
Readmore






woooowwwww
lanjut ka