Table of Contents
- Chapter 1: Jaga Bicaramu Nona
- Chapter 2: Terima Hadiah Atau Kau Celaka
- Chapter 3: Semakin Banyak Hadiah
- Chapter 4: Darrel Dicelakai
- Chapter 5: Diculik Untuk Makan Malam
- Chapter 6: Ancaman Tuan Vilante
- Chapter 7: Bukan Apartemen Sendiri
- Chapter 8: Diberhentikan Secara Paksa
- Chapter 9: Rencana Yang Gagal
- Chapter 10: Pelajaran
Lates Chapters
Wanita Yang Mencintai Darrel
Setelah empat hari mendapatkan perawatan di rumah sakit, Bella akhirnya diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya. Gadis itu juga sudah memutuskan kalau dirinya akan tetap tinggal di apartemennya apapun yang terjadi. Banyak hal yang membuatnya tidak mau pergi dari…
Sekilas Tentang Floryin
Bella kembali membuka matanya setelah dia tertidur karena efek obat yang diberikan dokter kepadanya, kali ini dia memandangi ruangan serba putih dimana dia berada. Dia tahu kalau sekarang dirinya sedang berada di rumah sakit, tapi siapa yang…
Bella Siuman
Tuan Vilante berjalan meninggalkan Noora yang masih dalam keadaan terikat dan lehernya terluka karena dia merasakan sebuah getaran dari ponselnya yang berada di saku jasnya, dia berpikir kalau itu mungkin saja dari Floryn. Karenanya dia memilih mengakhiri rencana…
Neraka Untuk Noora
"Halo, Nona Noora. Selamat datang di nerakamu!" Noora langsung mendelikkan kedua matanya, dia baru menyadari kalau kedua tangannya dalam keadaan terikat. "Apa-apaan ini, lepaskan aku!" Perempuan itu berusaha memberontak untuk melepaskan ikatan di…
Noora
"Apa saja yang kalian lakukan, hah!" "Menjaga satu orang saja kalian tidak bisa!" sentak Marco di hadapan orang-orang yang dia tugaskan untuk menjaga Bella. Sorot matanya begitu tajam menatap orang-orang itu, seakan sedang menunjukkan betapa…
Comments
20 Chapters
Chapter 1: Jaga Bicaramu Nona
Pulang dari kerjanya di sebuah cafe yang ada di downtown Brooklyn, seperti biasa Bella mengemudikan sepedanya dengan riang sepanjang perjalanan ke apartemen. Bayangan kasurnya yang empuk dan nyaman sudah menari-nari dalam benaknya. Namun, bayangan indah itu seketika sirna saat tiba-tiba ada sebuah mobil…
ReadmoreChapter 2: Terima Hadiah Atau Kau Celaka
"Namanya Isabella Millers. Tinggal di kawasan kumuh Brownsville dan bekerja di sebuah cafe bernama Green tak jauh dari tempatnya tinggal. Isabella yatim piatu. Dia memiliki sahabat bernama Darrel Jones yang bekerja di sebuah bengkel, dan memiliki rekan kerja yang cukup dekat bernama Ashley…
ReadmoreChapter 3: Semakin Banyak Hadiah
Bella berada di kamar sempitnya sambil memandangi gaun, sepatu dan tas yang dia jejerkan di atas ranjang. Ketiga barang itu sungguh nyata ada di depan mata. Selama ini hanya mampu melihatnya di media atau dari balik etalase outlet mereka di downtown Brooklyn. Dia…
ReadmoreChapter 4: Darrel Dicelakai
"Kalau memang perlu untuk mengancammu, aku akan melakukannya." Pablo menyahut ucapan Bella. Gadis itu mendesis sebal. Dia menunggu pria itu menunjukkan senpi padanya. Namun, kali ini Bella sudah bersiap-siap untuk tidak terkejut. "Dengar, ya ... Tuan Aku-Lupa-Namamu, aku tidak mau menerima…
ReadmoreChapter 5: Diculik Untuk Makan Malam
Bella merenggangkan ototnya yang pegal setelah seharian tak henti-hentinya melayani pengunjung cafe yang silih berganti datang dan pergi. Cafe tempatnya bekerja hari itu memang cukup ramai karena weekend. Niatnya, setelah ini dia akan mengunjungi Darrel di rumah sakit sambil sedikit mengorek keterangan…
ReadmoreChapter 6: Ancaman Tuan Vilante
Bella hanya bisa terdiam ditempatnya, aura yang dibawa oleh Marco benar-benar membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Bibirnya seakan terkunci, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun dari sana. Tidak ada basa-basi, tak lama setelah Bella duduk di kursi dengan tubuh yang…
ReadmoreChapter 7: Bukan Apartemen Sendiri
"Apa sebenarnya maumu!" sentak Bella refleks setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Marco, tidak bisa dipungkiri jika dirinya merasa begitu marah pada pria arogan dihadapannya itu. Padahal sebelumnya mereka tidak pernah saling mengenal, tapi kenapa pria bernama Marco itu bisa…
ReadmoreChapter 8: Diberhentikan Secara Paksa
"Oh, tidak! Aku harus berangkat bekerja!" seru Bella setelah keluar dari kamar mandi lalu melihat jam yang tertempel di dinding yang telah menunjukkan pukul setengah delapan pagi, setengah jam lagi dia pasti akan terlambat! Gegas Bella berjalan, berniat menuju lemari pakaian…
ReadmoreChapter 9: Rencana Yang Gagal
Pablo terlihat salah tingkah setelah mendengar celetukan Bella, dalam hatinya dia mengakui garis incaran tuannya itu memang begitu cantik. Terlebih dengan dandanannya yang sangat pas untuknya, make up yang tidak terlalu menor, serta tatanan rambut yang tidak berlebihan. Bentuk tubuhnya…
ReadmoreChapter 10: Pelajaran
Sifat keras kepala Bella pada akhirnya membuat Pablo menyerah, pria itu meninggalkan rumah yang ditempati oleh Bella dan kembali menghadap tuan Vilante. Berniat melaporkan apa yang dikatakan oleh Bella terhadapnya, respon tuan Vilante tentu saja marah besar. Dia…
ReadmoreChapter 11: Kedatangan Tuan Vilante
Bella tidak bisa menutupi keterkejutannya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Alexa, bagaimana mungkin ada seseorang yang kebal akan hukum? Semua itu semakin menumbuhkan rasa penasaran dalam benak Bella tentang siapa sosok Marco yang sebenarnya, kenapa pria itu…
ReadmoreChapter 12: Bertemu Tuan Vilante
''Nona, anda harus segera bangun dan bersiap-siap. Tuan Marco sudah menunggu anda di ruang makan, beliau berpesan anda harus sudah tiba di sana dalam waktu tiga puluh menit kedepan.'' Degh! Bella tersentak dengan perkataan Alexa saat…
ReadmoreChapter 13: Berpura-pura 1
Nafas Bella seakan tercekat di tenggorokan saat mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Marco, bahkan kedua bola matanya sempat membulat saking tidak percayanya dia dengan apa yang diucapkan oleh Marco. Tapi semua itu tidak lama, sebab Bella dengan segera mampu…
ReadmoreChapter 14: Berpura-pura 2
"Memangnya siapa kamu sampai berani mengklaim aku sebagai milikmu seperti ini? Asal kau tahu, aku tidak sudi dimiliki oleh pria jahat sepertimu!" ucap Bella sambil menatap mata Marco, mendadak tidak ada rasa takut sama sekali yang Bella rasakan setelah mengetahui…
ReadmoreChapter 15: Dokter Grace
"Maaf, tapi saya merasa baik-baik saja." Bella merasa begitu terkejut saat tiba-tiba dokter meminta ijin untuk memeriksa kondisinya, padahal sebelumnya dia merasa tidak meminta Alexa untuk memanggil dokter. Namun tiba-tiba dia teringat jika dirinya sempat mengatakan…
ReadmoreChapter 16: Musuh Mulai Menyadari Kehadiran Bella
"Nona, aku tidak tahu banyak tentang dokter Grace. Yang aku tahu dia adalah dokter kepercayaan tuan Marco, dia juga sudah cukup lama bekerja pada Tuan." Bella mengernyitkan dahinya saat mendengar jawaban Alexa, ingin bertanya lebih banyak lagi. Namun…
ReadmoreChapter 17: Rencana Tuan Vilante
Di dalam mansionnya, Marco Vilante terus menerus teringat dengan ucapan Alexa saat di markas tadi. Mendadak sebuah keraguan mulai muncul dalam hatinya tentang keselamatan Bella, hanya keselamatan gadis itu yang dia cemaskan dan bukan keselamatannya sendiri. Ya, perempuan…
ReadmoreChapter 18: Hari Pernikahan
"A-apa maksudmu?" "Bukankah aku sudah bilang aku tidak akan kabur darimu, kenapa kau melakukan semua ini padaku?" Bella begitu cemas setelah mendengar perkataan Marco, otaknya mulai membayangkan segala sesuatu yang tidak-tidak. Bagaimana jika…
ReadmoreChapter 19: Menolak Menikah
"Hwaaa, aku tidak mau menikah dengan dia!" "Kalian tolong bujuk dia untuk membatalkan pernikahan ini ... Ini gila, bagaimana mungkin aku tiba-tiba akan menikah dengan pria dingin dan jahat itu!" "Aku tidak mau, tidak mau!!"…
ReadmoreChapter 20: Pernikaham Rahasia
Pukul dua belas siang, Bella dan Marco telah resmi menjadi sepasang suami istri. Namun selang satu jam setelah itu, mereka kembali bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu di antara mereka. Itulah yang Marco inginkan, dia memang sudah menikahi Bella…
Readmore





